Mukerwil PPP Bukan Rujukan Tunggal – Ambon Ekspres
Politik

Mukerwil PPP Bukan Rujukan Tunggal

AMEKS ONLINE, AMBON.—Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan menetapkan rekomendasi untuk bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku 2018 pada Desember nanti. Banyak faktor yang jadi pertimbangan, dan hasil Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) bukan rujukan tunggal.

“Sampai saat ini, kita belum mengeluarkan putusan menyangkut rekomendasi PPP untuk pilkada Gubernur Maluku, karena masih dalam pembahasan dan pertimbangan partai. Rencana akan dikeluarkan sebelum Desember nanti,” jelas Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy kepada wartawan di Gedung Islamic Center, Selasa (17/10).

Dia mengatakan, pembahasan dan pencermatan DPP antara lain melihat pada hasil Mukerwil DPW PPP Maluku, September lalu. Saat Mukerwil PPP, 6 dari 10 DPC tegas menyatakan dukungan ke Irjen Murad Ismail, sementara hanya 2 DPC yang secara tegas mendukung Said Assagaff. DPC Maluku Tenggara justru mengajukan dua nama yaitu Murad dan Said, sementara DPC Maluku Tenggara Barat menyerahkan sepenuhnya kepada DPP untuk memutuskan.

Tetapi, sebagai partai yang tidak bisa mengusung bakal calon sendiri, tentu masih berfikir dengan terus melakukan komunikasi antara para pimpinan partai yang lain di tingkat nasional untuk menyamakan pandangan. “Kita memang mengacu pada perkembangan penugasan, dengan mencermati berdasarkan hasil Mukerwil DPW PPP Maluku beberapa waktu lalu. Mayoritas DPC menghendaki untuk kita mengusung Murad Ismail. Tetapi itu, bukan suatu rujukan yang pasti. Intinya akan dilihat pada saat sudah diputuskan,” katanya.

Anggota Komisi III DPR RI ini menegaskan, untuk Pilkada Maluku, PPP hanya mengerucut pada dua nama yakni petahana Said Assagaff dan Murad Ismail. Dari kedua bakal calon ini lanjut dia, ada beberapa kriteria yang dilihat oleh DPP.

Diantaranya persoalan kapasitas dengan melaksanakan visi misi secara baik, untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat. Kemudian akseptabilitas dan elektabilitas.

Sebab, lanjut dia, meski yang bersangkutan memiliki intelektual yang memadai, tetapi tidak bisa diterima oleh kalangan bawah seperti masyarakat sipil, kemungkinan tidak menang. Selain itu, juga tidak dapat menjalankan roda pemerintahan secara efektif. “Beberapa kriteria ini yang menjadi pertimbangan kami di DPP, dimana bakal calon yang diusung harus memiliki potensi ssperti itu selain elektabilitas. Karena terdapat dua nama saja yang ada di DPP saat ini, yakni pak Said Assagaff, dan Murad Ismail,” terangnya.

Dia mengingatkan kader PPP Maluku, agar tetap patut terhadap putusan yang nantinya dikeluarkan oleh DPP. Meski secara internal ada perbedaan pandangan soal bakal calon yang direkomendasikan, tetapi harus taat. Karena ada konsekuensinya. “Perlu disampaikan bahwa keputusan DPP memang tidak memuaskan semua pihak, karena dalam Rapimwil pun terjadi berbagai pandangan. Ada yang ke petahana, ada juga yang ke Murad Ismail. Bahkan ada yang menyerahkan sepenuhnya kepada DPP. Namun apapun yang diputuskan, kader wajib mengawalanya tidak bisa tidak, karena pasti dilihat nanti,” pungkasnya. (WHB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!