Hanura Ancam Kader Pembelot – Ambon Ekspres
Politik

Hanura Ancam Kader Pembelot

AMEKS ONLINE, AMBON.—Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Maluku diterpa isu perpecahan pasca nota rekomendasi bakal calon Gubernur Maluku 2018 diberikan kepada Murad Ismail
Hanura memastikan, akan memecat kader, baik anggota DPRD maupun pengurus yang membelot dan melawan rekomendasi. Demikian disampaikan Ketua OKK DPD Partai Hanura Maluku, Faraid Souwakil.
Dia menyatakan, dinamika dan perbedaan adalah hal wajar.

Tetapi, setelah nota rekomendasi diberikan kepada Murad, semua kader dipastikan tertib dalam instruksi partai. “Pasca rekomendasi, ada berbeda pendapat, ada polemik. Dan itu biasa dan itu dinamika. Partai politik ini kan punya dinamika. OKP saja ada dinamika, apalagi partai politik yang mengatur negara,” ujar Faraid saat dikonfirmasi soal menguapnya informasi ketidaksolidan Hanura, Rabu (11/10).

Hanura, lanjut dia, akan mengambil tindakan tegas terhadap kader yang mbalelo. Mulai dari teguran hingga pemecatan, serta Pergantian Antar Waktu (PAW) bagi anggota DPRD. “Jadi, bagi teman-teman pengurus maupun anggota dewan di seluruh kabupaten/kota, ada yang mengatakan bahwa akan pecah, itu akan dipecat dan di PAW,” tegas Faraid.

Dia memastikan, pasca pemberian nota rekomendasi ke Murad hingga kerja pemenangan Pilgub nantinya, kader Hanura di seluruh Maluku tetap solid. Ini sudah menjadi kewajiban yang diberikan oleh DPP Hanura. “Rekomendasi ke pak Murad Ismail, dengan sendirinya Hanura akan solid. Tanpa diundang, tanpa panggil. Itu keterpanggilan jiwa dan hati nurani,” pungkasnya.

Ancaman ini sudah pernah disampaikan Ketua DPD Partai Hanura Maluku, Ayu Hindun Hasanussi beberapa saat setelah penyerahan nota rekomendasi ke Murad. Bahkan, Hanura bisa menarik dukungan politik yang telah diberikan sebelumnya, baik saat Pilkada maupun Pileg. “Untuk semua kader, baik itu pengurus, anggota DPRD maupun bupati mau siapapun yang berani tidak mengamankan rekomendasi, akan diambil tindakan tegas. Jangan coba-coba ada ketahuan, siapa yang membelot atau main dua kaki. Hanura sudah besar, dan sekarang kita harus keras. Apalagi DPP telah mengeluarkan keputusan,” tegas Ayu via seluler.

Seperti diberitakan sebelumnya, DPP Hanura telah secara resmi memberikan dukungan politik kepada bakal calon Gubernur Maluku periode 2018–2023, Murad Ismail melalui nota permohonan rekomendasi Nomor 24/TPP/DPP-Hanura/X/2017, tertanggal 3 Oktober yang ditanda tangani Ketua Tim Pilkada Pusat (TPP) M Farid Al Fauzi.

Terdapat alasan Hanura merekomendasi Murad, yakni survei, komitmen politik dan kepastian mendapatkan rekomendasi partai politik lainnya, yakni hasil survei, komitmen politik dan komunikasi. “Salah satunya, kepastian dari partai-partai lainnya yang telah memberikan rekomendasi ke pak Murad,” jelas Ayu.

Soal wakil, DPP Hanura tidak memberikan batas waktu bagi Murad untuk menentukan bakal calon wakil. Ini karena Komandan Korps Brimob Polri, itu masih fokus ke partai lainnya dan mencari pendamping ideal.
Ayu menyatakan, kewenangan penetapan rekomendasi di DPP. DPD Hanura Maluku hanya membuka pendaftaran dan menjaring bakal calon gubernur dan wakil gubernur dan menyerahkan hasilnya ke DPP.

Partai Hanura memiliki 4 kursi di DPRD provinsi dan 24 kursi di 11 kabupaten/kota di seluruh Maluku. Seluruh kader Hanura akan bekerja maksimal, dan sangat yakin Murad berpeluang memenangkan Pilgub Maluku. “Hanura sangat yakin, beliau pasti menang. Makanya, Hanura kasih ke beliau,” pungkasnya. (TAB)

Click to comment

Most Popular

To Top