Harga Gas Blok Masela Belum Ada Kepastian – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Harga Gas Blok Masela Belum Ada Kepastian

AMEKS ONLINE, AMBON.–Blok Masela di Provinsi Maluku, sampai saat ini masih menunggu peminatnya. Namun di sisi lain, harga gas yang dijual ladang gas abadi itu juga masih belum ada kepastian.

Salah satu peminat Blok Masela, PT Pupuk Indonesia (Persero), masih menantikan berapa harga gas yang dijual. Perseroan berharap, nantinya harga gas industri yang dijual Blok Masela sebesar USD 3 per MMBTU.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementerian BUMN perihal rencana pembelian gas di Masela.

Intinya, pihaknya akan mengutamakan pembelian untuk harga jual gas industri sebesar USD 3 per MMBTU. “Kalau harga USD 3 per MMBTU kita mau. Itu dulu,” ujarnya di Kementerian BUMN Jakarta, pekan lalu.

Menurutnya, saat ini industri pupuk cukup bergantung dengan besaran harga gas industri. Meskipun Blok Masela memiliki cadangan gas melimpah, hal itu tidak akan membantu industri jika tak kompetitif harganya. “Pokoknya harga gas yang kita harapkan USD 3 per MMBTU. Itu saja, karena komponen gas tinggi,” tandasnya.
Menteri Perindustrian Airlangga menjelaskan, keengganan investor berinvestasi di kawasan Masela karena harga gas yang ditawarkan masih belum menemui kecocokan.

Menurut dia, masih ada perbedaan formulasi perhitungan gas yang akan dijual dari Masela. Hal itu tentu merugikan karena pembangunan industri di kawasan itu akan terhambat. “Tadi saya sampaikan mengenai harga itu basisnya bukan fix tapi harga berbasis produk. Nah itu kita sekarang ada sedikit perubahan mengenai formulasi harga,” ujarnya.

Dia menegaskan, investor saat ini menginginkan harga gas yang dijual di Masela sebesar USD 3 per MMBTU. Sayangnya, saat ini harga yang ditawarkan masih USD 6 per MMBTU. “Jadi, kalau formulasi harga belum ketemu, maka investornya belum bisa jalan,” tutup politisi Golkar itu.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Jepang, beberapa hari lalu. Salah satu hasil penting adalah kelanjutan pengembangan Blok Masela yang merupakan hasil pembahasan dengan CEO Inpex Corp, Toshiaki Kitamura, di Tokyo, Jepang, Selasa (17/10).

Hasil pembahasan membuahkan 3 keputusan yaitu pertama, Pemerintah tetap meminta Inpex untuk mengembangkan LNG di darat sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo. Kedua, pemerintah akan memberikan perpanjangan 20 tahun kepada Inpex ditambah dengan 7 tahun sebagai kompensasi atas perubahan pengembangan kilang LNG dari skema terapung menjadi darat.

Ketiga, pemerintah memberikan keleluasaan kepada Inpex untuk memilih sendiri lokasi tempat pembangunan kilang LNG darat tersebut.
“Keputusan terkait Inpex ini, akan memberikan perpanjangan 20 tahun kepada Inpex karena sudah hampir habis masa kontraknya. Ditambah dengan 7 tahun sebagai kompensasi mengubah skema pengembangan kilang terapung menjadi kilang darat,” kata Jonan di Jakarta.

Blok Masela yang ditandatangani tahun 1998 dikelola oleh Inpex sebagai operator dengan kepemilikan saham 65 persen dan Shell Upstream Overseas Services sebesar 35 persen. Pemerintah Indonesia berharap agar Inpex bisa segera memulai proyek lapangan gas tersebut. (cr4/ce1/JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!