Ada Pengolahan Emas di PT BPS ? – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Ada Pengolahan Emas di PT BPS ?

AMEKS ONLINE, NAMLEA.—PT Buana Pratama Sejahtera (BPS) diduga melakukan proses pengolahan emas dan tidak sesuai perizinan oleh Gubernur Maluku untuk normalisasi Sungai Anahoni di Gunung Botak, Kabupaten Buru. Ada dugaan, hal ini diketahui Kasie Intel Kejari Buru, I Dewa Made Sarwa Mandala serta dua warga yakni Sarif Wally dan Didi Wael.

Atas dugaan temuan itu, PT BPS sempat melaporkan ketiga orang ini ke polisi dengan tuduhan masuk pekarangan tanpa izin sebagaimana diatur dalam pasal 167 ayat (1) KUHAP. Namun, aduan itu ditarik lagi oleh PT BPS.
I Dewa Made Sarwa Mandala kepada wartawan membenarkan adanya laporan itu. Namun, dia mengaku tidak akan tinggal diam. Dia berencana melapor balik di Polda Maluku, bila ada restu pimpinan di Kejaksaan Tinggi Maluku.

Dewa Mandala sempat memperlihatkan bukti-bukti video hasil dokumentasi di lapangan. Dalam bukti itu terlihat jelas, palang pintu pagar dibuka petugas security dan dia sempat mengisi buku tamu di pos jaga. “Saya dilapor masuk pekarangan tanpa izin. Saya ini tahu hukum dan tidak akan berlaku ceroboh,” tegasnya, Senin (16/10).
Dia mengaku sudah diberitahu soal laporan itu. Dia mempersilahkan saja bila PT BPS mau mempermasalahkan secara hukum. Dirinya bahkan menduga, laporan itu sengaja dibuat untuk menyingkirkannya dari Kejari Buru, karena sudah memegang bukti adanya aktivitas pengolahan emas tanpa izin di PT BPS.

Dewa menjelaskan, awalnya dia hanya pergi ke Waeapo untuk membeli oleh-oleh buah naga pada Sabtu (14/10). Kemudian dia bertemu Didi Wael (adik Raja Petuanan Kayeli) dan Syarif Wally. Didi menginformasikan soal dugaan adanya aktifitas pengolahan emas tanpa izin di areal Wasboli, milik PT BPS. Informasi ini sama dengan aduan masyarakat yang diterimanya.

Mereka kemudian menuju ke Wasboli untuk melakukan pengecekan. ‘’Selaku petugas intel, saya merasa tak berbuat salah bila pergi ke perusahan tersebut untuk mendapatkan kebenaran dari aduan masyarakat,’’ terang dia.
Sementara Didi Wael yang turut dilapor PT BPS ke pihak kepolisian kepada Ambon Ekspres via selulernya mengatakan, memang ada bukti dokumentasi adanya aktifitas pengolahan emas dan juga gudang penyimpanan bahan kimia untuk mengolah emas.

Sementara itu, informasi koran ini, pada Minggu (15/10) sekira pukul 11.00 WIT, atas perintah Direktur PT BPS, Fachrie, telah datang ke SPKT Polres Pulau Buru, securiti perusahaan bernama Usman Alu (67). Dia ditemani dua rekannya, Jafar Bugis dan Salim Umasugi dan kuasa hukum Taib Warhangan SH MHum.

Kedatangan mereka ke Mapolres Buru untuk mengadukan Kasie Intel Kantor Kejaksaan Negeri Namlea, I Dewa Made Sarwa Mandala dan dua dua orang lainnya, Syarif Wally wartawan salah satu tabloid dan warga Kayeli bernama Didi Wael.

Ketiganya diadukan memasuki komplek perusahan PT BPS di Wasboli, Kecamatan Teluk Kayeli, tanpa izin dengan sangkaan melanggar pasal 167 ayat (1).

Menurut para pelapor, pada Sabtu (14/10), sekitar pukul 14.00 WIT, ketiga terlapor bersama dua orang lainnya yang belum diketahui identitas, telah memasuki kompleks PT BPS tanpa izin.

Para terlapor dituduh menyerobot masuk lewat palang pintu di pos jaga yang ditunggui Jafar Bugis menggunakan mobil dinas milik Dinkes Buru. Usman Alu yang juga purnawirawan TNI AD ini sempat bersitegang dengan Dewa Mandala, karena tak mau diperlihatkan identitas. Buntut dari kejadian ini, mereka akhirnya mengadu ke polisi.
Menyusul adanya laporan itu, sumber yang enggan namanya dikorankan mengaku, pihak kepolisian telah membuat laporan serta menginterogasi pelapor Usman Alu dan dua saksi Jafar Bugis serta Salim Umasugi.

Namun laporan itu dibatalkan karena pihak pelapor dari PT BPS menarik aduan mereka. ‘’Memang sempat dibuat laporan, tapi kemudian dicabut,’’ ungkap sumber yang meminta namanya tidak dikorankan.

Taib Warhangan yang dikonfirmasi terkait informasi penarikan laporan itu membenarkannya. Dia juga mengaku PT BPS telah menarik aduan polisi itu. Menurut Taib, pihak terlapor sudah meminta maaf kepada pimpinan PT BPS pada Minggu (15/10) malam. (DHE)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!