Pilihan Sulit Bagi Murad – Ambon Ekspres
Politik

Pilihan Sulit Bagi Murad

AMEKS ONLINE, AMBON.— Murad Ismail boleh lega, setelah mendapatkan rekomendasi 4 partai politik untuk maju sebagai calon Gubernur Maluku 2018. Namun,dia dan timnya masih bingung menentukan bakal calon wakil gubernur sebagai pasangan.

Informasi Ambon Ekspres, ada 4 nama yang menjadi target. Selain keinginan tim dan Murad, juga mengikuti perkembangan dinamika partai politik, terutama PDIP.

Mereka adalah Bupati Maluku Barat Daya, Barnabas Orno, Ketua DPD partai Gerindra Maluku, Hendrik Lewerissa, Jaksa Agung Muda Pengawasan (JAM WAS) Kejagung RI, Herman Adrian Koedoeboen, dan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy. Dua nama terakhir, hampir pasti tidak mungkin.

Herman tetap berkomitmen berpasangan dengan Abdullah Vanath. Bahkan, tim dan relawan mereka sudah mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik, setelah peluang rekomendasi parpol menipis. “Saya ditugaskan oleh pak Heri (nama panngil Herman Koedoeboen) untuk segera pulang dan menyampaikan informasi ini agar segera diketahui masyarakat terutama relawan, tim dan pendukung kami di 11 kabupaten/kota,” ungkap Vanath, Minggu (23/10).

ORNO, PILIHAN ALTERNATIF
Pengamat politik Universitas Pattimura (Unpatti), Paulus Koritelu menilai, Herman tidak akan mau jadi wakil gubernur, meski PDIP merekomendasi. Ia berpotensi calon gubernur. Apalagi, saat ini sudah maju lewat jalur independen atau perseorangan.

Ini karena Herman dan Vanath tetap memiliiki dukungan signifikan meski lewat independen. “Agak sulit Herman mengambil posisi wakil. Dia lebih memilih maju lewat jalur independen dan berpasangan dengan Abdullah Vanath,” jelas Koritelu.

Sedangkan Hendrik Lewerissa, meski memiliki struktur partai dan anggota legislatif di DPRD Provinsi dan kabupaten/kota, tapi rapuh secara figuritas, dibandingkan figur lainnya. Apalagi, bukan dari Tenggara Raya, yang merupakan salah satu faktor dalam penentuan wakil untuk menghadapi Said Assagaff-Anderias Rentanubun, atau Herman-Vanath.

Menurut dia, figur ideal yang bisa digandeng Murad adalah Barnabas Orno. Bila Murad diusung oleh PDIP, dan Orno tidak bisa menambah rekomendasi parpol lain, selain Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang punya 3 kursi, kemungkinan Orno dipaketkan dengan Murad.

Tentu, ini sangat tergantung dari sikap politik PDIP dalam rangka menentukan siapa kader terbaiknya di posisi wakil, jika tak bisa untuk calon gubernur. “Alternatifnya itu bisa ada orang PDIP lainnya, misalnya, Mercy Barends atau bisa menunggu sampai bola muntah dari situasi Abas Orno yang mungkin lari, kalau misalnya tidak bisa rekomendasi dari parpol lainnya. Karena PKB hanya memiliki 3 kursi,” paparnya.

Sebab, lanjut dia, Orno bisa mendongkrak elektabilitas Murad. Ini merupakan salah satu syarat pertimbangan mutlak, sebab elektabilitas belum signifikan, yakni 10,9 persen berdasarkan hasil survei Konsultan Citra Indonesia (KCI) – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) akhir September lalu.

Dari sisi kewilayahan atau geopolitik, juga mendukung. Basis Orno bisa mengimbangi Anderias maupun Herman, jika lolos, di Tenggara Raya. Terutama di MBD. “Kalau Murad-Abas cukup kuat. Bukan saja dari segi agama, tapi dari perwujudan dari sentimen Tenggara Raya yang mungkin bisa lari ke dia, dan sangat mumpuni bersaing dengan pak Anderias Rentanubun yang kemungkinan berpasangan dengan Said Assagaff,” jelasnya.

