Pameran Alutsista dan Penyerahan Sampah Plastik di HUT TNI ke 72 – Ambon Ekspres
Berita Utama

Pameran Alutsista dan Penyerahan Sampah Plastik di HUT TNI ke 72

SAMPAH PLASTIK : Foto bersama Kasdam XVI/Pattimura, Kabinda Maluku, Walikota Ambon, Irwasda Polda Maluku, Kadis PU Maluku dan pejabat lain didepan truk milik TNI yang memuat 7,2 ton sampah plastik yang diserahkan kepada Dinas PU Maluku di depan Lapangan Merdeka Ambon, Rabu (4/10).

AMEKS ONLINE, AMBON.—Pameran Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista), Program Emas Biru, dan Emas Hijau serta penyerahan sampah plastik kepada Pemprov Maluku mewarnai HUT TNI yang ke – 72 di Kota Ambon. TNI telah melakukan banyak hal diluar operasi perang untuk masyarakat dan bangsa Indonesia, termasuk Maluku.

Operasi militer selain perang yakni membantu pemerintah dalam memelihara situasi dan kondisi keamanan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu upaya yang telah dilakukan oleh jajaran TNI termasuk Kodam XVI/Pattimura, yakni melalui program Emas Biru dan Emas Hijau.

Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo melalui Kapendam Kolonel Arm Sarkistan Sihaloho mengatakan, HUT TNI kali ini dilaksanakan agak berbeda dengan tahun sebelumnya. Pelaksanaan kali ini terbuka untuk umum. Pameran Alutsista dan pameran Emas Biru serta Emas Hijau yang menjadi program unggulan Kodam XVI/Pattimura ditampilkan. “Ada pameran menampilkan program Emas Biru dan Emas Hijau satuan jajaran Kodam XVI/Pattimura sebagai program unggulan. Emas Biru merupakan sebutan program untuk mengelola potensi kekayaan alam Maluku di sektor kelautan seperti budidaya ikan, lobster, kepiting dan rumput laut. Sedangkan Emas Hijau merupakan sebutan program untuk mengelola di sektor perkebunan, kehutanan dan pertanian seperti budidaya tanaman rempah, pohon keras dan buah-buahan serta hortikultura,” jelas Sihaloho kepada Ambon Ekspres dikawasan Lapangan Medeka Ambon, Rabu (4/10).

Dikatakan, melihat dari dekat program Emas Biru dan Emas Hijau serta berbagai jenis Alutsista yang dimiliki Kodam XVI/Pattimura menunjukkan kedekatan TNI dengan masyarakat. Hal itu juga sesuai dengan tema besar di HUT TNI ke – 72 yakni “Bersama Rakyat TNI, Kuat, Hebat, Profesional, Siap Wewujudkan Indonesia yang Mandiri, Berdaulat, Berkepribadian, Adil dan Makmur”.

Dikatakan, selain pameran program Emas Biru dan Emas hijau, yang merupakan bagian dari upaya membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejateraan masyarakat, juga dilakukan pameran Alutsista TNI, dari tiga matra yakni AD, AL dan AU. “Perlu kita pahami bersama, bahwa pameran Alutsista Kodam XVI/Pattimura yang kita gelar di Lapangan Merdeka ini, bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat Maluku tentang persenjataan yang dimiliki Kodam XVI/Pattimura, sekaligus sebagai pertanggungjawaban kepada rakyat dan sebagai sarana untuk meningkatkan kemanunggalan TNI – Rakyat,’’ tuturnya.

Dalam pameran Alusista, pihaknya menurunkan sejumlah peralatan perang baik yang dimiliki oleh Kodam XVI/Pattimura, Lantamal IX Ambon dan Lanud Pattimura. “Jenis-jenis Alutsista yang akan dipamerkan antara lain Sea Raider, Mobil PJD-SMB, tank Anoa, Alakpsus Raider, Ranpur Tarantula, Mobil Jihandak, Drone, Alkes, Ranpur Ferret dan Saracen yang merupakan ranpur lama yang masih kita gunakan hingga saat ini. Semua ini untuk masyarakat dan ini berlangsung selama dua hari yakni tanggal 4 dan 5 Oktober,” terangnya.

