Vanath Kembali ke Demokrat – Ambon Ekspres
Politik

Vanath Kembali ke Demokrat

AMEKS ONLINE, AMBON.—Sempat tidak mendaftar, kini Abdullah Vanath kembali ke Partai Demokrat untuk mengambil formulir pendaftaran. Selanjutnya, dia mendaftar sebagai bakal calon wakil gubernur.

Selain Vanath, kader Partai Demokrat, Michael Wattimena juga telah mengambil formulir pendaftaran. Dia berencana mendaftar sebagai calon gubernur. “Untuk hari ini (kemarin-red) ada dua bakal calon yang ambil formulir. Yakni pak Michael Wattimena sebagai calon gubernur dan Abdullah Vanath sebagai calon wakil gubernur. Mereka masing-masing mengutus utusannya. Kehadiran utusan BMW pagi. Sedangkan utusan Abdullah Vanath siang,” jelas ketua Komisi Pemenangan Pemilu (KPP) DPD Partai Demokrat Maluku, Max Sahusilawane kepada Ambon Ekspres via seluler, Rabu (27/9).

Sebelummya, Vanath telah mengambil formulir pendaftaran. Namun, mantan Bupati Maluku Tengah itu tidak mengembalikannya sebagai pertanda dia mendaftar secara resmi dan mengikuti tahapan berikutnya. Olehnya itu, Vanath digugurkan. “Beliau (Abdulah Vanath) memang sudah pernah ambil formulir di pembukaan sebelumnya, tetapi tidak dikembalikan, makanya gugur sendiri. Dan kalau, kali ini beliau mau lagi, ya harus ambil formulirnya dan dikembalikan sesuai dengan mekanismenya. Sehingga rencana, pengembalianya di hari Jumat ini. Kalau Pa Michael Wattimena pengembaliannya hari Sabtu,” katanya.

Selain itu, ada tiga kandidat lain yang rencana akan mengambil formulir dalam beberapa hari ke depan. Untuk bakal calon gubernur yakni Herman Koedeoboen dan Anggelina Pattiasina. Kemudian Hendrik Lewerissa sebagai bakal calon wakil gubernur. “Tim tiga kandidat sudah komunikasi dengan kami untuk mau mengambil formulir dan sepertinya besok (hari ini) pak Hendrik Lewerissa. Sedangkan ibu Angelina dan pak Herman belum tahu kapan. Mungkin besok atau lusa, kita tunggu saja,” tandas Max.

REKOMENDASI
Partai Demokrat memiliki 6 kursi di DPRD Provinsi Maluku. Sebelum perpanjangan pendaftaran, sebanyak enam bakal calon gubernur dan wakil gubernur sudah mendaftar. Tanpa Michael Wattimena.

Setelah didorong oleh Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan pada acara pelantikan pengruus DPD Demokrat Maluku, Agustus lalu, Michael kembali diperhitungkan. Tersiar kabar, perpanjangan pendaftaran di Demokrat khusus untuk mengakomodir anggoat DPR RI yang biasa disapa Bung Michael Wattimena (BMW) itu.

Namun, Sahusilawane menegaskan, Demokrat tidak mengistimewakan kader. Rujukan utama penetapan rekomendasi adalah elektabilitas kandidat yang diukur lewat survei. “Tidak ada keistimewaan kepada siapapun dalam proses ini, semuanya diberikan peluang yang sama. Kita belum bisa pastikan bahwa Pa Michael Wattimena yang juga kader akan mendapatkan rekomendasi Demokrat. Karena nantinya dilihat dari elektabilitasnya saat survei dilakukan. Selain itu, ada juga hal-hal lain yang menjadi pertimbangan DPP sebelum diputuskan. Karena bagaimanapun, pasangan yang diusungkan harus menang,” bebernya.

PETAHANA TIDAK SERIUS
Sementara itu, analis politik Djali Gafur menilai, peluang petahana Said Assagaff mendapatkan rekomendasi Demokrat kian sempit. Ini karena komunikasi yang tidak baik antara Said dengan Demokrat di daerah.

Dia mencontohkan, rencana makan malam bersama antara Said dalam kapasitasnya sebagai gubernur dengan Sekretaris Jenderal Hinca Panjaitan bersama pengurus DPD Partai Demokrat Maluku, Agustus lalu. Said tidak mampu mengelola komunikasi dengan baik. “Secara normatif ada kaidah standar komunilasi politik yang tidak mampu dikelola dengan baik oleh SA (Said Assagaff). Contoh kasus adalah gagalnya acara makan malam di Demokrat,” jelas Djali.

Padahal, komunikasi politik merupakan hal penting dalam rangka memperoleh rekomendasi partai politik. Tentu, ada faktor-faktor lainnya. “Ini tentu membuat perasaan kurang nyaman bagi siapa pun. Komunikasi politik itu paling utama adalah mengelola perasaan, perasaan masing-masing pribadi dan perasaan pribadi dengan institusional. Dan sepertinya SA tidak terlalu membutuhkan partai Demokrat,” pungkas Direktur Indonesia Research dan Strategy (IRS) itu. (WHB/TAB)

Click to comment

Most Popular

To Top