Kasus Repo Terhambat – Ambon Ekspres
Hukum

Kasus Repo Terhambat

AMEKS ONLINE, AMEKS.–Penyidikan kasus dugaan korupsi dana Reverse Repo saham PT Bank Maluku-Maluku Utara belum juga ada peningkatan statusnya. Kasus terindikasi menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 238,5 miliar itu masih saja tertahan di tahap penyidikan dnegan tidak dilakukanya pemeriksaan saksi lanjutan.

Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku masih beralasan dalam tahap koordinasi dengan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pusat. “Sementara masih dalam tahap koordinasi. Kita tunggu saja. Karena tentu perkara tersebut akan dituntaskan,” kata Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada koran ini, Rabu (25/10).

Menurutnya, koordinasi dengan OJK sangatlah dibutuhkan. Lantaran, OJK dalam kewenangannya melakukan pengawasan terkait dengan dugaan tindak pidana perbankan. Sehingga kasus repo saham tahun 2013 yang melibatkan PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Sekuritas dapat lebih jelas persoalan hukumnya atas kasus yang saat ini dalam tahap penyidikan. “Yang jelas, kasusnya tetap jalan. Dalam waktu yang tidak lama lagi, proses ditahap penyidikan akan jalan lagi,” jelas Samy.

Praktisi Hukum Henri Lusikooy mengingatkan penyidik agar tidak bermain-main dalam penuntasan perkara dugaan korupsi yang saat ini dalam tahap penyidikan, temasuk kasus repo. Pasalnya, kasus ini telah berstatus penyidikan dan diketahui luas oleh masyarakat. Bahkan kerugiannya juga sangat fantastis. “Artinya, jangan seperti itulah. Karena perkara ini sudah cukup lama. Lalu, kasus yang baru lebih diprioritaskan dan yang lama seperti kasus repo dibiarkan berlama-lama di tahap penyidikan tanpa ada kepastian hukum yang jelas. Jaksa harusnya berani, jangan hanya tebang pilih dalam menuntaskan kasus,” tandas Lusikooy.

Dia menduga, terhambatnya penanganan kasus Reverse Repo Bank Maluku dengan lebih diprioritaskan kasus lain yang nilai korupsinya lebih kecil itu hanya sebuah kamuflase untuk selanjutnya kasus dimaksud di SP3 kan. “Dugaan kami, takutnya ini suatu kesengajaan untuk memperhambat dan berujung pada SP3. Karena sudah jadi contoh banyak, kalau kasus ditahap penyidikan oleh Kejati Maluku yang tertahan lama akhirnya dihentikan, dengan alasan tidak cukup bukti meskipun sudah berstatus penyidikan. Oleh karena itu, kami sangat harapkan penyidik lebih profesional lagi, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap jaksa selalu naik dan tidak menurun. Karena tujuan dari itu hanya untuk masyarakat,” jelas Henri.

Pasca ditingkatkan ke tahap penyidikan sejak 1 Juni 2017 lalu, sejumlah saksi sudah diperiksa. Diantaranya, mantan Dirut Bank Maluku, Dirk Soplanit, mantan Direktur Kepatuhan, Izack Thenu, mantan Direktur Pemasaran, Willem Patty, dan Kepala Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) Bank Maluku, Jacobis Leasa.

Informasi koran ini, perkara reverse repo obligasi antara PT Bank Maluku dan Malut PT AAA Sekuritas yang dipimpin Andre Rukminto secara teknis maupun oprasionalnya adalah tanggung jawab direktur pemasaran bersama devisi treasury. Sebab mereka yang memahami terjadinya pengelolaan reverse repo sekaligus yang memberikan persetujuan beradasrkan memorandumyang diterbitkan oleh devisi treasury.

Bank Maluku saat itu menerbitkan obligasi sebesar Rp 300 miliar dalam bentuk tiga seri, yakni seri A sebesar Rp 80 miliar yang telah dilunasi pada 2013. Seri B Rp 10 miliar telah dilunasi pada 2015. Seri C sebesar Rp 210 miliar jatuh tempo pada Januari 2017. (NEL)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!