Kebakaran Diduga Akibat Korsleting – Ambon Ekspres
Berita Utama

Kebakaran Diduga Akibat Korsleting

SAHDAN FABANYO/AMEKS HANGUS : Gedung Puskud yang terbakar di Jalan AY Patty, hingga kini masih di pasangi garis polisi (police line), Senin (9/10). Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran.

AMEKS ONLINE, AMBON.—Hingga kemarin, kepolisian belum bisa memastikan penyebab kebakaran di gedung Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud). Kendati demikian, hasil penyelidikan sementara kebakaran dilantai satu gedung Puskud itu, diduga lantaran terjadi arus pendek listrik (korsleting).

Kasat Reskrim Polres Ambon AKP Teddy yang dikonfirmasi soal perkembangan penyelidikan menandaskan, belum dapat dipastikan penyebab kebaran asecara pasti. Hanya saja, kata Teddy, dari hasil penyelidikan sementara yang sudah dilakukan dapat diduga pemicu kebakaran akibat korsleting jaringan listrik. “Dugaannya korsleting listrik. Itu baru dugaan sementara.

Untuk lebih jelasnya bisa dipastikan kalau sudah dilakukan olah lokasi kejadian, dan itu butuh ahli dari labfor Makassar,” akui Teddy, Senin (9/10).

Sejauh ini, kata dia, upaya mengungkap kepastian kebakaran yang menghanguskan toko elektronik, toko kacamata dan tempat cukur rambut ini masih terus dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi. “Kalau untuk saksi yang sudah kita mintai keterangan ada orang saksi, dari karyawan toko Grand Eletronik,” akui Teddy.

Sesuai prosedur, lanjut dia, pemilik toko Grand Elektronik sudah membuat laporan kepolisian secara resmi. “Laporan sudah dibuat korban (Grandy). Intinya, kasus masih dalam penyelidikan, kita sesuaikan dengan tahapan-tahapan prosedural saja dulu lah,” akui Teddy.

Untuk mengetahui penyebab pasti kebarkaran, dia menegaskan masih terus ditindaklanjuti. “Itu yang masih kita selediki. Apa memang sengaja dibakar atau kosleting, belum bisa kita pastikan secara jelas. Butuh penyelidikan,” jelas Teddy.

Soal kerugian yang dialami pemilik toko elektronik, Teddy mengaku mencapai miliaran rupiah. Namun pemilik tidak bakal rugi banyak karena toko tersebut sudah dilindungi asuransi. “Dia (Grandy-red) pemilik toko punya asuransi,” tutur Teddy.

Sebelumnya diberitakan, kebakaran hebat terjadi di Kota Ambon, Minggu (8/10). Kebakaran terjadi di gedung Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) di Jalan AY Patty. Satu unit toko elektronik dilantai dasar gedung berkonstruksi tiga lantai itu ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Kebakaran diperkirakan terjadi sekira pukul 06.10 WIT, tepatnya di toko Grand Eletronik. Toko tersebut diketahui milik Grandy Sotan (31). Api merembet cepat dan menghanguskan 1 toko kaca mata dan 1 tempat cukur rambut.
Api baru berhasil dipadamkan petugas Pemadam Kebakaran Kota Ambon berserta masyarakat setempat sekira pukul 09.00 WIT. Beruntung api hanya menghanguskan lantai 1. Sementara lantai 2 dan 3 selamat.

Pantauan Ambon Ekspres di lokasi kejadian, terlihat isi toko elektronik, tempat cukur rambut dan toko kaca mata hangus terbakar. Kini lokasi kejadian sudah diamankan. Telah terpasang garis polisi (police line) guna kepentingan penyelidikan.

Udin, salah satu saksi mata pemilik kios yang tidak jauh dari lokasi kejadian kepada polisi mengaku, awalnya dia sementara berada di dalam pondok. Dia bangun tidur sekira pukul 06.00 WIT dan hendak menaikan Bendera Merah Putih di halaman gedung Puskud.

Menurut dia, saat itu dia belum melihat ada asap kebakaran. Selang beberapa menit kemudian, dia kembali ke pondoknya untuk melanjutkan tidur. Tiba–tiba dia mendengar suara teriakan ada kebakaran. ‘’Saat langsung lari keluar dan melihat asap tebal di lantai satu di toko Grand Eletronik,” tandas Udin, terpisah.

Sementara menurut penjelasan Andi, pengojek berpangkalan di samping Gedung Puskud, saat itu dirinya sementra duduk di pangkalan ojek. Dia melihat asap di sekitar halaman depan. Disitulah memantik rasa penasaran dengan asap tebal tersebut. Andi kemudian langsung menuju ke halaman Gedung Puskud dan melihatnya.

Dia kemudian bergegas melaporkan peristiwa itu ke petugas Pemadam Kebakaran Kota Ambon yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Sekira pukul 06.15 WIT, petugas pemadan tiba di TKP dan langsung membongkar pintu besi bagian depan dan kaca ventilasi bagian belakang untuk memadamkan api tersebut dan membantu mengevakuasi barang barang terbakar yang berada pada toko Grand Eletronik.
Toko kaca mata diketahui pemilik bernama Burhan, sementara pangkas rambut diketahui milik Jami. ‘’Total kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah,’’ pungkas Teddy.(ERM)

Click to comment

Most Popular

To Top