Orno–Pelu Dapat Rekomendasi PKB – Ambon Ekspres
Politik

Orno–Pelu Dapat Rekomendasi PKB

-IST- REKOMENDASI : Pasangan Barnabas Orno - Habiba Pelu mendapatkan rekomendasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk maju dalam perhelatan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2018 -2023, Minggu (22/10).

Murad Penuhi Syarat Pencalonan

AMEKS ONLINE, AMBON.—Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akhirnya memberikan rekomendasi kepada pasangan Barnabas Orno – Habiba Pelu untuk maju dalam perhelatan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2018 -2023. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi.

Syarat itu adalah bahwa kedua pasangan ini juga harus mengantongi rekomendasi parpol lainnya untuk memenuhi syarat maju dalam Pilgub 2018. Dukungan politik PKB tersebut diputuskan di kantor DPP PKB, Minggu (22/10) pukul 14.00 WIT.

Surat ‘‘sakti’’ itu diserahkan secara langsung kepada Orno dan Pelu. PKB memiliki 3 kursi di DPRD Maluku. Sehingga Orno-Pelu masih butuh minimal 6 kursi lagi dari partai politik lainnya untuk memenuhi persyaratan 20 persen kursi atau 9 dari 45 kursi DPRD, untuk bisa mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku.
Olehnya itu, DPP PKB memberikan surat tugas yang masih bersifat sementara dan berisi sejumlah persyaratan yang segera dipenuhi Orno-Pelu maupun DPW PKB Maluku. Ini tercantum surat bernomor 094/Desk Pilkada/Pusat/IX/2017, yang ditanda tangani ketua Desk Pilkada DPP PKB, Daniel Johan.

Poin kedua surat ini menugaskan calon sebagaimana tersebut di atas bersama DPW PKB Provinsi Maluku melakukan komunikasi dengan partai politik lain guna melengkapi koalisi sebagaimana ketentuan untuk mendaftar di KPU. Calon juga diwajibkan melaporkan hasil komunikasi itu kepada DPP PKB selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah diterimanya surat ini.

Surat ini juga dinyatakan batal dan tidak berlaku lagi apabila hingga batas waktu calon tidak melaporkan dan atau dapat memenuhi ketentuan untuk mendaftar, dan diterbitkannya SK DPP PKB tentang penetapan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku tahun 2018.

DPW PKB Maluku dan pasangan Orno-Pelu sangat berharap rekomendasi PDI Perjuangan untuk berkoalisi. Partai ini memiliki 7 kursi DPRD Maluku. “Harapannya PDIP,” jelas Ketua Desk Pilkada DPW PKB Maluku, Malaka Yaluhun saat ditanya soal kepastian rekomendasi parpol lainnya, tadi malam.

Malaka tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai harapan rekomendasi PDIP. Tetapi, kata dia, keputusan itu sudah dipertimbangkan secara matang, termasuk dalam hal merekomendasi Orno – Pelu. “Intinya, kembali ke internal. Ini sudah dipertimbangkan secara matang,” papar Malaka.

Dia menambahkan, seluruh kader di setiap struktur PKB akan mengamankan rekomendasi. ”Yang pasti seluruh kader PKB di semua tingkatan. Baik wilayah dan kabupaten/kota untuk mengamankan rekomendasi DPP,” pungkasnya.

Ketua PKB Maluku, Basri Damis mengatakan, PKB berharap ada mitra koalisi strategis di Pilgub untuk mengusung Orno – Pelu. ‘’Untuk membangun poros baru dalam Pilkada, kita berharap dapat merangkul semua parpol untuk menciptakan pilkada yang baik dan aman,’’ tandas dia.

Barnabas Orno yang juga Bupati Maluku Barat Daya mengatakan, dengan rekomendasi dari PKB menunjukkan bila dirinya bersana Habiba Pelu diberikan kesempatan untuk memimpin Maluku. ‘’Tentunya setelah mendapatkan rekomendasi, kita melakukan kosolidasi efektif dengan parpol lain. PKB tidak dapat melakukannya sendiri,” ujar Orno.

