Sidang Tanpa Barang Bukti – Ambon Ekspres
Hukum

Sidang Tanpa Barang Bukti

AMEKS ONLINE, AMBON.–Meskipun tak ada barang bukti (BB). Namun, JPU Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku percaya diri untuk menyidangkan perkara dugaan kepemilikan narkotika golongan I jenis sabu-sabu, dengan terdakwa Syafril Amal. Alhasil, sidangpun diskors hingga BB dimaksud diperlihatan oleh JPU dalam sidang yang belangsung di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Selasa, (24/10) kemarin. BB berupa narkotila jenis sabu sabu dengan berat 0,64 gram itu patut dihadirkan sebagai pembuktian perkara dimaksud. “Majelis yang terhormat atas BB tersebut saya lupa, ada tersimpan didalam leeemari BB,” ungkpa Dinar.

Alhasil sidang pun diskors dengan catatan BB yang menjerat terdakwa itu harus dihadirkan sebagai pembuktian dalam persidangan. “Sidang kami skors dengan memberikan kesempatan bagi JPU untuk menghadirkan BB tersebut,” kata Majelis Hakim, Sofyan Parerungan. Dan dijelaskan bahwa barang bukti tersebut disimpan bersamaan dalam lemari di Kejaksaan Negeri Ambon. Namun hingga sidang di buka kembali dan sampai berakhirnya sidang kasus tersebut. Dinar selaku penuntut umum tidak dapat menunjukan barang bukti berupa narkoba jenis sabu sabu ini. “Lemarinya dikunci jadi BBnya tidak bisah dikeluarkan,” kata JPU daam sidang yang kembali dibuka. Akhirnya sidang tersebut ditunda hingga pecan depan, dengan agenda menghadirkan BB serta mndengar keterangan saksi-saksi.

Habib Bin Taher dan Alwi kepada wartawan diluar persidangan mengatakan, pihaknya akan menilak apabila sidang tersebut tetap dilanjutkan. Pasalnya, BB yang menjadikan klaenya sebagai terdakwa dalam perkara barang haram tersebut, tidak mengakui adanya persidangan tersebut. “kami tetap menolak, lantaran, BB tidak ada. Kata JPU, ada terkunci dalam sidanga, ternyata da kembali sebut, bahwa BB terkunci dalam lemari. Nyonya, bungkusan BB itu ada dan tidak dihadirkan itu kan aneh. Kami tetap menola, kalau BB tersebut tidak hadir,” tandas Taher.

Meskipun sidang tersebt masuh dalam proses pemeriksaan saksi, lanjut Taher, namun harus diketahui bahwa BB tersebut merupakan satu BB yang harus dijadikan sebagai Alat Bukti dalam persidangan. JPU, Dinar sendiri dalam sidang tersebut mengadhadirkan tiga orang saksi dari Kepolisan Polda Maluku selaku saksi. Namun, sidang tersbeut ditunda lantaran BB yang harus dijadikan sebgaai BB tdak dihadirkan JPU dalam persidangan.
(NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!