Hari Ini PKB Tetapkan Rekomendasi ? – Ambon Ekspres
Politik

Hari Ini PKB Tetapkan Rekomendasi ?

AMEKS ONLINE, AMBON.–Desk Pilkada DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) direncanakan hari ini menggelar rapat pleno untuk menetapkan rekomendasi. Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Maluku, Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath, petahana Said Assagaff dan Barnabas Orno paling berpeluang direkomendasi.

“Iya, ada rapat Desk Pilkada DPP PKB,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Maluku, Hairudin Hayoto saat dikonfirmasi melalui messenger, Minggu (24/9).

Ketua Desk Pilkada sekaligus wakil ketua DPW PKB Maluku, Malaka Yaluhun juga membenarkan. Hingga kemarin, kata Malaka, DPP PKB masih terus melakukan pendalaman terhadap visi dan misi para kandidat gubernur dan wakil gubernur. “Betul. DPP lagi pendalaman hari ini (kemarin) sampai besok (hari ini). Bisa saja langsung diputuskan atau dalam waktu dekat,” kata Malaka via seluler.

Wakil ketua DPW PKB Maluku, Jermias Sery mengatakan, kepastian penetapan dan penanda tanganan rekomendasi PKB setelah hasil evaluasi Desk Pilkada DPP disampaikan kepada ketua umum dan sekretaris jenderal PKB. “Nantinya, hasil evaluasi tim desk pilkada dilaporkan langsung ke ketua umum dan sekretaris jenderal.

Kemungkinan (langsung tanda tangan) itu bisa terjadi, setelah selesai penyampaian laporan evaluasi dari Desk Pilkada DPP. Itu yang kita menanti sampai esok,” kata Jermias.

Sebanyak sembilan bakal calon Gubernur mendaftar di PKB, yakni Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa, mantan anggota DPR RI periode 1999-2014, Engelina Helena Pattiasina, Inspektur IV Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejagung RI, Herman A Koedoeboen, Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Barnabas Orno, mantan Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB) periode 2007 – 2017 dan Bitzael Silvester Themar.

Selain itu, petahana Gubernur Maluku, Said Assagaff, Komandan Korps Brimob, Irjen Murad Ismail, Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun serta Dirjen Pembangunan Kawasan Pendesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Johozua Max Yoltuwu.

Sedangkan bakal calon wagub adalah mantan Bupati Seram Bagian Timur (SBT) periode 2005-2015, Abdullah Vanath, Bupati Maluku Tenggara, Anderias Rentanubun, Ketua DPD Partai Golkar Papua Barat, Mozes Rudy Timisela serta anggota DPRD Maluku asal PKB, Habiba Pelu. Mereka memperebutkan 3 kursi milik PKB.

Tetapi yang paling menguat dan berpeluang direkomendasi, adalah pasangan Herman-Vanath dengan akronim HEBAT, petahana Said Assagaff dan pasangan Barnabas Orno-Habiba Pelu. Komunikasi serius dibangun oleh mereka dengan DPP PKB.

Yang masih mengganjal petahana adalah belum ada kepastian soal bakal calon wagubnya. Tetapi, jelas Jermias, petahana masih punya waktu untuk memastikan pasangannya, karena sebelum penetapan, kandidat bersangkutan akan dihubungi dan dimintai kepastian. “Untuk sementara, tiga nama itu yang mencuat. Entah, siapa yang dihubungi DPP, nanti kita lihat. Pasti di saat itu kalaupun ke pak Said, ya pasti beliau pasti menentukan siapa pasangan wakilnya,” papar Koordinator Daerah (Korda) PKB kabupaten Maluku Tenggara Barat, Aru dan Maluku Barat Daya itu.

Informasi yang dihimpun Ambon Ekspres menyebutkan, keputusan PKB menetapkan rekomendasi lebih awal ini berubah dari rencana sebelumnya. Dimana, PKB akan menanti kepastian rekomendasi PDI Perjuangan, baru bersikap.

Namun, Jermias membantah. Kata dia, ini merupakan strategi PKB agar tidak terjebak dalam skema dan strategi politik partai politik lainnya. “Kita tidak ada urusan dengan PDIP dan lain-lain. Tetapi, bahwasannya kita lebih awal menetapkan itu agar mencari tahu. Kalau kita menunggu Golkar atau PDI Perjuangan, nah saatnya rekomendasi jatuh ke Golkar atau PDI Perjuangan ataukah lain, misalnya, Demokrat maka kita hilang jalan. Jadi, kita siap lebih awal,” pungkasnya.

Analis politik, Djali Gafur menilai, yang berpeluang adalah pasangan HEBAT dan Said yang dikabarkan telah berpasangan dengan Anderias Rentanubun. Sementara peluang Murad Ismail sangat kecil, karena belum berpasangan. “Nilai plus sepertinya ada pada SA-AR & Herman-Vanath, karena mereka sudah berpasangan. Sementara MI ini kan masih belum jelas wakilnya,” kata Djali.

Sepengetahuan dia, selama konstestai Pilgub Maluku, PKB belum pernah merekomendasi Assagaff. Baik saat Pilgub 2008, Assagaff sebagai wakil untuk Karel Albert Ralahalu maupun saat maju sebagai gubernur 2013.

Sementara Vanath pernah direkomendasi pada Pilkada Seram Bagian Timur (SBT). Namun, baik pasangan HEBAT maupun Assagaff harus memastikan rekomendasi parpol lainnya. Antara lain HEBAT untuk PDIP, dan Assagaff memastikan Golkar. “Assagaff juga harus pastikan Golkar,” jelas Direktur Indonesia Research & Strategy (IRS) itu. (TAB)

Click to comment

Most Popular

To Top