Murad Lolos, Petahana Belum Pasti – Ambon Ekspres
Politik

Murad Lolos, Petahana Belum Pasti

PKB Tunggu Pendapat Kiai

AMEKS ONLINE, AMBON.—Langkah Murad Ismail sebagai calon Gubernur Maluku kian mulus. Dia telah mengantongi rekomendasi tiga partai politik dan menjadi bakal calon pertama yang telah memenuhi persyaratan.

Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 1 kursi, adalah partai pertama yang mengeluarkan rekomendasi dukungan kepada Murad dengan Nomor 032//PILKADA/VII/2017, tertanggal 18 Agustus 2017. Disusul rekomendasi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) 4 kursi, Nomor 158-SI/DPP-Nasdem/IX/2017, tanggal 28 September yang diserahkan secara langsung Surya Paloh, Kamis (28/9).

Partai berikutnya adalah Hati Nurani Rakyat (Hanura). DPP Partai Hanura secara resmi telah memberikan dukungan politik kepada bakal calon Gubernur Maluku periode 2018 – 2023, Murad Ismail melalui nota permohonan rekomendasi Nomor 24/TPP/DPP-Hanura/X/2017, tertanggal 3 Oktober yang ditanda tangani Ketua Tim Pilkada Pusat (TPP) M Farid Al Fauzi. “Iya, tiga partai itu yang sudah final ke pak Murad Ismail,” kata Azis Tunny, juru bicara tim Murad Ismail ketika dikonfirmasi Ambon Ekspres, Rabu (4/10).

Azis memastikan, dalam waktu dekat rekomendasi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pemilik 5 kursi dan Partai Keadikan dan Persatuan Indonesia (PKPI) pemilik 2 kursi akan menyusul. Olehnya, dia memastikan Murad menjadi kandidat pertama yang lolos sebagai calon Gubernur Maluku periode 2018 – 2023. “Iya, saya pastikan MI (Murad Ismal) akan menjadi kandidat yang pertama lolos sebagai calon Gubernur Maluku dengan dukungan parpol minimal akumulasi 9 kursi di DPRD Maluku. Jadi statement Pak Murad saat peringatan HUT-nya beberapa waktu lalu, bahwa dia sudah mendapat dukungan minimal 15 kursi di DPRD itu bukan hoax. Walaupun rival kami mencibir saat klaim itu beliau sampaikan, tapi hari ini MI mampu buktikan satu persatu ke publik bahwa beliau serius dengan statementnya tempo lalu,” papar Azis.

Surat Keputusan (SK) dari parpol-parpol tersebut akan diterbitkan setelah Murad menetapkan bakal calon wakil gubernur. “Nanti SK ketika pak Murad sudah punya wakil, baru kita keluarkan. Karena calon gubernur dan wakilnya nanti didaftarkan sekaligus. Tapi, sudah pasti SK akan diberikan kepada pak Murad dan wakilnya,” jelas Ketua DPD Partai Hanura, Ayu Hindun Hasanussi Ayu saat dihubungi Ambon Ekspres via seluler, Rabu (4/10).

DPP Hanura tidak memberikan batas waktu bagi Murad untuk menentukan bakal calon wakil. Ini karena Komandan Korps Brimob Polri, itu masih fokus ke partai lainnya dan mencari pendamping ideal. Ayu menyatakan, kewenangan penetapan rekomendasi di DPP. DPD Hanura Maluku hanya membuka pendaftaran dan menjaring bakal calon gubernur dan wakil gubernur dan menyerahkan hasilnya ke DPP.

Ada tiga alasan utama Hanura merekomendasi Murad, yakni survei, komitmen politik dan kepastian mendapatkan rekomendasi partai politik lainnya. “Tentunya ada banyak pertimbangan. Antara lain, survei, komitmen politik, komunikasi dan lain sebagainya. Salah satunya, kepastian dari partai-partai lainnya yang telah memberikan rekomendasi ke pak Murad,” akunya.

Partai Hanura memiliki 4 kursi di DPRD provinsi dan 24 kursi di 11 kabupaten/kota di seluruh Maluku. Seluruh kader Hanura akan bekerja maksimal, dan sangat yakin Murad berpeluang memenangkan Pilgub Maluku. “Hanura sangat yakin, beliau pasti menang. Makanya, Hanura kasih ke beliau,” pungkasnya.

