Perkara Repo “Dihidupkan” Lagi – Ambon Ekspres
Hukum

Perkara Repo “Dihidupkan” Lagi

AMEKS ONLINE, AMBON.—Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku kembali memeriksa mantan Direktur Kepatuhan PT Bank Maluku dan Maluku Utara (Malut), Izack Thenu. Thenu diperiksa sebagai saksi atas perkara dugaan korupsi Reverse Repo Fiktif senilai Rp 238,5 miliar. Hal ini disampaikan Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada wartawan diruang pers Kejati Maluku, Rabu (27/9).

Kata dia, pemeriksaan dilakukan sejak pukul 10.00 WIT hingga pukul 14.00 WIT. Thenu ditanyai puluhan pertanyaan terkait kerjasama Bank Maluku-Malut dengan PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Securitas oleh PT Bank Maluku periode 2011-Oktober 2014.
“Kepatuhan itu ruang kerjanya berkaitan dengan unsur kehati-hatian bank dalam menjalankan bisnis bank. Karena alasan itu Thenu diperiksa. Dia diperiksa oleh penyidik Defi Muskita,” jelas Samy.

Paska ditingkatkan ke tahap penyidikan sejak 1 Juni 2017 lalu baru lima orang saksi yang diperiksa. Mereka diantaranya, mantan Direktur Utama PT Bank Maluku, Dirk Soplanit, mantan Direktur Pemasaran Bank Maluku, Willem Patty, mantan Kadiv Treasury Bank Maluku, Edmon Cornelius Martinus, dan Analis pada Divisi Treasury, Critian Tomasoa.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil pemeriksaan rutin pada 2014, ditemukan transaksi reverse repo surat berharga sebesar Rp 238,5 miliar di Bank Maluku. Selain itu, OJK menemukan transaksi pembelian reverse repo surat berharga sebesar Rp 146 miliar dan USD 1.250 ribu di Bank Maluku dan Malut. Kedua transaksi itu dilakukan pihak Bank dengan PT. Andalan Artha Advisindo (AAA) Sekuritas yang dipimpin, Andre Rukminto.

Bank Maluku saat itu menerbitkan obligasi sebesar Rp 300 miliar dalam bentuk tiga seri, yakni seri A sebesar Rp 80 miliar yang telah dilunasi pada 2013. Seri B Rp 10 miliar telah dilunasi pada 2015. Seri C sebesar Rp 210 miliar jatuh tempo pada Januari 2017. (NEL)

Click to comment

Most Popular

To Top