Membunuh Karena Tersinggung – Ambon Ekspres
Kriminal

Membunuh Karena Tersinggung

LUTFI HELUT/AMEKS TERSANGKA : Polisi menggiring tersangka pelaku pembunuhan di kawasan Desa Waiheru, Teluk Ambon untuk menjalani pemeriksaan di Mapolres Ambon, Senin (16/10).

AMEKS ONLINE, AMBON.—Syafri, tersangka pembunuh La Djeni (53) mengaku nekat melakukan aksi itu karena tersinggung. Dia kesal dan sakit hati karena perkataan yang dilontarkan korban setelah dirinya sempat menegur korban dan beberapa penghuni kos.

Menurut dia, saat itu anaknya sakit dan tengah tertidur. Dia kesal karena korban dan penghuni kos lainnya bercerita padahal saat itu sudah larut malam.

“Karena ribut-ribut di kamar sebelah, makanya saya langsung ketuk pintu untuk tegur mereka. Suaranya agak pelan sedikit karena mengganggu, karena saat itu anak juga lagi sakit,” ungkap Syafri saat ditemui koran ini di Mapolres Ambon, Senin (16/10).

Pria 39 tahun ini mengaku, dari teguran itulah terjadi pertengkaran mulut antara dirinya dengan korban (Djeni). Saat itu korban sempat mengeluarkan perkataan yang menurutnya sangat menyinggung.

Spontan emosinya memuncak dan tidak terbendung sehingga mengambil pisau dan menikam korban. “Disaat adu mulut, dia (korban) bilang ke saya, kalau tidak enak, kalau mau keluar saja dari kos, nanti kos beta (saya) yang bayar. Disitu beta tersinggung,” tandas Syafri.

Terpisah, informasi lain di peroleh, saat ini kondisi pelaku dalam masa rehabilitasi untuk memulihkan kondisi kejiwaan, setelah sempat menjalani perawatan. “Dia (pelaku) pernah dirawat di RSKD Nania. Saat ini, dia masih terus minum obat penenang. Ini yang dikuatirkan pihak keluarga jauh sebelum kejadian ini. Ternyata apa yang dikuatirkan itu terjadi juga,” akui sumber koran ini.

Kasat Reskrim Polres Ambon AKP Teddy membantah hal itu. Menurutnya, kondisi pelaku baik-baik saja. “Tidak, dia baik-baik saja,” tandas Teddy, terpisah.
Menyol, pasal yang disangka kepada pelaku, dia mengaku pelaku dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 338, 351 ayat (3). “Ancaman hukuman penjara 15 tahun,” tegas Teddy.

Diberitakan sebelumnya, berawal dari teguran, terjadi kesalahpahaman yang berakibat nyawa melayang. Syafri (39), nekat menghabisi nyawa tetangga kosnya, La Djeni (53) di Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Korban langsung tewas di lokasi kejadian (TKP) usai pisau pelaku tertancap ditubuh korban. Sebelum insiden naas itu terjadi, Syafri yang diketahui memiliki riwayat penyakit kejiwaan dan pernah dirawat di RSKD Nania Ambon ini bertengkar mulut dengan korban yang kamar kosnya bersebelahan.

Sebelum terjadi cek-cok mulut, saat itu korban sedang makan di rumah kos bersama beberapa tetangga kos lainya sambil bercerita. Entah kenapa, pelaku yang sehari-hari bekerja serabutan ini menegur mereka yang sedang asik bercerita. Pelaku merasa terganggu dengan suara para tetangga kosnya ini.

Teguran pelaku ditanggapi santai korban. Namun, tanggapan itu justru membuat pelaku marah sehingga keduanya terlibat adu mulut.

Emosi Syafri tidak terbendung. Dia menuju dapur umum dengan tujuan mengambil sebilah pisau yang ditaruhnya dekat kompor miliknya. Setelah pisau ditangan, pelaku kembali sambil berlari mendekati korban dan menghujamkan pisau membabi buta.

Pisau yang dipegang pelaku tepat sasaran. Korban langsung tewas ditempat dengan lima luka tusuk dibagian perut dan dada. Insiden berujung maut tersebut terjadi Jumat (13/10) sekira 21.00 WIT.

Salah satu saksi, Yulia Noya (23) kepada polisi mengaku, awalnya dia bersama beberapa penghuni kos lain sementara duduk di depan kamar kos korban. Tidak lama datang pelaku dan mengetuk pintu kamar kos dengan maksud membangunkan istrinya.

Saat itu korban sempat menegur pelaku agar ketuk pelan-pelan saja. Teguran itu juga tidak diterima pelaku sehingga keduanya sempat bertengkar. Namun pelaku akhirnya masuk ke dalam kamar.

Tidak lama kemudian saat korban dan penghuni kos lainnya sedang bercerita itulah, pelaku langsung berteriak menegur mereka sehingga terjadilah penikaman itu. ‘’Korban mengalami 3 luka tusuk dibagian dada kanan. Dua luka tusuk dibagian perut sebelah kiri dan meninggal dunia ditempat. Saat ini pelaku sudah diamankan dan diproses hukum,’’ tendas Teddy. (ERM)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!