BBM Satu Harga di SBB – Ambon Ekspres
Ekonomi

BBM Satu Harga di SBB

SVP Fuel Marketing & Distribution Pertamina Gigih Wahyu Hari Irianto bersama GM MOR VIII Made Adi Putra melakukan pengisian perdana BBM bagi kendaraan roda dua di SPBU Mini dusun Wailey, Desa Latu, Kecamatan Amalatu, Kabupate Seram Bagian Barat dalam Program BBM Satu Harga, Senin (2/10). ICHA WURLIANTY/AMEKS

AMEKS ONLINE, AMBON.-Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku menjadi lokasi ke 25 dalam penerapan program BBM Satu Harga. Harga Premium yang sebelumnya bisa mencapai Rp 12.000 per liter kini bisa didapatkan seharga Rp 6.450 per liter.
Program BBM Satu Harga merupakan program pemerintah yang ditugaskan ke Pertamina. Untuk tahun 2017, ada 54 lokasi 3T (terluar, terdepan, tertinggal) yang ditargetkan menjadi target BBM Satu Harga.

Salah satu warga, Arif Rumalutur mengungkapkan, dengan adanya SPBU mini serta harga BBM satu harga ini, dirinya bersama masyarakat setempat tidak lagi kesulitan mencari BBM dengan menempuh jarak 40 sampai 80 kilometer. “Biasanya kami kalau butuh BBM harus ambil di Waipirit yang jarak dari desa sekitar 40 kilometer atau ke Waipia yang jarak 80 kilometer. Dengan adanya SPBU disini, kami tidak lagi kesulitan seperti sebelumnya,” ungkapnya.

Dia juga bercerita bagaimana usaha warganya mencari BBM sebelum ada SPBU di wilayahnya. Jarak terdekat Dusun Wailey ini ke SPBU terdekat adalah sekitar 37 km ke Desa Waipirit dan 80 km ke Desa Waipia. Tapi kini Arief dan warga lainnya menyaksikan untuk pertama kalinya, masyarakat Wailey bisa mendapatkan BBM langsung di SPBU yang ada di kecamatan mereka.

SVP Fuel & Marketing Distribution PT Pertamina (Persero) Gigih Wahyu Hari Irianto mengatakan bahwa sampai saat ini SPBU Amalatu adalah SPBU ke 25 yang telah terbangun dari total rencana 54 Lembaga Penyalur Rencana Program BBM Satu Harga Nasional di wilayah 3 T. Untuk Pertamina MOR VIII Amalatu merupakan titik ke 13 dari total 19 lembaga penyalur yang akan didirikan di wilayah Maluku Papua sampai dengan akhir tahun 2017. “Pendirian SPBU ini kami harap membawa dampak positif bagi perekonomian dan bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia, khususnya masyarakat Seram Bagian Barat, Maluku,” ujar Gigih.

Peresmian BBM Satu Harga di Dusun Wailey, Desa Latu, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, pada 2 Oktober 2017 ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Ego Syahrial. Turut dihadiri Kepala Badan Pengatur Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) M Fanshurullah Asa, SVP Fuel & Marketing Distribution PT Pertamina (Persero) Gigih Wahyu Hari Irianto, Bupati Seram Bagian Barat M Yasin Payapo dan anggota Komisi VII DPR RI Mercy Chriesty Barends. “Melalui Program BBM Satu Harga, pemerintah bersama Pertamina berkomitmen untuk terus menambah jumlah lembaga penyalur BBM di seluruh Indonesia. Alhamdulillah, pada hari ini masyarakat di Amalatu akhirnya bisa menikmati BBM dengan harga yang sama seperti di Jawa. Hal ini tidak lepas berkat dukungan pemerintah daerah, TNI dan Polri, serta stakeholders terkait,” ujar Dirjen Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial dalam sambutannya.

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan Secara Nasional, pemerintah menugaskan Pertamina merealisasikan BBM Satu Harga di seluruh wilayah Indonesia sejak 1 Januari 2017.

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa juga menegaskan, pembangunam SPBU di wilayah 3 T ini bukan merupakan hal yang mudah mengingat geografis dan ongkos angkut yang tinggi, sehingga perlu dipastikan tepat sasaran peruntukannya. “Perlu ada pengawasan dan monitoring dari pemerintah daerah dan aparat agar penyaluran BBM 1 harga ini tepat sasaran” pungkas Fanshurullah.

Sementara, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Mercy Barends, dirinya bersama anggota komisi VI lainnya terus berupaya agar wilayah-wilayah yang sulit dapatkan perhatian dari pemerintah melalui BUMN terutama dalam hal kebutuhan akan BBM. “Ini agar masyarakat pinggiran di Maluku tidak menanggung biaya tinggi untuk BBM. Ini yang kita upayakan dengan penambahan lembaga penyalur BBM satu harga. Sehingga pemain spekukan BBM makin kecil,” ujarnya.(IWU)

Click to comment

Most Popular

To Top