205 Pengurus MES Maluku, Resmi Dikukuhkan – Ambon Ekspres
Berita Utama

205 Pengurus MES Maluku, Resmi Dikukuhkan

AMEKS ONLINE, AMBON.— Sebagi bentuk upaya meningkatkan kesejahteraan umat melalui optimalisasi pengelolaan dan penggunaan Wakaf Tunai/Produktif serta Zakat, Infaq dan Shodaqoh di Pronvinsi Maluku, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Maluku, Bank Indonesia, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), IAIN Ambon, Universitas Darussalam Ambon, Ambonese Youth Moslem Community (AYMC), dan Pengurus HMJ Ekonomi Syariah IAIN Ambon melaksanakan kegiatan Seminar Nasional Ekonomi Syariah sekaligus Pengukuhan Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Maluku oleh TIM MES Pusat, yakni Ir Edy Setiadi, M.Sc, Ketua Komite Khusus Pengurus Pusat MES yang juga Advisor Senior Strategic Commitee dan Pusat Riset OJK.

Melalui Seminar Nasional Ekonomi Syariah ini diharapkan mampu membuka wawasan para peserta (ulama, akademisi, organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, penggiat ekonomi syariah, pelaku usaha dan mahasiswa), tentang Wakaf Tunai/Produktif serta Zakat, Infaq dan Shodaqoh sebagai salah satu potensi ummat yang dapat dioptimalkan dalam membangun perekonomian.

Pengukuhan Pengurus Wilayah MES Provinsi Maluku, saat ini adalah sebagai salah satu keputusan Muswil MES Maluku pada tanggal 1 April 2017. Organisasi mandiri ini dibentuk sebagai wadah pemersatu sumber daya di berbagai bidang, dalam membangun sinergi antar pemangku kepentingan untuk menciptakan penerapan ekonomi syariah di masyarakat.

Jajaran kepengurusan PW MES Maluku merangkul berbagai unsur, seperti birokrat, ulama, akademisi, organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, media, pelaku industri jasa keuangan, pelaku usaha, dan regulator. Sebagai informasi, saat ini jumlah Pengurus Wilayah MES Provinsi Maluku sebanyak 205 orang yang terdiri dari dewan pembina, dewan pakar, badan pengurus harian, dan 8 departemen.

Sinergitas lintas instansi, organisasi dan bidang keahlian ini diharapkan mampu berimplikasi pada massifnya upaya percepatan membudayanya ekonomi syariah di berbagai bidang kehidupan masyarakat di Provinsi Maluku.
Kepala OJP Provinsi Maluku, Bambang Hermanto mengatakan, MES dibentuk sebagai wadah pemersatu sumber daya di berbagai bidang dalam membangun sinergi antar pemangku kepentingan untuk menciptakan penerapan ekonomi syariah di berbagai bidang. “Kolaborasi antar instansi dan organisasi ini, kami yakini sebagai langkah awal yang mampu menjadi pijakan kuat dalam upaya membumikan ekonomi syariah di Negeri Raja-Raja. Tidak mudah memang, namun sinergi ini akan memicu langkah-langkah besar lainnya di kemudian hari, dalam upaya mencapai satu kondisi, dimana ekonomi Islam telah menjadi katalisator dalam pembangunan perekonomian Indonesia, yang membuktikan bahwa konsep ekonomi Islam adalah rahmat bagi semua,” kata Bambang dalam acara Pengukuhan Pengurus Wilayah MES Provinsi Maluku, di Aula Rektorat IAIN, Selasa (24/10).

Pada kegiatan tersebut, telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman sebagai landasan kerjasama dalam merealisasikan penyelenggaraan pengelolaan wakaf tunai yang diinisiasi oleh Pengurus Wilayah MES Provinsi Maluku dengan menggandeng Baitul Maal Hidayatullah sebagai Nadzir dan Bank Muamalat, Bank Syariah Mandiri dan Panin Dubai Syariah sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU).

Bambang menyampaikan, kerjasama tersebut bertujuan agar masyarakat bisa terinformasi bahwa memahami wakaf bukan hanya sebatas pemberian berbentuk barang tidak bergerak seperti tanah, dan bangunan. “Perlu adanya paradigma baru dan terobosan untuk mengembangkan perwakafan di Provinsi Maluku. Salah satunya adalah melalui wakaf uang. Wakaf jenis ini memiliki potensi yang sangat besar karena semua orang dapat melaksanakannya. Wakaf uang tidak harus dalam jumlah besar, jumlah kecil pun dapat dilakukan,” kata Bambang.

Kemudian, sebagai salah satu program kerja PW MES Provinsi Maluku di bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Bisnis Syariah, telah dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara MES Provinsi Maluku dengan IAIN Ambon dan Universitas Darussalam dalam program Negeri Binaan. Nota kesepahaman tersebut dimaksudkan, sebagai landasan kerjasama dalam merealisasikan penyelenggaraan kerjasama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dari MES Provinsi Maluku di Negeri Mamala dan Negeri Morella, dua desa yang diberkahi dengan berbagai potensi alam dan budaya.

Sementara salah satu pelaku Ekonomi Syariah, Ustad Abu Imam Ar Rumbara selaku pemimpin pondok pesantren Tahfidz Al-Anshar mengatakan, dengan jumlah umat muslim yang ada di Maluku, dapat membangun potensi manajemen Zakat dan Shodaqoh. “Kami berharap MES bisa memediasi pemahaman keislaman kepada kaum muslimin. Jadi bagaimana bisa membangun kesadaran umat Islam untuk giat berzakat. Karena zakat itu wajib salah satu di antara pilar syariat agama Islam,” tuturnya.

Ia mencontohkan lewat Yayasan Pesantren Al-Anshar. Dimana awalnya hanya terbangun operasional kehidupan santri dan anak-anak bisa terpenuhi. Lalu kemudian pembangunan infastruktur bisa dilakukan. “Oleh karena itu saya kira saatnya dengan media MES maupun kawan-kawan yang lain lembaga-lembaga zakat lainnya,bisa menjembatani pemahaman muslim terutama untuk potensi besar membangun umat muslim yang selama ini orang merasa sulit,” harapnya.

Ditambahkan, Muhamad Ikbal Hulihulis, di MES Maluku sebagai Wakil Ketua Bidang Zakat, Infaq dan Wakaf (ZISWAF), secara nasional potensi Zakat ada sebesar Rp 217 triliun. Untuk Maluku, belum diketahui. “Kuncinya pengelolaan Zakat cuma satu, yaitu persatuan. Bagaimana menyatuhkan semua lembaga ini tentu harus mengakomodir regulasi yang berlaku. Coba ini menjadi sinergi bersama melalui lembaga resmi yang akan mempertangungjawabkan kepada pemerintah dan melalui pemerintah agama. Tugas kita, memback-up dan memfasilitas mereka sehinga bisa terus berkembang,” paparnya.

Kegiatan Seminar Nasional Ekonomi Syariah dan Pengukuhan Pengurus Wilayah MES Provinsi Maluku merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pekan Ekonomi Syariah yang dilaksanakan 24 – 29 Oktober 2017. Selain event pada hari ini, menyusul kegiatan lainnya yaitu lomba duta tingkat mahasiswa, lomba artikel syariah, dan lomba masak berbahan utama sagu tingkat mahasiswa jurusan ekonomi syariah, serta Halal Food Festival 2017 yang di dalamnya terdiri dari berbagai event pendukung. Diantaranya sosialisasi keuangan syariah, fashion show cilik, demo alat masak, musik religi dan photography on the street.(IWU)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!