Lapak Liar Kembali Ditertibkan – Ambon Ekspres
Amboina

Lapak Liar Kembali Ditertibkan

BONGKAR : Petugas Satpol PP membongkar lapak liar di Kecamatan Teluk Ambon, Kamis (26/10).SAHDAN FABANYO/AMEKS

AMEKS ONLINE, AMBON.—Baru sebulan dibangun, tiga bangunan yang berisikan 100 lapak milik pedagang di kawasan Kecamatan Teluk Ambon dibongkar petugas Satpol PP Kota Ambon, Kamis (26/10). Sejumlah bangunan tersebut dinilai tidak memiliki izin dari Pemerintah Kota Ambon.

Bahkan lapak tersebut dianggap sebagai bangunan liar yang menghalangi gedung milik Pemerintah Provinsi Maluku.
Penertiban dimulai sekira pukul 09.00 WIT, ketika puluhan petugas Satpol PP kota Ambon diterjunkan untuk melakukan pembongkaran terhadap tiga bangunan tersebut.

Keberadaan bangunan dinilai melanggar aturan karena berdiri di depan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Maluku yang berlokasi di Waiheru, Kecamatan Baguala Kota Ambon. Petugas yang tiba langsung melakukan pembongkaran.

Joni, salah satu petugas Satpol PP kepada wartawan di lokasi pembongkaran mengatakan, bangunan tersebut sengaja ditertibkan atas instruksi Pemkot Ambon. Pemkot Ambon disurati pemerintah provinsi untuk melakukan penertiban pada bangunan tersebut karena dinilai menghalangi fasilitas milik pemerintah dan membangun tanpa izin. “Memang 3 bangunan ini berisikan 100 lapak. Bangunan ini baru saja kita ditertibkan karena tidak memiliki izin dari Pemkot Ambon. Bahkan pembangunan ini juga bertentangan dengan peraturan daerah Nomor 3 tahun 2007 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum (K2U) di Kota Ambon. Maka itu kita tertibkan,” tandas Joni.

Menurutnya, setiap masyarakat yang ingin mendirikan bangunan untuk kepentingan bisnis dan sebagainya, harus memiliki izin dari Pemkot Ambon. Akan tetapi, karena sejumlah bangunan liar ini tidak memiliki izin bahkan berada di atas lahan milik Pemprov Maluku, sehingga dilakukan penertiban. “Memang bangunan liar baru berdiri satu bulan lalu dan berada di atas lahan milik pemerintah provinsi Maluku. Sehingga ketika pemkot disurati untuk penertiban, maka kita tetap melakukan penertiban sesuai aturan. Karena sebelumnya juga sudah kita layangkan pemberitahuan. Tetapi pemberitahuan kami diabaikan, maka kami sendiri yang datang untuk melakukan penertiban,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Ambon, Christian Latumahina mengatakan, kondisi bangunan atau lapak milik pedagang di Kota Ambon masih banyak yang tidak memiliki izin resmi dari Pemkot Ambon. Dan wajib jika dilakukan penertiban. “Sejumlah bangunan yang ditertibkan ini kan tidak memiliki izin dari pemerintah kota. Kemudian menghalangi fasilitas pemerintah. Maka harus ditertibkan,” tandas Latumahina.

Politisi asal Nasdem ini menilai, Pemkot Ambon harus berpikir untuk menyediakan lokasi baru yang nantinya ditempati para pedagang. Karena masih banyak lapak atau bangunan yang berdiri tanpa izin dan menghalangi fasilitas umum. “Lokasi baru sudah seharusnya disediakan pemerintah. Mengingat banyak lapak atau bangunan liar yang masih berada sampai saat ini,” ingatnya.

Hal senada disampaikan anggota Komisi III DPRD Ambon, Leonora Eka Far Far. Menurutnya, jika penertiban tersebut dilakukan sesuai aturan, maka tentu tidak ada masalah bagi komisi selaku mitra pemerintah. “Selama penertiban sesuai aturan, kita sih tetap mendukung. Karena ini untuk kepentingan Kota Ambon kedepan. Tetapi jika tanpa pemberitahuan sebelumnya, maka ini jelas-jelas melanggar. Tapi dari informasi yang sementara ini kita dapat, bahwa sejumlah bangunan tersebut baru dibangun dan tidak memiliki izin,” tuturnya.

Politisi PDIP Dapil Baguala ini mengaku, dalam waktu dekat akan melakukan rapat internal untuk mengundang Satpol PP dan stakeholder lainnya untuk membahas persoalan penertiban bangunan liar di Kota Ambon. “Pastinya hal ini akan kita tanyakan jika telah mengagendakan untuk mengundang Satpol PP dan mitra lainnya guna membahas persoalan izin membangun dan sebagainya. Intinya, sebagai wakil rakyat kita tetap mendukung kebijakan pemerintah daerah, asalkan tidak merugikan masyarakat,” pesan dia. (ISL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!