Nasdem Rekomendasi Murad Ismail – Ambon Ekspres
Politik

Nasdem Rekomendasi Murad Ismail

AMEKS ONLINE, AMBON.—Upaya para bakal calon Gubernur Maluku mendapatkan rekomendasi Partai Nasional Demokrat, (Nasdem) berakhir. Nasdem akhirnya secara resmi merekomendasi
Irjen Pol. Murad Ismail.

Namun, rekomendasi itu masih bersifat sementara. Surat Keputusan (SK) sebagai tiket untuk mendaftar akan diberikan oleh Nasdem, setelah Murad memastikan wakilnya.

Rekomendasi diserahkan langsung oleh Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh didampingi ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Maluku Hamdani Laturua dan Tim Tujuh di Sekretariat DPP Nasdem, Jalan RP Soeroso No 44, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/9). “Kepercayaan Partai Nasdem terhadap suatu proses pemilihan gubernur dan wakil gubernur hari ini telah selesai. Dan DPP telah membuat rekomendasi yang sifatnya sementara saja. Rekomendasi itu diberikan kepada pak Murad Ismail untuk dicalonkan menjadi gubernur,” jelas Hamdani saat dikonfirmasi Ambon Ekspres.

Hamdani menyatakan, dukungan kepada Murad karena menurut Nasdem, elektabilitas Komandan Korps Brimob Polri itu terus naik. Murad juga dinilai punya kemampuan untuk membangun Maluku ke depan lebih baik lagi. “Yang jelas, kalau soal pertimbangan, itu akan disampaikan ketua umum kepada yang bersangkutan. Di mana proses pembicarananya itu ketua umum sudah menilai bahwa yang bersangkutan ini bisa membangun Maluku. Selanjutnya soal dukungan, karena elektabilitasnya itu makin hari makin meningkat,” papar dia.

Di dalam rekomendasi itu belum dicantumkan nama bakal calon wakil gubernur. DPP Partai Nasdem memberikan waktu buat Murad untuk memastikan pendamping, lalu melapor ke DPP untuk diterbitkan Surat Keputusan (SK) sebagai dasar untuk mereka mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku. “Tapi sesungguhnya yang namanya rekomendasi untuk Partai Nasdem itu masih sifatnya sementara. Ada satu putusan lagi yang namanya surat keputusan. Nah, surat inilah yang dipakai pasangan calon mendaftarkan dirinya di KPU pada waktu dibuka pendaftaran. Namanya rekomendasi itu tidak dibisa dipakai. Beda sifatnya,’’ terang dia.

Nasdem tidak mengintervensi penentuan wakil. Itu menjadi kewenangan mutlak dari Murad selaku bakal calon gubernur. Nasdem juga memastikan, dukungan dalam bentuk rekomendasi itu tidak akan lagi berubah. “Di dalam rekomendasi itu belum tentukan wakilnya, dan diberikan kesempatan kepada pak Murad untuk dia mencari wakil yang cocok dengan dirinya. Selanjutnya disampaikan kepada DPP agar DPP mengeluarkan surat keputusan. Wakil itu adalah kewenangan kandidat itu sendiri. Selain itu, Nasdem juga akan mengamati efek dari pemberian rekomendasi kepada Murad lewat survei,” ujarnya.

Dia menambahkan, dalam waktu dekat Nasdem akan melakukan survei lagi untuk mengetahui respons masyarakat atas pemberian rekomendasi kepada Murad. Elektabilitas Murad akan diuji lagi. “Kira-kira bagimana reaksi rakyat Maluku terhadap rekomendasi, bagaimana elektabilitasnya itu,” jelasnya.

Hamdani juga memastikan, tidak ada gejolak internal Nasdem di Maluku. Semua proses dan tahapan sudah berjalan. Apapun keputusan partai, tetap ditaati oleh kader Nasdem. “Tidak ada gejolak internal. Yang namanya sebelum rekomendasi itu dikeluarkan, lalu ada beda pendapat anggota Partai Nasdem, itu hal biasa. Dan jika hari ini telah dikeluarkan rekomendasi, ya semua punya naluri, keinginan dan asa politik yang sama untuk taat dan mengamankan keputusan partai,” pungkasnya.

Sekretaris Bapilu dan Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik DPP NasDem, Willy Aditya mengatakan, ada beberapa pertimbangan mengapa Nasdem mendukung Murad Ismail. Pertama Partai Nasdem dalam kontestasi pilkada selalu memajukan putra-putri terbaik. Nasdem melihat rekam jejak Murad Ismail yang bisa diterima semua kelompok masyarakat Maluku. “Untuk kondisi Maluku hal tersebut sangatlah penting. Ke dua, elektabilitas Murad Ismail yang terus menanjak,” papar Willy Aditya dikutip dari website resmi DPP Nasdem, kemarin.

Aditya mengaku, pertemuan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dengan Murad Ismail, merupakan proses akhir sebelum mengeluarkan surat rekomendasi pilkada. Dengan dikeluarkannya rekomendasi tersebut, maka Murad Ismail tinggal melakukan komunikasi dengan partai lain untuk mencukupi jumlah kursi sebagai syarat pendaftaran ke KPUD. “Pada pertemuan tadi, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh berharap Murad Ismail terpilih dan mampu menjadi gubernur bagi seluruh masyarakat Maluku yang sangat beragam. Pak Surya Paloh juga menyampaikan Maluku yang kaya akan sejarah, dan pernah bergolak di awal reformasi harus dijaga kondusifitasnya. Dan semoga di bawah kepemimpinan Murad Ismail bisa sejajar dengan provinsi maju yang lain,” tukas Aditya.

Seperti diketahui, Nasdem mengusulkan lima nama ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yakni Said Assagaff, Murad Ismail, Tagop Soulisa, Angelina Pattiasina dan Johuzua Max Yoltuwu. Dokumen bakal calon gubernur dan wakil gubernur Maluku periode 2018-2023, termasuk survei telah diserahkan ke DPP.

PARPOL LAIN MENYUSUL
Partai Nasdem memiliki 4 kursi di DPRD Provinsi Maluku. Olehnya itu, Murad dan balon pasangannya masih butuh 5 kursi lagi untuk mencukupi syarat pendaftar ke KPU.

Tim Murad Ismail, Sam Latuconsina mengatakan, dalam waktu dekat Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 1 kursi dan Hati Nurani Rakyat (Hanura) 4 kursi akan memberikan rekomendasi. Partai lain yang juga ditargetkan akan menyusul. “Dalam waktu dekat ini, kemungkinan Hanura, PAN yang sudah hampir ya dalam proses rekomendasi. Nanti yang pasti nyusul. Insyah Allah,” jelas Sam.

Tetapi Sam belum memastikan siapa balon wagub untuk Murad. Masih dalam tahapan komunikasi antar kandidat maupun parpol pengusung. “Wakil nanti dalam satu dua hari ke depan, baru kita konfirmasi kepastiannya. Karena ini kan masih koordinasi juga dengan semua partai pengusung. Nanti formnya ke mana, baru kita akan lepas ke publik,” pungkas Sam. (TAB)

Click to comment

Most Popular

To Top