Pengamat politik lainnya dari Unpatti, Johan Tehuayo menilai, Hendrik Lewerissa memang memiliki keunggulan dalam politik praktis. Meski bukan kepala daerah atau legislator, dia masih punya kaki tangan parpol di DPRD yang memiliki basis suara di daerah masing-masing.

Selain itu, dia juga pernah cawagub di Pilgub 2013. Namun, dari sisi kewilayahan, Hendrik tidak terlalu signifikan, meski ia dari kabupaten Maluku Tengah. “Aspek kewilayahan ini juga sangat berpengaruh. Cuman pengaruhnya cukup besar, jika gep-politiknya dari Tenggara Raya. Artinya, kalau wakilnya Murad dari Tenggara,” papar Tehuayo.

Orno adalah kandidat yang paling mungkin digandeng Murad. Selain belum memenuhi persyaratan 9 kursi bersama Habiba Pelu, Orno juga memiliki pengalaman politik praktis dan kompetensi birokrasi.

Kemudian, dari sisi kewilayaan, Orno bisa mewakili masyarakat Tenggara Raya, terutama masyarakat Maluku Barat Daya. Karena itu mempengaruhi persepsi dan sikap politik masyarakat MBD untuk memberikan dukungan kepada Murad dan dirinya. “Dari sisi politik, Orno adalah Bupati MBD yang memiliki potensi dan kompetensi yang memadai, sehingga beliau dampingi Murad, itu bisa memperkuat peluang menang mereka,” jelasnya.

Sementara Richard, kata dia, juga figur ideal. Punya basis politik signifikan di Ambon dan berpengalaman di birokrasi. Namun, ini sulit terjadi, karena sebagai kader Richard akan taat pada keputusan Golkar yang telah mencalonkan Assagaff. “Kecuali mereka diusung oleh Golkar,” tambahnya.

Penentuan balon wagub ini, menurut Direktur RESCO, Jais Patty, merupakan masalah tersendiri bagi Murad. Cukup sulit ia memilih wakil dalam kondisi dinamika parpol saat ini.

Herman tidak akan mau digandeng Murad. Selain telah berkomitmen dengan Vanath, Herman memiliki potensi kultur yang cukup kuat.“ Kalau ada yang mengatakan Murad lebih kuat dari Herman, saya kira itu harus dilihat kembali,” kata Jais.

Sedangkan Orno, menurut dia, cukup potensial. Namun, sangat tergantung respon PDI Perjuangan terhadap umpan dari PKB. “Kalau Orno, saya kira juga potensial karena dia relatif baru dalam konstestasi Gubernur. Tetapi kalau PDIP merespons umpan dari PKB, saya kira akan ada perubahan konstalasinya,” tambah dia.

Murad telah mengantongi rekomendasi 4 parpol dengan total 11 kursi, yakni Nasdem (4 kursi), Hanura (4 kursi), PAN (1 kursi) dan kini Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 2 kursi. Dengan demikian, ia telah memenuhi persyaratan 9 kursi sesuai ketentuan undang-undang Pilkada.

Juru bicara tim Murad, Azis Tunny menjelaskan, penentuan wakil masih menunggu keputusan PDIP. Selain itu, sejumlah nama yang berpotensi masih disurvei. “Betul, MI masih menunggu keputusan rekomendasi PDIP. Daftar wakil MI masih disurvei,” kata Tunny, tadi malam.

Pasangan Murad yang akan diputuskan, harus diterima masyarakat Maluku dan dapat mendongkrak elektabilitas Murad. ”MI dan tim masih menggodok wakil yang tepat, sesuai dengan kondisi politik terkini. Wakil yang diharapkan bisa diterima masyarakat dan dapat mendongkrak elektabilitas MI,” tambah Tunny.(TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!