Novanto Belum Teken SK Golkar – Ambon Ekspres
Politik

Novanto Belum Teken SK Golkar

AMEKS ONLINE, AMBON.—Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar sudah menetapkan Said Assagaff dan Anderias Rentanubun sebagai pasangan bakal calon gubernur-wakil gubernur Maluku 2018-2018. Namun, Surat Keputusan (SK) belum ditanda tangani oleh ketua umum dan sekretaris jenderal Golkar, Setya Novanto dan Idrus Marham.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Timur (Maluku, Papua, Papua Barat), Aziz Samual yang dihubungi lewat telepon genggam Rabu (27/9) mengatakan, rekomendasi Golkar memang sudah diparaf dirinya dan Korbid Pemenangan Pemilu Indonesia II (Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi dan Papua) Ahmad Hidayat Mus. Hingga kemarin, SK sementara ditangan Aziz. “SK sekalian B1 KWK ada di saya. SK itu sudah dengan wakil, dengan pak Andre (Anderias Rentanubun). Saya sudah paraf, pak Ahmad Hidayat Mus sudah paraf. Tinggal tanda tangan saja dari sekjen dengan ketua umum. Jadi, SK itu masih ada di tangan saya,” ungkap Aziz.

Aziz menjelaskan, SK belum diteken karena Ketua Umum Golkar masih sakit. Novanto yang juga ketua DPR itu dirawat di Rumah Sakit (RS) Premier Jakarta. “Karena berhubung ketua umum masih dalam keadaan sakit. Jadi, disuruh pegang sampai beliau sembuh dari sakitnya. Mudah-mudahan dalam satu dua hari ini bisa selesai. Kalau sudah, ya langsung ditanda tangani,” jelasnya.

Dia enggan menyampaikan nomor SK tersebut. “Kalau sudah tanda tangan, baru bisa diberikan. Belum tanda tangan, berarti belum sah. Kan tanda tangan harus lewat saya juga,” ungkapnya.

Menurut dia, isu yang masih berkembang soal ketidakpastian rekomendasi dan pasangan merupakan liku-liku politik. Dan itu terjadi di semua daerah. “Bukan di Maluku saja, tapi di seluruh Indonesia juga demikian. Kalau sudah sampai tanda tangan, baru selesai. Selama belum tanda tangan ya, fitnah dan spekulasi-spekulasi pasti ada. Fitnah dalam politik, itu hal biasa. Bukan hal yang luar biasa,” tegasnya.

Soal arah koalisi, kata dia, belum dapat dipastikan. Sangat tergantung dari lobi dan komunikasi kandidat dengan partai politik lainnya. ”Golkar itu kan terbuka buat siapa saja. Tetapi kan tergantung dari para calonnya sendiri. Para calon kan harus lobi-lobi kan,” pungkas Aziz.

TUNGGU PDIP
Diberitakan sebelumnya, Wakil DPD Partai Golkar Maluku Bidang Pemenangan Pemilu Kabupaten Maluku Tengah, Hairudin Tuarita mengatakan, Assagaff dan Golkar masih menunggu keputusan PDI Perjuangan. ‘’Tinggal menunggu PDIP. Mudah-mudahan akhir September ini PDIP sudah memutuskan dan menetapkan rekomendasi. Kalau Golkar sudah tidak ada masalah. Tinggal pak Assagaff menetapkan wakil, dan rekomendasi Golkar diberikan,” kata Hairudin.

Menunggu rekomendasi PDIP, menurut dia, merupakan strategi yang wajar. Ini karena hingga sekarang belum satupun partai politik menetapkan rekomendasi.

Meski begitu, Assagaff sudah menetapkan batas waktu untuk mengambil keputusan. Apabila PDIP belum juga menetapkan rekomendasi untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2018 – 2023 pada akhir September atau awal Oktober, Assagaff dipastikan akan membuat keputusan. “Akhir September atau awal Oktober pak Bip (Said Assagaff) mengambil keputusan, setelah PDIP memastikan tidak memberikan rekomendasi kepada beliau atau kepada kandidat lain,” papar Hairudin. (TAB)

Click to comment

Most Popular

To Top