Sono, Lansia Lumpuh – Ambon Ekspres
Features

Sono, Lansia Lumpuh

(Rekian - RadarKediri/JawaPos.com) BUTUH BANTUAN: Sono tengah menyapu lantai rumahnya di Desa Girirejo, Kecamatan Bagor. Sejak empat bulan lalu, pria yang tinggal di kandang sapi ini lumpuh.

Tak Bisa Bekerja, Hidup dari Belas Kasihan Tetangga

Sejak empat bulan lalu, penderitaan Sono bertambah. Pria berusia 60 tahun yang tinggal di bekas kandang sapi di Dusun Pesukidul, Desa Girirejo, Kecamatan Bagor itu mendadak lumpuh. Dia pun beraktivitas dengan cara ngesot.

OLEH:REKIAN, Kediri

Seorang pria tua terlihat duduk lesehan di depan rumah berukuran 2,5×6 meter di Dusun Pesukidul, Desa Girirejo, Kecamatan Bagor Rabu (27/9) lalu. Mendung yang mulai bergelayut sekitar pukul 15.00 sore itu tak membuat pria bercelana pendek itu beranjak.

Hawa dingin yang mulai terasa sore itu juga belum membuatnya bangkit mengambil kaus untuk menutupi tubuhnya yang terbuka. Pria yang separo rambutnya sudah memutih itu baru mau masuk ke dalam rumah setelah rintik hujan turun beberapa saat kemudian.

Yang mengejutkan, dia tidak berjalan seperti orang kebanyakan. Melainkan ngesot layaknya anak yang masih belajar berjalan. Tak ayal, dua betisnya yang jadi tumpuan terlihat mengeras kulitnya. Warnanya pun putih kehitaman karena setiap hari beradu dengan tanah. “Mulai udan (hujan, Red),” kata Sono.

Hidup sendiri, tidak hanya kondisi tubuh Sono yang memprihatinkan. Kondisi rumah, jika memang layak disebut rumah, jauh lebih memprihatinkan. Dia tinggal di bangunan berukuran 2,5×6 meter yang sebelumnya dipakai warga sebagai kandang sapi.

Seperti layaknya kandang, bagian depan dibiarkan terbuka tanpa pintu. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Itupun bukan anyaman bambu yang rapat. Melainkan anyaman bambu yang biasa digunakan untuk kandang. Sehingga, anyamannya mirip seperti rangka bambu yang lubang-lubangnya menganga lebar.

Apakah tidak kedinginan? Sono yang tetap tidak memakai kaus itu menjawab dengan gelengan kepala. Dia justru berkelakar kepanasan saat orang lain sudah mulai kedinginan. “Niki sumuk (ini panas, Red),” jawabnya pendek.

Tinggal di kandang sapi bukan hal yang menyedihkan bagi Sono. Pria yang saat masih sehat bekerja sebagai buruh tani itu sebelumnya tinggal di kandang ayam. Kondisinya pun tak kalah dari kandang sapi yang ditinggalinya.
Meski hanya memiliki dipan seadanya untuk tidur dan kursi panjang dari bambu, Sono tak mengeluh. Pun, setelah dia tidak mampu lagi berjalan selama empat bulan terakhir.

Dengan kondisinya yang terbatas, Sono dibantu warga sekitar. Baik kebutuhan air minum dan makan. Pria asli Desa Girirejo, Kecamatan Bagor itu memang tergantung sepenuhnya kepada tetangga.

Sebab, untuk sekadar berjalan saja dia kesulitan. Satu-satunya aktivitas yang bisa dilakukan adalah menyapu sekeliling kandang sapi yang ditempatinya dengan ngesot. Tak heran, meski berlantai tanah, ‘rumah’ tempat tinggalnya sangat bersih.

Di tengah keterbatasannya, Sono hanya memiliki keinginan yang sederhana. “Kula pingin mantun (saya ingin sembuh, Red),” lanjut Sono mengisahkan tentang penyakit nyeri di kaki yang membuatnya lumpuh tak bisa berjalan. (rk/rq/die/JPR)

Click to comment

Most Popular

To Top