Dikatakan, sebagai kader PDIP, dirinya masih melakukan komunikasi untuk mendapatkan rekomendasi partai itu. “Saya bersama Habibah mengucapkan terima kasih kepada seluruh fungsionaris dari jenjang ranting, dan ketua DPW. Dan mohon dukungan doa dari masyarakat Maluku untuk kami maju ke Pilkada mendatang,” tutur Orno.

MURAD PENUHI SYARAT
Sementara itu, Murad Ismail sudah memenuhi syarat sebagai calon Gubernur Maluku. Murad telah mengantongi rekomendasi empat parpol dengan total 12 kursi, yakni Nasdem (4 kursi), Hanura (4 kursi), PAN (1 kursi) dan kini Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 2 kursi.

Rekomendasi tiga parpol telah diserahkan beberapa hari sebelumnya, diikuti PKPI, kemarin. DPN PKPI secara resmi mengeluarkan surat rekomendasi dengan nomor 15/DPN-PKP-IND/IX/2017 dan ditandatangani oleh Ketum DPN PKPI AM Hendropriyono dan Sekjen Imam Ashori Saleh.

Rekomendasi ini diserahkan Sekjen langsung kepada Murad Ismail di Kantor DPN PKPI di Jakarta. “Alhamdulillah, PKPI hari ini telah resmi mengeluarkan rekomendasi kepada pak Murad sebagai Calon Gubernur Maluku. Dengan memiliki dua kursi di DPRD Maluku, dukungan PKPI seperti menambah energi baru buat Pak Murad dalam menghadapi kontestasi Pilgub di tahun 2018 mendatang,” kata Juru Bicara Murad Ismail, M. Azis Tunny kepada pers di Ambon, Minggu (22/10).

Dalam surat tersebut, mantan Ketua Badan Intelijen Nasional (BIN) sebagai Ketum DPN PKPI menginstruksikan kepada DPP PKPI Maluku dan seluruh jajarannya selalu berkoordinasi dan membantu Murad Ismail sebagai Calon Gubernur Maluku dalam Pilkada yang akan dihelat tahun 2018 mendatang. “Konsolidasi partai-partai pengusung pak Murad tentunya akan melakukan konsolidasi hingga tingkat yang paling bahwa untuk memenangkan Pilkada. Inshaa Allah semuanya berjalan dengan aman dan lancar,” katanya.

Dengan bertambahnya rekomendasi PKPI, membuat dukungan partai buat Murad sudah melebihi syarat minimal yakni sembilan kursi di DPRD Maluku. Saat ini Murad sudah memiliki dukungan 11 kursi di DPRD Maluku yakni NasDem 4 kursi, Hanura 4 kursi, PKPI 4 kursi dan PAN 1 kursi. “Sementara petahana sampai sekarang baru resmi mendapat dukungan 6 kursi dari PKS, karena Partai Golkar sendiri belum resmi mengeluarkan rekomendasinya,” ungkap Azis.

Menurutnya, Murad Ismail masih berpotensi meraih tambahan dukungan rekomendasi partai politik. Namun dia enggan menjelaskan partai-partai mana yang juga akan menjadi bagian dari koalisi partai pengusung dan pendukung Murad. “Kita lihat saja nanti. Yang pasti, banyak partai politik yang terpikat dengan komitmen dan kesungguhan pak Murad ingin membangun Maluku lebih baik lagi,” ujarnya.

Azis mengatakan, pilihan partai kepada Murad Ismail tentu melalui pertimbangan dan kajian yang mendalam. Sebab, tidak gampang partai mengeluarkan rekomendasi begitu saja, apalagi kepada figur penantang dan ada kandidat petahana yang juga maju dalam Pilkada. “Bisa jadi setelah dievaluasi, petahana dianggap sudah tidak layak lagi memimpin Maluku, dan dibutuhkan figuritas calon pemimpin yang lebih berkomitmen dan berjiwa besar untuk membangun daerah ini,” cetusnya.

Azis optimis, dukungan partai politik kepada Murad juga diikuti dengan kepercayaan masyarakat kepadanya. “Pak Murad sudah on the track dalam menghadapi Pilkada Maluku. Survei terakhir juga membuktikan angka popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas terus meningkat signifikan, sementara petahana semakin merosot. Kami yakin, masyarakat akan semakin sadar siapa sesungguhnya pemimpin yang harus mereka dukung,” tandasnya. (TAB/M6)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!