Politik Saran Pengamat, Anies-Sandi harus lebih Santai Hadapi Kelompok Gagal Move on – Ambon Ekspres
Nasional

Politik Saran Pengamat, Anies-Sandi harus lebih Santai Hadapi Kelompok Gagal Move on

AMEKS ONLINE, JAKARTA Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memenangkan gugatan warga Bukit Duri terhadap Pemprov DKI memberi harapan bahwa masih ada keberpihakan hukum atas pemenuhan hak hidup warga miskin berdasarkan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

 Selain juga keputusan yang membuktikan terjadi kesalahan prosedur kebijakan tata pemerintahan DKI Jakarta.

“Berdasarkan keputusan PN, Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno bersikap tidak gunakan hak banding sangatlah tepat. Hal ini menunjukkan kemauan pemimpin ibu kota untuk teguh pada komitmen menjunjung supremasi hukum dalam rangka belajar menjadi negarawan,” jelas pengamat kebijakan dan tranparansi anggaran Agus Chairudin kepada redaksi, Minggu (29/10).

Menurutnya, akan lebih baik serta kedewasaan berfikir dalam rangka berupaya menjadi negarawan, jika Anies-Sandi terbiasa mengutamakan good intelektual attitude, dengan membiasakan diri dalam segi kehidupan sistem tata pemerintahan daerah berdasarkan peraturan hukum yang berlaku. Di sikap itu melekat dalam diri negarawan sejati.

“Sejak menjabat pemimpin Provinsi DKI Jakarta masih menjalani adaptasi kehidupan pejabat pemerintah yang sangat jauh berbeda dengan kehidupan pejabat swasta. Sebagai pemimpin daerah ibu kota negara, masyarakat menuntut perfection dari attitude, tingkah laku, behavior, gesture dan penampilan sampai pada tutur kata,” ujar Agus.

Namun dalam beberapa kesempatan, khususnya Wakil Gubernur Sandiaga Uno masih terlihat jauh dari harapan masyarakat. Tercatat kelemahan-kelemahan yang harus segera diatasi, yaitu penampilan, tutur kata, behavior dan gesture yang tidak pantas sebagai negarawan sejati.

“Saya melihat masih terbawa emosional issued. Diperlihatkan Gubernur Anies dan Wagub Sandi dalam menanggapi kritik kaum gagal move on,” kata Agus.

Dia menambahkan bahwa beberapa keberhasilan terobosan kebijakan Anies-Sandi atas dukungan masyarakat tidak menjadi terlena dan menjadi abai. Terutama yang harus diperhatikan adalah pengawasan ketat oknum-oknum di lingkungan internal.

“Ada gejala sangat dirasakan mulai disharmonis dan unhumble kerja sama 400 lebih elemen relawan dengan Gubernur Anies Wagub Sandi, terutama komunikasi informasi real lapangan. Dipastikan jika fenomena ini tidak diperhatikan akan menjadi bumerang kepemimpinan mereka,” beber Agus.

Akan lebih bijak dan arif jika potensi 400 lebih elemen relawan tetap dijaga dalam komunikasi dan harmonisasi hubungan kemitraan selama Anies-Sandi menjabat. Sebab tanpa peran aktif relawan yang tanpa kenal waktu dan pamrih, mustahil keniscayaan Anies-Sandi memenangkan Pilkada DKI 2017.

“Janganlah Gubernur Anies Wagub Sandi bak pepatah bagai kacang lupa kulitnya, dan membiarkan oknum-oknum lingkungan internalnya menjadi penghalang harmonisasi hubungan komunikasi kemitraan dengan relawan yang sudah terbangun menjadi hancur akibat terlena dan abai,” demikian Agus. [wah] 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!