Murad Siap Mundur Dari Polri – Ambon Ekspres
Politik

Murad Siap Mundur Dari Polri

Serius Bertarung di Pilgub Maluku

AMEKS ONLINE, AMBON.—Komandan Korps Brimob Polri, Irjen Pol Murad Ismail telah siap mengundurkan diri dari kepolisian. Ini sebagai bukti keseriusan mantan Kapolda Maluku itu maju sebagai calon Gubernur Maluku 2018.

Juri bicara Murad Ismail, Azis Tunny mengatakan, pengunduran diri dari kepolisian merupakan konsekuensi dari Murad selaku Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini juga telah dipikirkan Murad secara matang. “Berkaitan dengan pengunduran diri, itu konsekuensi logis ya terhadap para calon yang berasal dari TNI/Polri dan ASN yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah maupun wakil kepala daerah. Pak Murad juga demikian,” kata Tunny kepada Ambon Ekspres, Kamis (19/10).

Dalam beberapa kesempatan, akui Tunny, Murad sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk mengundurkan diri. Soal waktunya, belum diketahui pasti. “Pak Murad sudah menyatakan kesiapan beliau segera mengundurkan diri. Apakah pengunduran diri itu sebelum atau saat mendaftarkan diri di KPU, nanti kita lihat. Dan saya kira pak Murad siap untuk mengundurkan diri,” jelas Tunny.

Dia menambahkan, Murad juga sudah melapor kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengenai niat dan keinginan maju di pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku 2018, sebelum mendaftar di partai politik, Juni lalu. “Dan pak Kapolri sudah tahu niat dan keinginan pak Murad untuk mengambil bagian dalam konstestasi Pilkada Maluku 2018,” akunya.

Sejauh ini, Murad sudah mengantongi dukungan dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk maju sebagai calon Gubernur Maluku. Murad masih mengejar rekomendasi beberapa parpol lainnya.

PERINGATAN DARI KAPOLRI
Kapolri mengaku bahwa sejumlah anak buahnya telah ada yang melapor untuk ikut berpartisipasi dalam Pilkada 2018 mendatang. Atas hal itu, Tito menyebut anak buahnya harus lepas dulu dari institusi Polri sebagai syarat bisa maju di Pilkada. “Untuk anggota Polri ikut Pilkada, ada yang sudah melapor kepada saya, mereka tidak boleh menjadi anggota Polri ketika sudah menjadi calon yaitu awal Februari 2018,” kata dia di Jakarta, seperti dikutip Jawapos.com, Kamis (19/10).

Dia lantas mengingatkan, bila memang tekad anak buahnya sudah bulat maju di Pilkada, maka secepatnya mengundurkan diri dari Polri. “Saya berharap kepada teman-teman yang mendaftar sebaiknya kalau sudah firm mau mendaftar, secepat mungkin mengundurkan diri supaya tidak terjadi conflict of interest,” sambung dia.

Pasalnya, bila tak mundur dari Polri, otomatis polisi itu masih memiliki jabatan. “Karena nanti (khawatir) dia dianggap pakai jabatan di polisinya dalam rangka memengaruhi publik,” ucap mantan Kapolda Papua ini.

Meski begitu, Tito yang juga pernah menjadi Asrena Polri ini mengakui belum ada aturan yang mengatur polisi mundur ketika baru hendak mencalon. “Aturan itu belum ada sehingga sekali lagi ini imbauan saya, tapi kalau sudah penetapan pasangan calon otomatis harus bukan lagi anggota polisi,” tukas dia.

Jadwal Pilkada 2018, dimulai dengan tahapan pendaftaran bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah pada 8 – 10 Januari 2018, verifikasi pasangan calon 19 – 27 Januari, penetapan 12 Februari dan pengundian nomor urut 13 Febuari.

Pengunduran diri ASN, baik dari TNI, Polri, PNS, pegawai BUMN, BUMD, termasuk juga Kepala Desa, DPR, DPD dan DPRD diatur oleh Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Sejak tahapan awal Pilkada pada Januari 2018 mendatang, bagi ASN yang mencalonkan dirinya menjadi kepala daerah, diwajibkan memundurkan diri dari jabatanya. (TAB/JP)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!