Gasperz – Rante Segera Dieksekusi – Ambon Ekspres
Hukum

Gasperz – Rante Segera Dieksekusi

AMEKS ONLINE, AMBON.—Mantan Kepala Dinas Perhubungan Maluku, Benny Gasperz dan mantan anak buahnya Jhon Rante segera dieksekusi Kejaksaan Negeri (Kejari) Maluku Tengah Cabang Wahai. Ini setelah jaksa mendapatkan salinan putusan berkekuatan hukum tetap. Keduanya bakal dieksekusi ke Lapas Kelas IIA Ambon.

“Setelah mendapat salinan dalam waktu dekat kita akan lakukan eksekusi terhadap Benny Gaspersz dan Jhon Rante,” kata Kepala Kantor Cabang Kejari Malteng di Wahai, Ajit Latuconsina kepada Ambon Ekspres di Kantor Kejati Maluku, Kamis, (28/9).

Gaspersz dan Rante merupakan terpidana korupsi Studi Kelayakan Pembangunan Bandara Arara, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) tahun 2015.
“Eksekusi akan dilakukan karena tidak ada upaya hukum baik dari Beny Gaspersz maupun Jhon Rante atas putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Ambon. Pak Beny divonis penjara selama 2 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan. Sementara Jhon Rante divonis 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 50 juta” jelas Ajit.

Untuk dua terdakwa lainya yakni, Widodo Budi Santoso alias Santo dan Endang Saptawati yang juga divonis pidana penjara bervariasi belum dilakukan eksekusi karena mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Ambon. “Endang divonis 2 tahun penjara sementara Santo divonis 3 tahun penjara. Atas putusan itu mereka tidak puas dan sudah mengajukan banding. Hasil koordinasi kita dengan pengadilan, memori banding kedua terdakwa telah masuk dan kami (JPU-red) siap mengajukan kontra banding,” ujar Ajit.

Dakwaan JPU sebelumnya, tahun anggaran 2015, Dishub Maluku mendapatkan dana Rp 810 juta yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) untuk belanja jasa konsultasi perencanaan untuk studi pembangunan Bandara Arara, Kabupaten Maluku Tengah. Terdakwa Gaspersz diangkat sebagai KPA sekaligus sebagai PPK. Kemudian Gaspersz mengangkat John Rante sebagai PPTK.

Selanjutnya pada 30 Juli 2015 dilakukan penandatanganan surat perjanjian kontrak dengan PT Bennatin Surya Cipta selaku penyedia jasa. Namun yang menandatangani kontrak bukanlah Pensong Benny selaku Direktur PT Bennatin Surya Cipta, melainkan terdakwa Widodo Budi Santoso selaku Direktur PT Seal Indonesia, dengan cara memalsukan tanda tangan Pensong Benny seolah-olah kontrak tersebut dibuat oleh Pensong Benny.

Akibat perbuatan keempat terdakwa menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 670.080.000 berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan Maluku. (NEL)

Click to comment

Most Popular

To Top