HEBAT Pilih Jalur Independen – Ambon Ekspres
Politik

HEBAT Pilih Jalur Independen

Abdullah Vanath

AMEKS ONLINE, AMBON.–Kans bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku 2018, Herman Koedoeboen – Abdullah Vanath maju lewat partai politik kian sempit. Akhirnya, pasangan dengan akronim HABAT ini pun memilih jalur independen, dan optimis lolos.

Abdullah Vanath menjelaskan, keputusan ini diambil setelah peluang mendapatkan rekomendasi beberapa partai politik, sangat kecil. Parpol yang menjadi target utama pasangan ini adalah PDI Perjuangan, Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). “Kami putuskan untuk menempuh jalur independen. Keputusan ini kami ambil setelah sekian lama kami berproses melalui beberapa partai politik dan dapat kami simpulkan, bahwa peluang kami untuk mendapatkan rekomendasi parpol, sangat kecil,” ujar Vanath kepada wartawan di kediamannya, Lorong Putri, Sirimau, Minggu (22/10).

Selain itu, karena jalur perseorangan atau independen, juga dijamin dalam Undang-Undang Pilkada maupun UU Pemerintahan Daerah. “UU juga memungkinkan kami bisa maju melalui jalur independen,” sambung Vanath.
Dia mengaku, opsi jalur independen ini sudah disiapkan sejak awal bersamaan dengan upaya mendapatkan rekomendasi. Namun, belum diumumkan demi menjaga komunikasi dengan parpol-paprol tersebut. “Dan saya ditugaskan oleh pak Heri untuk segera pulang dan menyampaikan informasi ini agar segera diketahui masyarakat terutama relawan, tim dan pendukung kami di 11 kabupaten/kota. Beliau akan tiba di sini dan akan menyampaikan informasi resmi,” papar mantan Bupati Seram Bagian Timur (SBT) dua periode itu.
OPTIMIS LOLOS

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi menetapkan syarat dukungan minimum bakal calon gubernur dan wakil gubernur dari jalur perseorangan sebanyak 122.895 orang dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu terakhir. Sedangkan sebaran dukungan, minimal dari 6 kabupaten/kota.

Selain itu, KPU juga telah menetapkan sebaran dukungan minimal dari 50 persen ddari total 11 kabupaten/kota di Maluku. Setelah melalui perhitungan, diperoleh jumlah 5,5 yang dibulatkan menjadi 6 kabupaten/kota.

Dan sesuai Keputusan KPU Provinsi Maluku nomor 01/HK.03.1/Kpts/81/Prov/VII/2017 tentang pedomen teknis tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku tahun 2018, pengumuman syarat minimum dukungan dan sebaran dukungan calon perseorangan, 9 – 22 November, penyerahan dukungan 22 – 26 November dan penelitian syarat administrasi dan analisis dukungan ganda 22 November – 5 Desember.

Saat ini, tim dan relawan pasangan HEBAT sudah mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KPT) elektronik di 11 kabupaten/kota, dengan target 200.000 KTP dan pernyataan dukungan tertulis. “Di 11 kabupaten/kota sedang berjalan. Kami menargetkan 250 KTP dan surat pernyataan dukungan, yang akan menjadi persyaratan yang akan kami bawa ke KPU. Dan saya pastikan, pada saatnya kita akan terpenuhi syarat itu,” ungkapnya.

Mantan Ketua DPD Partai Demokrat Maluku ini mengajak masyarakat Maluku agar tidak pesimis terhadap pasangan dari jalur independen. Selain dijamin UU, banyak kepala daerah di Indonesia yang telah terpilih lewat jalur independen.

JADI ANCAMAN
Pengamat politik Universitas Pattimura, Said Lestaluhu menilai, pencalonan lewat jalur independen merupakan keputusan yang tepat dari Herman dan Vanath. Sebab, peluang mereka memperoleh rekomendasi sudah tertutup.

Selain itu, karena masih ad a waktu bagi tim dan relawan untuk mengumpulkan KTP elektronik dan pernyataan dukungan tertulis dari warga. Syarat dukungan akan terpenuhi, bila tim dan relawan bekerja maksimal di lapangan. ‘’Sepanjang mereka punya komitmen yang kuat dan jaringan yang luas, saya kira bisa terpenuhi. Yang penting tim di lapangan bisa beklerja maksimal dukungan lewat KTP itu,” kata Said.

Herman dan Vanath, kata dia, sudah punya modal politik yang kuat. Ini dapat diukur dari Pilgub Maluku 2013. Herman yang kala itu berpasangan dengan Daud Sangadji menang di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku Barat Daya, Maluku Tenggara Barat, Kota Tual dan Kepulauan Aru dengan total suara 188.088 atau 24.35 persen.

Sedangkan basis pendukung Vanath di wilayah Seram yang meliputi tiga kabupaten, yakni Seram Bagian Timur (SBT), Seram Bagian Barat (SBB) dan Maluku Tengah (Malteng) menurut dia, masih kuat. Meski kalah pada Pilgub 2013 dengan 383.705 suara, namun investasi politiknya masih ada. “Jadi, saya lihat pasangan ini punya pendekatan sosiologis yang kuat, dan juga elektabilitas yang baik sesuai survei. Itu yang memberikan semacam semangat bagi nereka untuk tetap melakukan pencalonan. Tapi, sekali lagi politik itu sangat dinamis,’’ pungkas dia.(TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!