Elektabilitas Murad Ismail Meningkat – Ambon Ekspres
Politik

Elektabilitas Murad Ismail Meningkat

AMEKS ONLINE, AMBON.—Murad Ismail sudah mengantongi dukungan rekomendasi partai politik untuk maju sebagai calon Gubernur Maluku periode 2018 -2023. Elektabilitas atau tingkat keterpilihannya juga
semakin meningkat.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfraby menyatakan, elektabilitas petahana bakal calon gubernur Maluku, Said Assagaff tidak naik alias stagnan. Sementara elektabilitas Murad Ismail dan Barnabas Orno, justru cenderung naik. “SA (Said Assagaff) cenderung stagnan. Hanya MI (Murad Ismail) dan Barnabas Orno yang trennya naik,” kata kata Alfaraby via WhatApss Messenger, Selasa (17/10).

Tapi soal angka-angka dan faktor penyebabnya, kata Alfaraby juga Direktur Konsultan Citra Indonesia (KCI) itu, akan disampaikan secara rinci dalam rilis resmi yang direncanakan dalam waktu dekat. “Nanti penjelasan lengkapnya pas rilis ya,” ungkap Alfaraby.

Ada rencana dalam waktu dekat dirilis. Mungkin minggu ini atau minggu depan. ‘’Nanti dikasi kabar lanjutan,’’ tambah dia.

Sementara itu, tim Murad Ismail, Muhamma Armin Syarif Latuconsina menyatakan, angka survei menjadi konsumsi internal tim. Tetapi, kenaikan popularitas dan elektabilitas Murad membuat tim yakin, Komandan Korps Brimob Polri itu punya peluang melambung elektabilitas petahana, Said Assagaff.

“Terkait hasil survei, tentu itu hanya untk konsumsi internal tim terutama menyangkut popularitas dan elektabilitas. Tapi, saya mau katakan bahwa hasil (survei) ini memberika optimisme buat tim MI (Murad Ismail), karena MI mengalami trend naik yang signifikan. Baik popularitas dan elektabilitas,” kata Armin atau dikenal dengan sebutan Sam, kepada Ambon Ekspres, Senin (16/10).

Kenaikan ini, lanjut Sam, memberikan rasa percaya kepada tim Murad. Pasalnya, sejauh ini tim maupun Murad belum secara resmi melakukan “road show” politik ke masyarakat. “Tentu hasil ini memberikan keyakinan kepada tim MI, bahwa sejauh ini peluang sangat terbuka untuk MI bisa survive di Pilgub Maluku 2018. Padahal, secara fisik, MI belum melakukan road show atau pun bersilaturahmi dan tatap muka dengan masyarakat,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, elektabilitas Murad masih dibawah 10 persen pada Juli hingga Agustus lalu, berdasarkan hasil survei tiga lembaga. Berselisih jauh dengan elektabilitas Said Assagaff yang rata-rata 50 persen. Elektabilitas mantan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku itu hanya 2,20 persen sesuai hasil survei Sinergi Data Indonesia (SDI).
Sedangkan tertinggi Said Assagaff 49,80 persen. Disusul Herman Adrian Koedoeboen dengan 21,00 persen. Sementara hasil survei Indo Barometer, menunjukkan elektabilitas Murad Murad Ismail 4,0 persen. Said 51.5 persen dan Herman Koedoeboen 24,9 persen.

Kemudian, hasil survei Media Survei dan Strategis (MSS) mendapati elektabilitas Murad Ismail 5,00 persen dan petahana 50,50 persen. Disusul Barnabas Orno 6,60 persen, Herman Adrian Koedeoboen 5,20 persen, Bitzael S. Temmar 4,30 persen, Tagop Sudarsono Soulisa 3,90 persen, Zedek Sangadji 1,10 persen, Komarudin Watubun 0,90 persen, Johuzua Max Yoltuwu 0,20 persen.

Sedangkan hasil survei Indo Barometer yang dirilis pada Kamis (31/8) justru elektabilitas Murad kian merosot yakni 3 persen. Petahana 54 persen, Herman 20 persen, Barnabas Orno 9 persen. Survei pertama lembaga ini untuk Pilgub Maluku oleh DPP Golkar, dan kedua dipakai DPP PDIIP.

Dalam waktu sekitar tiga bulan ini, elektabilitas Murad perlahan naik. Kata Sam, ini dipengaruhi oleh kepastian rekomendasi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) melalui nota rekomendasi yang telah diberikan kepada Murad.

Keseriusan Murad untuk maju dan menjadi figur alternatif, merupakan faktor lainnya. Trend peningkatan ini diyakini tetap terjadi hingga memasuki minggu-minggu pemilihan. “Saya kira itu (rekomendasi) salah satu faktor, dan tentu masyarakat Maluku mulai yakin bahwa MI benar-benar serius maju dan MI bisa menjadi salah satu alternatif, yang mulai diyakini bisa membuat perubahan signifikan dengan rekam jejak dan itegritas yang dimiliki,” jelas mantan Wakil Walikota Ambon itu.

Sam juga menilai, hasil survei Assagaff bukan menjadi rujukan utama. Analoginya, jika elektabilitas Assagaff 50 – 54 persen, tentu banyak partai politik yang akan memberikan rekomendasi.

Tapi, justru terbalik, dimana tiga parpol dan beberapa parpol lainnya dipastikan memberikan rekomendasi ke Murad. Olehnya itu, dia yakin, posisi Assagaff belum aman, dan Murad berpeluang mengungguli elektabilitas petahana itu. “Kalau hasil survei elektabilitas petahana hari ini diatas 60 persen, saya kira pasti kandidat lain pikir-pikir untuk maju. Tapi, ternyata hasil survei petahana yang cuma 54 persen, justru menjadi blunder bagi petahana diproses rekomendasi parpol. Malah sebaliknya, MI yang surveinya masih dibawah sudah mendapat 9 kursi,” pungkasnya. (TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!