Ayu menandaskan, sanksi tegas akan diberikan kepada kader terbukti melawan keputusan DPP Hanura, dengan tidak bekerja memenangkan kandidat yang diusung atau bekerja untuk kandidat lain. Bahkan, Hanura bisa menarik dukungan politik yang telah diberikan sebelumnya, baik saat Pilkada maupun Pileg. “Untuk semua kader, baik itu pengurus, anggota DPRD maupun bupati mau siapapun yang berani tidak mengamankan rekomendasi, akan diambil tindakan tegas. Jangan coba-coba ada ketahuan, siapa yang membelot atau main dua kaki. Hanura sudah besar, dan sekarang kita harus keras. Apalagi DPP telah mengeluarkan keputusan,” tegas Ayu.

Seperti diberitakan sebelumnya, DPP Partai Golkar melalui Koordinator Wilayah Timur, Asis Samual mengaku, rekomendasi Golkar sudah diterbitkan untuk Said Assagaff dan Anderias Rentanubun sebagai calon gubernur dan wakil gubernur. Setelah sembuh, Ketua Golkar Setya Novanto akan menandatangani SK.

Ketua Tim Said, Abdullah Tuasikal optimis, Assagaff akan lolos. Ini karena elektabilitas Assagaff tertinggi dari kandidat lainnya, dan menjadi pertimbangan bagi parpol selain Golkar yang memiliki 6 kursi, mengeluarkan dan memberikan rekomendasi. “Masa petahana tidak dapat perahu. Yang saya kwathirkan, ini hanya Hoax saja dari orang-orang yang sebenarnya berfikir negatif saja. Coba lihat di mana-mana, apakah petahana tidak dapat perahu (rekomendasi parpol). Kan tidak mungkin,” kata Tuasikal, Sabtu (30/9).

PENDAPAT KIAI
Sementara itu, keputusan DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) soal rekomendasi untuk Pilgub Maluku masih menunggu pendapat dan arahan dari para Kiai Nahdlatul Ulamah (NU) dan Kiai dari kepengurusan Dewan Syura PKB. Pandangan para Kiai sangat penting dalam penentuan rekomendasi. “Sampai saat ini PKB masih meminta petunjuk dan arahan dari para kyai. Pastinya, ada survei langit atau pendapat para kyai sebagai orang percaya dan beriman, sangat kita hargai, tidak terlepas dari hasil survei elektabilitas,” kata wakil ketua DPW PKB Maluku, Jermias Sery.

PKB tidak membedakan setiap daerah atau pilkada dalam penentuan rekomendasi. Sebab, PKB membutukan basis politik sebanyak mungkin untuk menopang rencana pencalonan ketua umum Muhaimin Iskandar sebagai Presiden atau Wakil Presiden 2019 mendatang. “Paling penting Pilkada Maluku, ini persoalan Keindonesiaan, rahmatilalamin. Ini jadi tolak ukur PKB menentukan kebijakan politik, sebagai penopang kuat dalam rangka pencalonan Cak Imin sebagai presiden. Misalnya, kalau bisa menang di Jawa, tapi daerah lain tidak dan hanya bedah 5 suara, itu kita rugi,” jelas Korda PKB Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Kepulauan Aru dan Maluku Barat Daya.

MENUNGGU KETUM
Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI Maluku Lenda Noya, yang dikonfirmasi mengakui sampai saat ini, PKPI belum mengeluarkan rekomendasi kepada pasangan calon manapun dari tiga nama yang diusulkan yakni Said Assagaff, Murad Ismail, dan Tagop Sudarsono Soulisa.

Ketiga bakal calon ini sama-sama telah melakukan komunikasi politik dengan Dewan Pimpinan Nasional (DPN), namun bukan berarti sudah diberikan rekomendasi. “PKPI sampai saat ini belum mengeluarkan rekomendasi kepada siapapun, ketiga bakal calon ini. Memang meraka sudah pernah melakukan lobi-lobi politik dengan Ketua, tetapi bukan untuk diberikan rekomendasi,” kata Lenda.

Kemungkinan besar minggu depan sudah dikeluarkan. “Ketua masih di luar negeri (Sanghai, Cina) yang rencana kembali besok atau lusa. Sehingga, sudah bisa dipastikan minggu ini rekomendasi PKPI sudah keluarkan. Kemudian untuk mengarahnya kepada siapa, itu urusan DPN, bukan kewenangan kami,” singkatnya. (TAB/WHB)

Click to comment

Most Popular

To Top