Pertamina Simulasi Pengamanan Pelabuhan – Ambon Ekspres
Berita Utama

Pertamina Simulasi Pengamanan Pelabuhan

AMEKS ONLINE, AMBON.– Guna mengamankan area pelabuhan migas dari berbagai ancaman yang membahayakan, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII dan Marine Region VIII TBBM Wayame menggelar simulasi International Ships and Port Facility Security (ISPS) Code, Fire Fighting dan Oil Spill Recorvery Tier-1 di Terminal Khusus (Tersus) Migas Pertamina Wayame, Kamis (26/10). ISPS Code merupakan standar prosedur tetap dari tiap terminal khusus minyak dan gas milik Pertamina bila menghadapi ancaman yang membahayakan. Ancaman bisa berbentuk peledakan terminal atau ancaman lain yang mengganggu keberadaan atau operasional dari terminal.

Pantauan Ambon Ekspres, simulasi lebih menonjolkan pola komunikasi antar petinggi dalam menghadapi suatu masalah yang mengancam keberadaan terminal BBM Wayame. Dalam simulasi, diskenariokan ada telepon gelap dari orang tak dikenal yang mengancam hendak mensabotase TBBM Pertamina Wayame.

Kesigapan puluhan karyawan PT Pertamina dibuktikan saat terjadi kebakaran dan tumpahnya minyak dikawasan perairan Terminal Bahan Bakar Minyak Wayame dengan menggunakan berbagai peralatan standar sesuai dengan standar operasional prosedur Health Safety Secure Environment Pertamina. Sumber daya dan sarana juga digunakan untuk pemadaman api sekaligus membersihkan tumpahan minyak di laut akibat kebakaran.

GM Marketing Operation Region VIII PT Pertamina (persero), Made Adi Putra menjelaskan, kejadian emergency sesuai dengan simulasi dapat terjadi kapanpun dan dimana saja terhadap perusahaan minyak. Oleh sebab itu, kesiapsiagaan dari karyawan dapat memudahkan proses evakuasi dan pembersihan sehingga lingkungan laut tidak tercemari oleh minyak yang tumpah akibat kecelakaan kerja.

Dijelaskan, simulasi ini merupakan implementasi ISPS Code yang ada di Terminal Wayame. “Selain itu ini juga pemenuhan dari persyaratan perlindungan perairan dan pelabuhan yang ada di Tersus Migas Pertamina Wayame,” ujarnya.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon, Capt Barlet berharap, semoga simulasi ini bukan hanya serimonial belaka tapi harus dipertahankan. Karena salah satu persyaratan sebagai pelabuhan internasional adalah lewat pemberlakukan ISPS Code ini. “Dengan begitu kapal internasional sudah bisa masuk. Intinya lewat kegiatan ini bisa dilakukan antisipasi, jika ancaman itu ada kita sudah tahu apa yang harus dilakukan,” tutup Barlet. (IWU)

Prev1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!