Perketat Transaksi Melalui Bilyet Giro – Ambon Ekspres
Ekonomi

Perketat Transaksi Melalui Bilyet Giro

AMEKS ONLINE, AMBON.–Bank Indonesia (BI) memperketat transaksi menggunakan bilyet giro. Melalui aturan baru yang berlaku mulai 1 April mendatang, BI mengatur detail transaksi giro, mulai masa berlaku bilyet giro hingga maksimal kliring giro.

Aturan itu tertuang pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) No 18/41/PBI/ 2016 mengenai Bilyet Giro, yang dilengkapi dengan Surat Edaran (SE) Bank Indonesia (BI) No. 14/18/40/DPSP tentang Penyelenggaraan Transfer Dana dan Kliring Berjadwal.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku, Bambang Pramasudi mengatakan, dalam peraturan yang baru ini masa berlaku berubah. Dari yang awalnya masa berlaku maksimal 70 hari ditambah 6 bulan, masa berlakunya jadi hanya 70 hari saja.

Begitu pula dengan transaksi kliring giro terdapat perubahan, yaitu BI memangkas besaran kliring giro. “Yang pada awalnya tidak terbatas, namun pada peraturan baru transaksi kliring giro maksimal Rp 500 juta,” kata Bambang.

Untuk diketahui, bilyet giro adalah surat perintah dari nasabah kepada bank yang memelihara rekening giro nasabah, untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekening yang bersangkutan kepada pihak penerima yang disebutkan namanya, atau nomor rekening pada bank yang sama atau bank yang lain. Bambang mengatakan, penerbitan Peraturan Bank Indonesia dimaksudkan untuk meningkatkan perlindungan bagi pengguna bilyet giro.

Selain itu, juga meningkatkan integritas penggunaan bilyet giro untuk memitigasi risiko penyalahgunaan, serta menjamin keamanan serta kepastian penggunaan bilyet giro. ‘’Pada aturan baru ini juga ada penegasan bilyet giro bukan sebagai surat berharga. Namun sebagai alat pembayaran non tunai berbasis warkat melalui pemindahbukuan, penyempurnaan pengaturan syarat formal dan kewajiban pengisian syarat formal secara lengkap oleh penarik pada saat penerbitan,” terang Bambang.

Selanjutnya, karena masih ada waktu sebulan lagi sebelum aturan diberlakukan atau masa peralihan, kata Bambang, bilyet giro yang diterbitkan sebelum PBI No. 184/41/PBI 2016 berlaku tetap dapat dibayarkan. Ini sampai dengan berakhirnya masa berlaku bilyet giro mengacu kepada ketentuan SK Dir. No. 28/32/SK/KEP/Dir. “Selain itu bilyet giro dengan format lama masih dapat dipergunakan paling lambat 31 Desember 2017,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Unit Operasional dan Pembayaran BI Maluku, Arifin menambahkan, berdasarkan pertumbuhan pengguna bilyet giro di Maluku cukup banyak. Hal ini terbukti dalam sehari bisa ada sekitar 200 lembar transaksi bilyet giro yang dilakukan masyarakat Maluku. “Jumlah pengguna rata-rata mencapai 200 hingga 300 lembar per hari. Jumlah tersebut bisa dikatakan sangat banyak,” katanya.

Seperti yang sudah dijelaskan, sambungnya, bilyet giro atau cek ditolak karena salah satunya tidak memenuhi syarat formal sesuai dengan ketentuan BI. Kemudian ada juga yang memang dana tidak ada atau saat terbitkan bilyet tapi dana tidak cukup. “Bisa juga kalau rekening sudah tutup otomatis ditolak BI, sehingga wajib perbankan melihat apa yang perlu diisi,” jelasnya.

Aturan ini diperketat, kata Arifin, untuk meminimalisir manipulasi dan modus yang sering digunakan pengguna bilyet giro. Karena beberapa contoh kasus yang ditemui bahwa ada manipulasi atau semacam modus. “Misalnya, penulisan yang diisi oleh pihak lain atau nominalnya diubah dan sampai pada pemalsuan tanda tangan. Makanya kita batasi jika melalui kliring Rp 500 juta dan untuk coretan atau koreksi dalam bilyet giro sebanyak tiga kali,” tegasnya. (IWU)

Click to comment

Most Popular

To Top