Selain itu, lanjut alumni Akabri 1996 ini, Kodam XVI/Pattimura juga menyerahkan sampah plastik kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Maluku untuk menjadi bahan baku aspal. “Sampah plastik seberat 7,5 ton diserahkan kepada Dinas PU Maluku, sebagai tindaklanjut dari perintah Menko Kemaritiman saat pembukaan Tour de Molvcass beberapa waktu lalu. Ini penting karena plastik merupakan penyumbang sampah terbesar di Indonesia termasuk juga di Maluku. Kita ketahui bersama bahwa sampah plastik sulit dihancurkan secara alami dan akan merusak lingkungan alam. Oleh karenanya sampah plastik yang kita serahkan ini, akan diolah sebagai bahan campuran aspal untuk bahan baku pembuatan infrastruktur jalan,” paparnya.

Kepala Dinas PU Maluku, Ismail Usemahu mengatakan, penyerahan sampah plastik itu, untuk kemudian dicampur dengan aspal guna menaikan kualitas dari konstruksi jalan. “Sampah plastik ini membantu ketahanan aspal semakin kuat. Kemudian kekuatan patahan dari aspal juga semakin kuat. Dan yang dilakukan kodam sangat membantu pemerintah, terutama Dinas PU, untuk meningkatkan konstruksi jalan,” kata dia.

Usemahu mengaku, Maluku merupakan salah satu penyumbang sampah plastik terbesar sehingga langkah yang dilakukan jajaran Kodam XVI/Pattimura, selain membantu Dinas PU, juga membantu dinas-dinas terkait dalam memelihatan kebersihan lingkungan maupun kesehatan masyarakat, akibat sampah plastik. “Yang menjadi kendala kami disini, adalah mesin pencacah itu belum ada. Tetapi kami lagi upayakan melalui Kementerian PU terutama Direktorat Jalan dan Jembatan agar bulan-bulan depan mesin pencacah sampah plastik ini sudah bisa kami miliki disini. Dan satu buah mesin itu harganya sekitar Rp 30-40 juta. Kita akan miliki mesin itu,” tegas dia.

Mantan Penjabat Bupati Buru ini mengungkapkan, tidak semua sampah plastik yang akan menjadi bahan untuk dicampur dengan aspal guna meningkatkan kualitas konstruksi jalan. “Ada spesifikasi juga, yakni sampah seperti botol-botol atau gelas-gelas air mineral dan sejenisnya dengan ukuran 5 hingga 10 milimeter, campuranya juga sudah ditentukan 5 hingga 6 persen dari berat aspal. Kemudian dalam 1 kilometer, campuran sampah plastik 2,6 ton. Jadi kalau tadi dikasih 7,5 ton berarti itu untuk jalan sepanjang 2,8 kilometer,” urainya.

Usemahu mengaku, pihaknya akan mulai mengelola sampah plastik dengan aspal untuk peningkatan kualitas jalan tahun 2018 mendatang. Sasaran utama untuk jalan yang ada di Kota Ambon. “Di anggaran PU 2018, kita akan akomodir mesin pencacah plastik dan akan dilaporkan kepada pimpinan. Mesin ini nanti kita berikan kepada kelompok masyarakat yang ingin mencacah dan mengumpulkan sampah plastik. Kita mulai dari Ambon dulu, setelah itu baru ke daerah lain. Ini juga untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Dia menambahkan, untuk pengelohan sampah plastik yang akan dicampurkan dengan aspal itu, sudah dilakukan dibeberapa daerah di Indonesia. Diantaranya di Bali dan beberapa daerah yang ada di Pulau Jawa. “Di beberapa daerah termasuk Bali itu, semuanya berhasil dan memang kualitas aspal sangat baik. Untuk itulah kami juga akan coba di Maluku, berkat dukungan dari pak Pangdam,” teranganya. (AHA)

Click to comment

Most Popular

To Top