Dugaan Korupsi DPRD Malteng Diusut – Ambon Ekspres
Hukum

Dugaan Korupsi DPRD Malteng Diusut

AMEKS ONLINE, AMBON.–Kejaksaan Negeri (Kejari) Maluku Tengah buka suara soal penanganan dugaan korupsi ditubuh DPRD setempat. Kepala Kejaksaan Negeri Malteng, Robinson Sitorus menegaskan, lembaganya siap menuntaskan kasus yang diduga berpotensi merugikan keuangan negara di kantor wakil rakyat itu.
“Kami optimis kalau kasusnya tetap kita maksimalkan untuk menuntaskannya,” kata Sitorus lewat via selulernya, Senin (16/10).

Menurutnya, saat ini kasus DPRD Malteng terkait perjalanan dinas tahun anggaran 2015 hingga 2017 yang mencapai lebih dari Rp 20 miliar ini masih dalam tahap pengumpulan data dan keterangan. “Sementara masih puldata dan pulbaket oleh tim intel, nanti ikuti saja. Karena, yang namanya masih puldata itu sifatnya rahasia,” jelas Sitorus.

Menyinggung soal siapa-siapa yang telah diperiksa, Sitorus enggan membeberkan. Namun, pihaknya memastikan selain pengumpulan data, ada juga pihak yang telah dimintai keterangan. “Pastinya adalah, tapi belum bisa kami beberkan. Ini kan puldata, soal naik atau tidaknya itu tergantung hasil kajian intel nanti apakah layak harus naik ke penyelidikan ataukah tidak,” tandas Sitorus.

Menyikapi hal itu, Hendrik Lusikooy praktisi hukum asal Maluku Tengah ini berharap, pihak kejari setempat tidak lagi mengumbar janji. Tujuan penegakan hukum itu harus direalisasikan. “Kalau sudah ada pernyataan itu, mesti tidak lagi hanya sebatas janji melainkan janji itu ditepati. Sehingga, dugaan yang telah diketahui publik itu dpaat direalisasikan dan masyarakat juga puas,” ucap Hendrik.

Menurutnya, suatu dugaan baik itu laporan masyarakat ataupun hasil investigasi kejaksaan sendiri haruslah ditindaklanjuti karena itu perintah unndang-undang.

Diketahui, penyelidikan kasus dugaan korupsi di DPRD Malteng telah bergulir. Jaksa setempat berdasarkan perintah pimpinan Kejari Malteng telah menggarap bukti-bukti melalui pemeriksaan saksi maupun dokumen. Sejumlah pihak telah dimintai keterangan seperti, Kabag Umum DPRD Malteng.

Sejumlah kasus dugaan korupsi yang diusut, diantarnya perjalanan dinas tahun anggaran 2015 hingga 2017 yang mencapai lebih dari Rp 20 miliar. Kemudian anggaran makan minum anggota dan pimpinan DPRD tahun anggaran 2016 dan 2017 senilai Rp 2 miliar lebih. Ada lagi, pengadaan pakaian dinas anggota dan pimpinan tahun 2017 yang menggelontorkan anggaran Rp 580 juta. (NEL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!