Jaksa Berlama-lama di Kasus Jack – Ambon Ekspres
Hukum

Jaksa Berlama-lama di Kasus Jack

AMEKS ONLINE, AMBON.—Kejaksa- an Tinggi Maluku selalu punya alasan dalam penanganan perkara Jack Stuart Manuhutu alias Jack. Kalau sebelumnya sakitnya Jack dijadikan alasan, kini jaksa berdalih dakwaannya belum rampung. Padahal penetapan pejabat Bank Maluku-Maluku Utara itu sebagai tersangka sejak akhir tahun 2016 lalu.

Jack ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan dan bangunan di Jalan Darmo Nomor. 51 Surabaya milik PT Bank Maluku dan Malut Tahun 2014 itu masih sementara disemupurnakan. ‘’Saat ini JPU sementara melakukan penyempurnaan terhadap berkas Jack, namun bisa dipastikan dalam waktu yang tidak lama sudah bisa kita limpahkan ke pengadilan,” ungkap Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada Ambon Ekspres di ruang kerjanya, Jumat (29/9).

Penyempurnaan dakwaan Jack bagian dari mekanisme penuntutan. Sebelumnya JPU menyusun rencana dakwaan atau disebut rendik. Dakwaan ini diserahkan lagi kepada penyidik apakah masih ada kekurangan ataukah tidak. “Itu mekanismenya. Perlu ada penyempurnaan sehingga dalam penyusunan dakwan itu tidak ada kekurangan, sehingga pembuktian perkara di persidangan nantinya dakwaan dapat dibuktikan,” jelas Samy.

Jack saat ini berstatus tahanan kota karena mengidap penyakit jantung koroner yang baru saja menyelesaikan oprasi jantung di RSCM Jakarta. Status tahanan kota disandangnya setelah proses tahap II di Kejari Ambon, Kamis, (27/7).

Dalam kasus ini sudah ada empat orang tersangka. Tiga orang sudah dihukum. Mereka diantaranya Idris Rolobessy yang dijatuhi hukuman 10 tahun penjara setelah banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Ambon. Selain pidana badan, dia juga dibebankan membayar denda sebesar Rp 500 juta subsider tujuh bulan kurungan, uang pengganti sebesar Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan.

Kemudian Hentje, Direktur CV Harves ini divonis 12 tahun penjara denda Rp. 800 juta subsider tujuh bulan kurungan dan uang pengganti sebesar Rp. 7,2 miliar subsider empat tahun penjara. Rolobessy dan Hentje terbukti melanggar UU Tipikor serta, dan UU TPPU.

Sementara Petro Tentua dihukum 7 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan. Kendati vonis PT sudah tinggi, penuntut umum pada Kejati Maluku masih saja menyatakan kasasi ke MA begitu juga dengan ketiga terdakwa melalui penasehat hukumnya masing-masing. (NEL)

Click to comment

Most Popular

To Top