Buang Mengaku Perkosa Anak Saat Mabuk – Ambon Ekspres
Kriminal

Buang Mengaku Perkosa Anak Saat Mabuk

AMEKS ONLINE, AMBON.—Buang Jois Papilaya (49), akhirnya mengakui telah memperkosa anak gadisnya yang masih berusia 8 tahun. Sebelumnya, walaupun sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun dia mengelak sebagai pelaku.
Dihadapan penyidik kepolisian Polres Ambon dan Pp Lease, pelaku mengatakan dia memperkosa anaknya saat berada dibawah pengaruh minuman keras (miras). Perbuatan bejat itu dilakukan lantaran tidak terpenuhinya kebutuhan biologis setelah ditinggal pergi isterinya. Lembaga Lingkar Pemberdayaan Perempuan (LAPPA) Maluku minta tersangka diberi hukuman setimpal.

Buang Papilaya yang sehari-hari bekerja sebagai penarik becak ini mengaku stres sehingga nekat melampiaskan nafsu birahinya terhadap putri kandunya itu. Buang yang sudah ditetapkan tersangka ini mengatakan sudah 5 bulan ditinggal pergi isterinya. ” Istri saya tinggalkan saya sudah 5 bulan lalu sehingga membuat saya menghabiskan waktu dengan mabuk. Saat itu memang mabuk sehingga saya berbuat itu ke anak saya,” akui ayat bejat itu.

Dijelaskan, sebelum memperkosa korban, dia lebih dahulu mengkonsumsi miras tradisional jenis sopi. Dalam keadaan mabuk, dia ke kamar kos dan membawa korban dengan becak miliknya ke arah Terminal Mardika.

Disitulah, tersangka mengakui memperkosa korban di salah satu lorong dekat salah satu rumah makan Padang yang berdekatan dengan Bank BCA unit Mardika. Setelah puas meniduri putrinya, pelaku kemudian meninggalkan korban yang berlumuran darah dan kembali ke kamar kostnya di kawasan Tanah Tinggi, Kelurahan Amantelu, Kecamatan Sirimau Kota Ambon. “Saya melakukan itu, Selasa (17/10) sekitar jam 03.30 WIT. Memang saya dalam keadaan mabuk karena habis minum sopi. Setelah saya selesai minum, saya dari kamar kos dan bersama korban ke pantai losari di Pasar Mardika. Di lorong rumah makan padang, di situ saya berbuat itu dengan anak saya. Saya pergi tinggalkan anak saya di depan Bank BCA. Itu sekitar pukul 05.00,” akui tersangka.

Menurut dia, agar perbuatanya tidak diketahui orang, korban yang dalam keadaan berlumuran darah ditinggalkan sendirian. “Saya tinggalkan anak saya di depan bank itu jam 05.15 WIT. Setelah saya di hubungi tukang sapu memberitahu menemukan anak saya tidur tak berdaya berlumuran darah di samping Bank BCA. Katanya dibawa ke RS GPM. Untuk menutupi kesalahan, saya berpura-pura melaporkan ke polisi agar tidak diketahui saya pelakunya,” tutur dia. Kasat Reskrim Polres Ambon, AKP Teddy memastikan akan menjerat pelaku dengan hukuman yang seberat-beratnya. Untuk itu, pasal yang disangkakan adalah pasal 81 dan pasal 82 UU Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014 , pasal 287 dan atau 64 KUHPidana. ”Ancaman hukumannya 20 tahun penjara. Dan bila perlu kita dorong hukuman mati atau seumur hidup,” tegasnya.

Ketua LAPPAN Maluku, Bai Hajar Tualeka mendesak polisi agar mengganjar pelaku dengan hukuman seberat-beratnya sesuai dengan perbuatan dilakukan terhadap korban. ”Yah, kalau hukuman mati tidak bisa ya. Karena memang melanggar. Tetapi kalau seumur masih bisa. Dan itu harus pelaku kekerasan terhadap anak itu harus diberikan hukuman seberat-beratnya. Dan yang terpenting itu, penangan medis secara konferhensif dan pemulihan korban. Yah, kalau bisa polisi mendorong menjerat tersangka dengan hukuman seumur hidup,” tegas Baihajar, terpisah.

Sebelumnya diberitakan, pelaku pemerkosaan anak umur 8 tahun akhirnya diketahui bernama Buang Papilaya (49). Dia juga merupakan ayah korban. Polisi sudah meringkusnya sejak Senin (23/10) malam. Polisi juga menemukan bukti, sebelum diperkosa, bocah malang itu dicabuli ayah kandungnya itu.

Penangkapan terhadap Buang setelah polisi mengantongi dua alat bukti, yakni berdasarkan pengakuan korban, dan bukti dokumen hasil visum korban secara medis. Korban mengalami luka sobek dibagian alat vital hingga ke anus. ”Sejauh ini 8 saksi kita mintai keterangan. Tadi (kemarin) setelah kita gelar kasus ini, dua alat kita katongi memenuhi syarat sehingga langsung kita naikan statusnya sebagai tersangka. Sampai sekarang tersangka masih menyangkal perbuatanya. Tidak mengakui. Tetapi alat kita kantongi sudah kuat, termasuk pengakuan korban,” tandas dia.

Teddy memastikan, Buang Papilaya juga membesarkan kemaluanya dengan cara menyuntik. ”Pelaku membesarkan kelaminnya. Hal inilah yang menyebabkan korban mengalami luka sobek dikemaluan hampir ke lubang anusnya (lubang dubur). Memang biadab orang ini,” kata Teddy.(ERM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!