Ekspedisi Jalur Rempah di Maluku – Ambon Ekspres
Ekonomi

Ekspedisi Jalur Rempah di Maluku

Ilustrasi Jalur Rempah Maluku/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.—Memiliki masa lalu sebagai daerah kekayaan rempah-rempah terutama cengkih dan pala membuat Provinsi Maluku menjadi pilot project (percobaan) ekspedisi jalur rempah yang dilaksanakan Direktorat Sejarah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pulau Seram, Haruku, Nusalaut, Saparua dan Banda, dipilih sebagai lokasi kegiatan ekspedisi tersebut.

Direktur sejarah Direktorat Jenderal kebudayaan RI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Triana Wulandary mengatakan, rempah kepulauan Indonesia dikenal sejak awal abad ke 7 Masehi, khususnya di Maluku sehingga pihaknya menjadikan Maluku sebagai daerah percontohan kegiatan ekspedisi jalur rempah.

“Kami merancang ekspedisi jalur rempah di Maluku, dibawa sorotan tema ‘Sejarah jalur rempah simpul budaya maritim dan budaya agraris’, merupakan pilot project pertama. Dimana pak Dirjen Kebudayaan menginginkan generasi muda untuk harus memahami dan mengetahui, tentang sejarah bangsa. Salah satunya kekayaan bangsa Indonesia, terutama kejayaan jalur rempah, yang di mulai dari Maluku ini,” kata dia kepada wartawan, Senin (9/10).

Menurut dia, ekspedisi jalur rempah bukan sekedar kegiatan serimoni belaka, melainkan dapat menghasilkan sesuatu yang bermakna terutama membuktikan bahwa kejayaan rempah-rempah di Indonesia, termasuk di Maluku, bukan saja terjadi di zaman dulu, tetapi masih ada sampai saat ini. “Sejarah tidak bisa diulang kembali, tetapi dengan kegiatan ekspedisi rempah-rempah ini, dapat menunjukan kepada dunia, bahwa kekayaan dan kejayaan rempah-rempah di Indonesia, masih ada dan tetap terpelihara hingga kini. Termasuk juga di Maluku, yang begitu kaya,” jelas dia.

Ekspedisi ini melibatkan ratusan mahasiswa dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Para mahasiswa ini dibagi di kelima wilayah tersebut, yakni Seram, Haruku, Nusalaut, Saparua dan Banda.

Tryana menyebutkan, pihaknya mengambil sampe satu desa dari lima pulau yang menjadi jalur ekspedisi tersebut. Negeri Luhu (Seram Bagian Barat), Desa Haruku (Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah), Desa Tiouw, Saparua, Desa Abubu, Nusa Laut dan Desa Lonthor, Banda. “Seluruh peserta akan tinggal di rumah masyarakat guna melakukan observasi lapangan yang akan diimplementasi dalam penulisan, report, film secara tertulis maupun visual, untuk nantinya dipublikasikan dalam pameran ekspose. Semua peserta akan didampinggi fasilitator, mentor dari akademisi Universitas Pattimura (Unpatti), Balai Arkeologi, BPNB Maluku, pakar sejarawan,” tandasnya.

Gubernur Maluku Said Assagaff, melalui Staf Ahli Bidang Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Provinsi Maluku, Roni Tairas mengatakan, ekspedisi jalur rempah ini tidak hanya cukup dimengerti sebagai sebuah moment wisata dan seremonial belaka, akan tetapi sebagai sebuah momentum penting untuk melakukan refleksi terhadap sumber rempah-rempah yang ada di bumi Nusantara, termasuk di Maluku. “Ekspedisi jalur rempah ini, juga bisa memberi pembelajaran signifikan kepada peserta generasi muda bangsa, sebagai dasar modal penting yang tak ternilai dalam proses membentuk diri agar menjadi bagian strategis dalam proses pembangunan ke arah yang lebih maju. Terutama mengetahui sejarah kekayaan rempah-rempah di Indonesia,” katanya.

Bukan saja itu, lanjut dia, ekspedisi ini, dapat menumbuhkan kesadaran bagi generasi muda untuk menanamkan cara pandang berbangsa, ikut aktif mengambil peran strategis dalam proses pembangunan bangsa, ke arah yang lebih baik kedepan. (AHA)

Click to comment

Most Popular

To Top