Ditreskrimsus Limpahkan Berkas Cinnabar Ilegal – Ambon Ekspres
Berita Utama

Ditreskrimsus Limpahkan Berkas Cinnabar Ilegal

RESKY SOHILAIT/ameks BUKTI : Penyidik memeriksa barang bukti batuan cinnabar di kontainer sebelum dilimpahkan tahap II ke kejaksaan. Pemeriksaan dipimpin Kasubdit 4 Ditreskrimsus Polda Maluku, AKBP Oni Prasetya S.Ik.

AMEKS ONLINE, AMBON.–Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku melimpahkan berkas 3 tersangka dan barang bukti kasus batu cinnabar ilegal kepada pihak kejaksaan, kemarin. Pelimpahan tahap II ini dilakukan setelah kejaksaan menyatakan berkas pemeriksaan terhadap para tersangka sudah lengkap alias P21.
Ada 3 orang tersangka yang ditangani penyidik dari Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Maluku. Masing-masing berinisial RB, AHP dan LH.

‘’Jadi kami sudah menuntaskan penyidikan perkara tindak pidana di bidang pertambangan, mineral dan batubara yang dilakukan oleh 3 orang tersangka. Berkas pemeriksaan sudah lengkap dan telah kami limpahkan tahap II kepada pihak Kejaksaan Tinggi Maluku,’’ ungkap Kasubdit 4 Ditreskrimsus Polda Maluku, AKBP Oni Prasetya kepada Ambon Ekspres, Rabu (25/10).

Dikatakan, dalam perkara ini, pihaknya juga melimpahkan sejumlah barang bukti batu cinnabar yang siap dibawa ke luar Maluku dalam jumlah besar. Barang bukti tersebut juga disimpan dalam kontainer di Pelabuhan Yos Soedarso Ambon.

Dijelaskan, dari tersangka RB, polisi menyita 153 karung batu cinnabar dengan berat sekitar 5 ton, 1 unit mobil truk dan kontainer milik PT Tanto Intim Line No. TAKU 244683.0 22G1.

Dari tersangka AHP, polisi menyita barang bukti 79 karung berisi cinnabar dengan berat sekitar 3 ton. Sedangkan dari tersangka LH, polisi menyita barang bukti 87 karung berisi material mineral cinnabar dengan berat sekitar 3 ton, 1 unit truk dan timbangan.
‘’Jadi total ada sekitar 11 ton batuan cinnabar yang disita sebagai barang bukti. Barang bukti ini juga sudah kita limpahkan tahap II kepada pihak kejaksaan,’’ ungkap Prasetya yang sudah lebih dari 10 tahun bertugas di Maluku ini.

Dirinya menegaskan, pihaknya tetap serius menindaklanjuti pelanggaran pidana terkait penyelundupan batuan cinnabar ini. ‘’Penanganan kasus ini sudah menjadi perhatian pimpinan untuk ditegakkan. Kami tidak akan main-main dalam menuntaskan perkara ini,’’ pungkas mantan Kapolsek Leihitu ini.

Untuk diketahui, RR diamankan saat mengangkut material mineral cinnabar sekitar 5 ton kemudian dimasukan ke dalam kontainer di Pelabuhan Yos Soedarso. Tersangka LH dan AHP diamankan karena mengangkut cinabar yang akan dimasukkan ke
dalam kontainer di Pelabuhan Yos Soedarso Ambon. Namun, sebelum truk memasuki kawasan pelabuhan, keduanya terlebih dahulu diamankan.(KIE)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!