Saksi Korupsi WFC Diteror OTK – Ambon Ekspres
Berita Utama

Saksi Korupsi WFC Diteror OTK

Ilustrasi Teror/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.—Pengungkapan perkara dugaan korupsi proyek Water Front City (WFC) Namlea, Kabupaten Buru justru dimanfaatkan sejumlah orang dengan membawa-bawa nama jaksa penyidik. Mereka meneror sejumlah orang yang pernah diperiksa jaksa. Tujuannya hanya mencari keuntungan material.

“Jadi ada saksi dalam perkara ini yang bicara kepada kami bahwa, ada orang-orang yang sengaja membawa nama pejabat atau penyidik dilingkup Kejati Maluku untuk meminta uang dari kami.

Saya tegaskan ini tidak benar,” ungkap Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada wartawan diruang kerjanya, Senin (23/10).

Dia mengingatkan mereka yang dihubungi orang-orang tertentu dengan mengatasnamakan pejabat di Kejati Maluku agar tidak merespons. “Dapat melaporkan melalui call center Kejati Maluku di Nomor HP 081344114002,” ujar Samy.

Terkait materi kasus ini, kemarin tim penyidik melakukan pemeriksaan terhadap saksi WFC. Dia adalah Direktur PT Nata Persada Indonesia. Diperiksa penyidik Adam Saimima, dan Ahmad Latupono, sejak pukul 12.00 WIT hingga pukul 14.00 WIT.

Menyinggung soal pentapan tersangka dalam perkara atas proyek yang dikerjakan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Buru yang bersumber dari APBN tahun 2015 sebesar Rp 4.911.700.000 itu, dia enggan berkomentar. “Hingga saat ini belum ada, dan ikuti saja prosesnya,” kata Samy.

Sekedar tahu, pekerjaan tahap I proyek reklamasi tersebut dianggarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Buru yang bersumber dari APBN tahun 2015 sebesar Rp 4.911.700.000. Proyek dikerjakan oleh CV Aego Media Pratama milik salah satu keluarga dekat Bupati Buru Ramly Umasugi.

Perkara tersebut resmi ditingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidik sejak 15 September 2017 kemarin. Naik kelasnya kasus tersebut berdasarkan surat perintah penyidikan Nomor : 08/S.1/Fd.1/09/2017, tanggal 15 September 2017.

Samy menjelaskan, proyek APBN tahun 2015 sebesar Rp 4.911.700.000 ini dilaporkan masyarakat dan telah ditindaklanjuti jaksa. “Kasus ini dilaporkan masyarakat. Hasilnya kita naikan ke tahap penyidikan. Modus kasusnya, diduga proyek tersebut tidak berhasil dikerjakan tuntas akan tetapi dananya dicairkan 100 persen,” jelas Samy. (NEL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!