Praja IPDN Ditempatkan di Wilayah Perbatasan – Ambon Ekspres
Berita Utama

Praja IPDN Ditempatkan di Wilayah Perbatasan

SAHDAN FABANYO/AMEKS PERBATASAN : Sebanyak 63 lulusan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Angkatan XXIII tahun 2016 diterima Pemprov Maluku, Senin (23/10). Mereka akan ditempatkan di wilayah perbatasan.

AMEKS ONLINE, AMBON.—Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), menempatkan puluhan praja IPDN angkatan XXIII tahun 2016 ke sejumlah wilayah perbatasan yang ada di Indonesia, termasuk Provinsi Maluku. Maluku merupakan salah satu provinsi yang wilayah berbatasan langsung dengan Australia dan Republik Timor Leste.

Kepala Pusat Fasilitasi Kerja Sama Setjen Kemendagri, Dr Nelson Simanjuntak menjelaskan,
berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 78 tahun 2017, penempatan lulusan praja IPDN angkatan XXIII tahun 2016 dengan persentase 15 persen pada Kemendagri, 35 persen kawasan perbatasan dan 50 persen di seluruh kabupaten yang ada di Indonesia. Penempatan dilakukan dengan sistem acak. “Terkait dengan Permendagri itu, maka Provinsi Maluku mendapatkan 63 lulusan Praja IPDN tahun 2016, dengan kalkulasi seluruh praja angkatan XXIII yang ditempatkan di Maluku, bukan putra-putri asal Maluku, melainkan daerah lain. Dari 63 orang itu, 36 orang akan di tempatkan di wilayah perbatasan yang ada di Maluku,” kata dia kepada wartawan di kantor Gubernur Maluku, Senin (23/10).

Menurut dia, penempatan lulusan praja IPDN di wilayah perbatasan yang ada di Maluku merupakan upaya pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran, dengan memperkuat daerah-daerah perbatasan antara negara. “Inilah (penempatan praja IPDN), salah satu program Nawacita Presiden. Ini juga dapat dimaknai sebagai sebuah komitmen pemerintah dalam pengembangan maupun pembangunan Indonesia dari pinggiran. Pembangunan dari pinggiran ini dilakukan secara bersama oleh berbagai pihak termasuk Kemendagri,” jelas dia.

Simanjuntak menandaskan, pembangunan Indonesia dari pinggiran membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, baik dari segi mental maupun intelektualnya. Salah satunya pemerintah melalaui Kemendagri telah menyiapkan lulusan IPDN angkatan XXIII, untuk ditempatkan di seluruh wilayah perbatasan NKRI. “Sebagai kader bangsa dan pelopor revolusi mental yang telah disiapkan oleh pemerintah lewat IPDN, kiranya dapat menjawab tantangan tersebut, yakni membangun Indonesia dari pinggiran,” ujarnya.

Penempatan lulusan Praja IPDN di wilayah perbatasan, kata dia, diharapkan mampu membantu pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran yang lebih baik, maju dan beradab. Namun soal penempatan itu merupakan kewenangan Pemprov Maluku. “Senantiasa menjunjung tinggi integritas, loyalitas dan disiplin didalam menjalankan tugas. Penempatan ini dapat juga dimaknai sebagai kepercayaan negara dalam membangun Indonesia yang lebih baik kedepan, sesuai dengan harapan dari pemerintah saat ini,” tuturnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Maluku, Elvis Pattiselano mengatakan, penempatan lulusan IPDN angkatan XXIII yang berjumlah 63 orang itu akan dibagi di seluruh kabupaten/kota. “Penempatan lulusan praja IPDN ini difokuskan pada kawasan perbatasan sebanyak 36 orang dengan rincian Kabupaten MTB 12 orang, Kepuluan Aru 12 orang dan MBD 12 orang. Tiga kabupaten itu, merupakan kabupaten perbatasan. Sisahnya yakni 27 orang SKPD dilingkup Pemprov sebanyak 11 orang, dan 8 kabupaten/kota se-Maluku mendapatkan masing-masing 2 orang praja, sehingga ditotalkan seluruhnya 63 orang,” jelas mantan Karo Pemerintahan Setda Provinsi Maluku itu.

Pattiselano mengaku, 63 lulusan Praja IPDN itu, seluruhnya bukan berasal dari Maluku. Mereka berasal dari 9 provinsi di Indonesia, yakni Nusa Tenggara Barat 12 orang, Nusa Tenggara Timur (7), Sulawesi Selatan (5), Sulawesi Tengah (1), Sulawesi Utara (10), Sulawesi Tenggara (4), Maluku Utara (7), Papua (13) dan Papua Barat 4 orang. ‘’Sedangkan lulusan Praja IPDN angkatan XXIII dari Maluku, semuanya ditempatkan di provinsi lain yang ada di Indonesia. Tidak di Maluku,” terangnya.

Gubernur Maluku yang diwakilkan Asisten II, Maritje Lopulalan mengatakan, penempatan maupun pemindahan lulusan IPDN untuk meningkatkan SDM ASN yang profesional dan berdaya guna dalam memberikan pengabdian kepada negara, dengan ikut serta untuk pembangunan nasional. “Dalam mewujudkan program pemerintah melalui nawacita, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka NKRI, terutama dikawasan perbatasan, dapat terwujud dengan baik,” kata Lopulalan dalam membacakan sambutan gubernur saat penerimaan lulusan puluhan praja IPDN tersebut.

Penempatan pada kawasan perbatasan dan lingkup pemprov lainnya, lanjut dia, dilakukan dengan mempertimbangkan dukungan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Terutama di daerah kawasan perbatasan. “Kemudian dipertimbangkan pada rasio jumlah praja IPDN dari setiap provinsi, maupun kebutuhan dukungan pelaksanaan tugas khususnya pada kementerian, dan kondisi sosial kultural masyarakat di daerah perbatasan,” tuturnya.

Diakui, penyebaran lulusan praja IPDN di setiap provinsi, maupun di wilayah perbatasan merupakan pertama kali dilakukan oleh Kemendagri. Karena selama ini, lulusan praja IPDN, selalu dikembalikan ke daerah asal pendaftarannya. “Penyebaran lulusan IPDN merupakan salah satu langkah strategis dalam reformasi dan transformasi birokrasi, untuk pengelolaan manajeman SDM ASN, sehingga dapat juga menghilangkan sentimen yang menimbulkan dikotomi PNS daerah dan PNS pusat,” terangnya.

Dia berharap, penyebaran lulusan praja IPDN dengan sistem saat ini, dapat menjadi role model penyebaran ASN, dan momentum memperkuat peran ASN, sebagai perekat dan pemersatu bangsa, sekaligus sebagai dasar pengambilan kebijakan penyebaran ASN pada masa yang akan datang. (AHA)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!