DPO Pembobol Rutan Polres Wakatobi Dibekuk – Ambon Ekspres
Kriminal

DPO Pembobol Rutan Polres Wakatobi Dibekuk

AMEKS ONLINE, NAMLEA.—Dua buronan yang kabur dari rutan Polres Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara terdeteksi melarikan diri ke Kabupaten Buru.

Satu orang berhasil ditangkap atas nama Aliadin alias La Ali. Sedangkan satunya lagi bernama Yudhi Kapota berhasil melarikan diri. Kedua orang ini ditahan karena melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan di Wakatobi.

Kedua tahanan itu kabur dengan cara menjebol rutan pada April 2017 lalu. Mereka dibekuk personil Intelkam dan Reskrim Polres Pulau Buru. Penyergapan dipimpin Kasat Intel AKP Muhammad Idham di areal Pasar Baru Tatanggo, Kabupaten Buru.

Ambon Ekspres yang turut meliput langsung proses penyergapan melihat bagaimana buronan yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) itu dibekuk. Sebelum ditangkap, kedua buronan ini diketahui telah berada di Pulau Buru selama 4 hari. Informasi ini kemudian sampai ke polisi.

Informasi ini kemudian ditindaklanjuti dengan pengintaian yang dilakukan anggota Satintelkam Polres Buru, Bripka Mustafa Tambona. Hasilnya, diketahui kalau keduanya berdomisili di Desa Marloso, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru.

Idham kemudian memerintahkan untuk melakukan penyergapan. Namun dalam perjalanan, diketahui bila kedua buronan menuju Namlea dengan menggunakan kendaraan roda dua jenis Honda CBR warna hitam. Tim memutuskan untuk menunggu di daerah Tatanggo.

Kurang lebih 25 menit menunggu, pukul 16.00 WIT, kedua DPO yang berboncengan itu melewati mobil tim penyergap menuju Pasar Baru Tatanggo. Tim penyergap dengan menggunakan dua unit mobil bergerak membuntuti keduanya.

Namun, kuat dugaan ada yang memberitahukan kepada keduanya bila dikejar polisi. Pasalnya, salah satu pelaku sempat berhenti dan menerima telepon dan keduanya langsung melarikan diri dengan berpencar. Aliadin melarikan diri ke arah ruko sedangkan Yudi melarikan diri ke arah PAL 2 Namlea.

Melihat gelagat itu, tim penyergap langsung mengejar keduanya sambil mengeluarkan tembakan peringatan. Setelah kurang lebih 20 menitDPO Aliadin berhasil dibekuk tepat di depan telaga air. Sementara Yudi Kapota yang mengenakan kaos berwarna hijau berhasil melarikan diri kedalam semak-semak.

Idham mengatakan, pihaknya langsung bergerak saat mendengar informasi keberadaan dua orang DPO itu. Reaksi cepat itu selain sudah menjadi kewajiban, hal itu juga untuk melindungi masyarakat Kabupaten Buru. ‘’Kedua DPO itu merupakan pelaku kriminal kelas besar. Keduanya tidak sungkan melakukan kekerasan hingga pembunuhan untuk memuluskan aksi pencurian dengan jumlah besar,’’ terang dia.

Dia mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap Yudi. ‘’Kita juga akan melakukan koordinasi dengan pihak pelabuhan Namlea guna mengantisipasi DPO Yudi melarikan diri,’’ imbuh dia.

Lebih lanjut dikatakan, sebelum sampai di Kabupaten Buru, keduanya sudah melarikan diri ke beberapa daerah di Indonesia. ‘’Sebelumnya kedua orang ini diketahui melarikan diri ke beberapa daerah di Indonesia sebelum salah satunya kita tangkap di Kabupaten Buru. Sudah 4 hari mereka berada di Buru,’’ terangnya.

Pantauan koran ini menyebutkan, warga yang mendengar suara tembakan langsung berhamburan keluar rumah untuk menyaksikan penangkapan tersebut. Salah satu warga di TKP, Jainudin mengatakan, pihak kepolisian sudah seharusnya bereaksi cepat dengan informasi seperti itu. ‘’Dengan masuknya orang dari luar Kabupaten Buru yang didasari perilaku yang bisa merugikan masyarakat Buru maka harus secepatnya diatasi agar masyarakat di Kabupaten Buru tidak menjadi korban,’’ ungkapnya.(DHE)

 

Click to comment

Most Popular

To Top