Bersama Perangi Radikalisme – Ambon Ekspres
Politik

Bersama Perangi Radikalisme

SAHDAN FABANYO/AMEKS PERSATUAN : Anggota Komisi III DPR RI, Haji Muhammad Romahurmuziy menjadi pembicara dalam rakor penanganan radikalisme berbasis agama di Islamic Center, Selasa (17/10).

AMEKS ONLINE, AMBON.—Anggota Komisi III DPR RI, Hi. M Romahurmuziy mengatakan, paham radikalisme itu sesat. Olehnya itu, perlu ada perhatian bersama dari semua kalangan untuk memerangi paham ini. ‘’Radikalisme dapat menghancurkan keutuhan negara, terutama Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 sebagai arah bangsa,’’ ungkap dia.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara terbesar ke empat di dunia, dengan dilatarbelakangi beragam suku, budaya dan agama maupun etnis, tentu ini memberikan peluang bagi kelompok dengan paham radikal dari luar ke datang mengajarkan ajaran tersebut. Tujuannya untuk menghancurkan tatanan nilai-nilai Pancasila yang dianut oleh negara ini. ‘’Hari ini kita menjadi negara yang terbesar keempat di dunia. Dengan suasana keberagamaan dan keterbukaan ini, Indonesia menjadi sasaran paham agama manapun yang datang dari luar. Terutama paham radikalisme yang masuk ke Indonesia, dengan berbasis agama,” ujar Romahurmuziy kepada wartawan usai memberikan materi Kegiatan Penanganan Radikalisme Berbasis Agama di Gedung Islamic Center, Selasa (17/10).

Dia berharap, persoalan radikalisme menjadi perhatian masyarakat baik sipil, maupun ormas, tokoh agama, dan juga partai politik. Semua harus bersama mengembangkan agama yang moderat, sesuai dengan ajaran yang dianut, dan yang diterapkan dalam konsep Pancasila dan UUD 1945. Apalagi bagi masyarakat Maluku yang pernah mengalami konflik sosial dengan berbau SARA, tentu ini yang harus diperhatikan. “Semua komponen harus memerangi radikalisme. Kenapa tadi saya ungkit persolan ini, karena berdasarkan sejarah, Maluku beberapa tahun silam, pernah terjadi konflik horizontal yang dimulai dari faktor agama. Pengalaman ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, untuk bagaimana kedepan tidak terjadi hal yang sama. Terutama dalam memerangi paham radikalisme yang bisa menghancurkan kita,” katanya.

Untuk memerangi paham radikalisme, kata Romahurmuziy, pertama yang perlu dijaga adalah keberagaman saat ini dengan melihat pada kebijakan yang di ambil, baik tokoh agama maupun pemerintah harus sesuai dengan keinginan masyarakat. Kemudian persoalan toleransi, dan keseimbangan kebijakan serta persoalan keadilan.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini kembali ingatkan masyarakat Maluku, agar selalu mewaspadai paham baru yang dianggap bertentangan dengan ajaran agama maupun Pancasila dan UUD 1945. “Ciri awal yang bisa diketahui bahwa paham yang dikembangkan bertentangan dengan agama maupun nilai Pancasila, adalah yang pertama mereka tidak melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat karena takut terjadi penolakan atau dilaporkan ke aparat kepolisian. Untuk itu, jika ditemukan kelompok seperti itu, maka segerah dilaporkan ke pihak terkait untu ditangani,” paparnya.

Kegiatan rapat koordinasi akselerasi reformasi birokrasi dengan tema Penanganan Radikalisme Berbasis Agama yang motori Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi besar terutama dalam penanganan radikalisme di masyarakat. “Kita harapkan dari kegiatan ini, selain persoalan reformasi birokrasi yang lebih baik, juga masalah radikalisme berjubahkan agama, yang sengaja dilakukan untuk menghancurkan tatanan yang ada menjadi perhatian semua pihak untuk siap memeranginya, terutama kita di Maluku yang terdiri dari pulau-pulau agar selalu waspada,” tandas Kepala Kantor Kamentrian Agama Provinsi Maluku, Fesal Musaad. (WHB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!