Kasus Transit, Jaksa Tunggu Audit BPK – Ambon Ekspres
Hukum

Kasus Transit, Jaksa Tunggu Audit BPK

Bangunan Terminal Transit Tipe B di Desa Passo, Kecamatan Baguala kini tampak terbengkalai setelah Kejaksaan Tinggi Maluku memproses hukum kasus dugaan korupsi yang terjadi di proyek ini.

AMEKS ONLINE, AMBON.—Pemeriksaan saksi maupun tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Terminal Transit Tipe B di Desa Passo pada tahap penyidikan telah selesai. Kini, penyidik tinggal menunggu hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI perwakilan Maluku.

“Untuk sementara, pemeriksaan saksi maupun tersangka telah selesai, dan penyidik tinggal menunggu hasil audit kerugian keuangan negara oleh BPK. Kalau kedepan ada pemeriksaan, maka itu hanya bersifat pemeriksaan lanjutan,” ungkap Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada koran ini diruang kerjanya, Rabu (18/10).

Menurutnya, penyidik terus intens dalam percepatan pernyidikan atas perkara yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 3 miliar berdasarkan hasil pemeirksana sementara oleh tim ahli bidang teknis dari Politeknik Negeri Ambon. Dengan demikian, perkara tersebut segera ditingkatkan ke tahap penuntutan. “Jadi, selain menunggu hasil audit dari BPK, juga saat ini penyidik sedang menyusun berkas perkara milik ketiga tersangka, untuk kemudian secepatnya ditingkatkan ke tahap penuntutan,” jelas Samy.

Dalam perkara ini tim penyidik resmi menetapkan tiga tersangka. Ketiganya masing-masing mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon, Angganoto Ura, Direktur PT Reminal Utama Sakti, Amir Gaus Latuconsina, dan Konsultan Pengawas dari CV Jasa Intan Mandiri, Jhon Lucky Mentubun. Guna melengkapi berkas perkara, ketiganya sudah diperiksa baik sebagai tersangka maupun saksi mahkota.

Mega proyek terminal transit Passo tipe B di Desa Passo, Kecamatan Baguala, selain belum difungsikan hingga kini, proyek bernilai Rp 55 miliar itu ternyata kontruksinya amburadul. Hal ini tergambar dengan turunnya tim penyidik bersama tiga ahli dari Politeknik Negeri Ambon beberapa waktu lalu.(NEL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!