Kejari Malteng Tak Serius Tuntaskan Korupsi – Ambon Ekspres
Hukum

Kejari Malteng Tak Serius Tuntaskan Korupsi

AMEKS ONLINE, AMBON.—Banyak aksus yang ditangani, namun baru satu perkara yang naik hingga ke Pengadilan. Sementara, kasus-kasus lainya, dugaan korupsi Dana Panwas Malteng, dugaan korupsi SPPD pada Inspektorat Kabupaten SBT dan dugaan korupsi di DPRD Malteng belum juga ada kepastian hukumnya.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Malteng, Robinson Sitorus telah mengubar janji ke publik untuk menuntaskan kasus tersebut.

Janji Sitorus ternyata bukan hanya satu kali melainkan berulang-ulang kali.
Namun, dua dari tiga kasus diatas tidak ada kepastian hukumnya. Sementara untuk kasus dana Panwas Malteng tahun 2017 senilai Rp 10,8 miliar sudah dalam tahap penyidikan dan belum ada tersangka.

Tindakan Kajari Malteng yang sering mengubar janji ke publik dikecam Ketua Warang Aspirasi Rakyat Maluku, Cristian Sea. Menurutnya, janji Kajari Malteng harus dipertanyakan. Apakah, janji itu tulus untuk menuntaskan laporan Tipikor ataukah janji ini hanya sebatas untuk perkenalan diri ditengah publik. “Harus objektif dong. Jangan hanya janji dan ngomong doang. Sementara laporan yang diajukan oleh masyarakat itu diabaikan. Harus ada kepastian hukum. Ataukah, janji itu hanya untuk mencari sensasi publik ataukah janji itu tulus untuk membela hukum demi kesejatraan masyarakat ? Ini yang perlu kami pertanyakan. Karena demikian, ini suatu pembodohan terhadap publik,” tegas Cristian kepada koran ini via selulernya, Kamis (12/10).

Dia menjelaskan, kasus-kasus yang ditangani Kejari Malteng berdasarkan laporan masyarakat itu haruslah diusut. Karena, korupsi itu sangat sensisitif dengan kehidupan masyarakat yang hak mereka di diambil oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. “Harus objektif, laporan harus ditindak lanjuti, jangan dibiarkan jadi sampah dimejah mereka. itu perintah undang-undang,” ujarnya.

Sementara itu, Kasipidsus Kejari Malteng, Manatap Sinaga kepada koran ini mengaku tidak mau berkomentar soal penanganan sejumlah kasus-kasus yang ditangani Kejari Malteng. “Jangan lagi tanyakan kepada saya, tanyakan saja kepada pak kajari. Kemarin saya sudah disampaikan untuk tidak memberikan keterangan oleh Pak Kajati,” kata Sinaga yang enggan menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan koran ini. Kajari Malteng, Robinson Sitorus yang dikonfirmasi koran ini via selulernya, tidak berhasil tersambung.

Diketahui, penyelidikan kasus dugaan korupsi di DPRD Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) telah bergulir. Jaksa setempat berdasarkan perintah pimpinan Kejari Mateng telah menggarap bukti-bukti melalui pemeriksaan saksi-saksi maupun dokumen. Sejumlah pihak telah dimintai keterangan seperti, Kabag Umum DPRD Malteng.
Sejumlah kasus dugaan korupsi yang diusut, diantarnya perjalanan dinas tahun anggaran 2015 hingga 2017 yang mencapai lebih dari Rp 20 miliar.

Kemudian anggaran makan minum anggota dan pimpinan DPRD tahun anggaran 2016 dan 2017 senilai Rp 2 miliar lebih. Ada lagi, pengadaan pakaian dinas anggota dan pimpinan tahun 2017 yang menggelontorkan anggaran Rp 580 juta. (NEL)

Click to comment

Most Popular

To Top