PKB – PDIP Matangkan Koalisi – Ambon Ekspres
Politik

PKB – PDIP Matangkan Koalisi

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.—Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tengah mematangkan koalisi dengan PDI Perjuangan untuk Pilkada Gubernur Maluku 2018. PDIP belum menyebut nama kandidat yang berpeluang diusung. Sedangkan empat kandidat masuk radar PKB untuk direkomendasi.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, Daniel Johan menyatakan, segala kemungkinan koalisi terbuka. Untuk Maluku, masih dimatangkan. “Segala kemungkinan terbuka. Maluku masih belum. Tunggu saja. Sedang dimatangkan,” kata Daniel via WhatsApp Messenger, Minggu (15/10) saat ditanya soal kemungkinan koalisi PKB-PDIP di Pilgub Maluku, setelah dua partai ini resmi berkoalisi di Jawa Timur.

Ditanya soal alasan kemungkinan koalisi PKB dan PDIP di Maluku, ketua Desk Pilkada DPP PKB,
itu enggan memberikan penjelasan. Tetapi, kata dia, Maluku sangat penting bagi PKB. “Sangat penting dong. Tanpa Maluku, tidak ada Indo (Indonesia),” katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuagan (PDIP) Maluku, Lucky Wattimury mengatakan, koalisi dengan partai politik apa saja sangat ditentukan oleh DPP dan kandidat yang diusung. Itu artinya, termasuk dengan PKB.

Kemungkinan koalisi PKB-PDIP seperti di Jatim bisa terjadi. Ini karena, jelas Lucky, kedua parpol punya kesamaan dalam beberapa hal. “Dengan partai mana saja koalisi dibangun, sangat ditentukan oleh DPP dan juga balon yang akan diusung. Itu berarti koalisi dengan PKB seperti di Jawa Timur bisa saja terjadi. Sebab, dalam platform partai, PDIP dan PKB memiliki banyak kesamaan. Tinggal bagaimana pendekatan dilakukan,” jelas Lucky, tadi malam.

Tetapi, lanjut dia, tentu koalisi dengan parpol lainnya juga bisa dilakukan. Ini untuk menjaga pemerintahan yang efektif dengan dukungan partai di legislatif. “Partai lainnya juga kita butuh kerjasama. Untuk menjaga pemerintahan yang bekerja efektif, butuh dukungan partai di legislatif. Sehingga kebijakan bisa terimplementasikan, karena ada wakil partai pengusungnya di dewan,” papar politisi senior PDIP itu.

4 KANDIDAT BERPELUANG
Sembilan Balon Gubernur mendaftar di PKB. Mereka adalah Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa, mantan anggota DPR RI periode 1999-2014, Engelina Helena Pattiasina, Inspektur IV Jaksa Agung Muda Pengawasan (JAMWAS) Kejagung RI, Herman A Koedoeboen, Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Barnabas Orno, mantan Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB) periode 2007 – 2017 dan Bitzael Silvester Themar.

Selain itu, petahana Gubernur Maluku, Said Assagaff, Komandan Korps Brimob, Irjen Murad Ismail, Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun serta Dirjen Pembangunan Kawasan Pendesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Johozua Max Yoltuwu.

Namun, kata Daniel, hanya Murad, Orno, Herman dan Assagaff yang masuk radar PKB. ‘’PKB masih dalam proses pematangan. Beberapa nama calon masuk radar, seperti pak Murad, Barnabas, Assagaff dan Herman. Semuanya mempunyai peluang yang sama,” ungkap Daniel, Jumat (13/10).

Daniel menjelaskan, rekomendasi PKB nantinya berdasarkan sejumlah kriteria atau syarat. Antara lain, elektabilitas, visi dan misi serta masukan dari DPW dan DPC PKB. “Syarat elektabilitas dan visi untuk masyarakat, dan masukan DPW dan DPC,” paparnya.

Dia menambahkan, PKB juga akan melihat jaminan rekomendasi parpol bagi kandidat sebagai salah satu dasar keputusan. Tetapi sejauh ini, akui dia, semua kandidat belum memberikan jaminan rekomendasi parpol lain. Termasuk Murad Ismail. “Iya. Tapi, semuanya (rekomendasi parpol lain) belum final,” pungkasnya.

Berbeda dengan PKB yang telah mengerucutkan kandidat, PDIP masih samar. Hingga saat ini, semua kandidat dipastikan masih berpeluang yang sama. “Untuk pasangan mana yang diusung, itu terganutng pada keputusan DPP,” kata Lucky.

Tetapi, lagi-lagi Lucky mengingatkan DPP PDIP agar merekomendasi pasangan calon yang berpeluang menang. Ini agar PDIP mendulang kemenangan di Pilkada maupun Pemilu dan Pilpres 2019. “Satu yang tidak bisa dihindari adalah rekomendasi DPP tersebut dipastikan harus menang. Dengan begitu, pada Pileg dan Pilpres 2019 kita bisa bekerja dengan topangan atau dukungan yang kuat, dan hasilnya pasti akan lebih baik dari sekarang,” tambah anggota DPRD Maluku itu.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Jendral (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto menyatakan, hingga saat ini semua bakal calon Gubernur Maluku 2018 masih memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan rekomendasi. Yang pasti, PDIP akan mempertimbangkan secara matang untuk memutuskan rekomendasi. “Ya, Pak Assagaff kan sudah mendaftar dan beliau menjadi salah satu calon. Demikian pula ada pak Murad Ismail, kemudian juga dari bupati-bupati, kemudian kader-kader PDIP. Ada pak Komarudin. Jadi, semua punya peluang yang sama sampai saat ini,” ujar Hasto saat dihubungi Ambon Ekspres via seluler, Rabu (11/10). (TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!