Perkembangan Ekonomi Syariah Minim – Ambon Ekspres
Ekonomi

Perkembangan Ekonomi Syariah Minim

IST/AMEKS HALAL : Kepala Perwakilan BI Maluku, Bambang Pramasudi memberikan sambutan saat pembukaan Maluku Halal Food Festival di Lapangan Merdeka Ambon, Minggu (29/10).

AMEKS ONLINE, AMBON.–Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Bambang Pramasudi mengatakan, perkembangan ekonomi syariah di Maluku masih sangat minim. ‘’Tercermin dari sektor keuangan yang menunjukkan porsi pangsa perbankan syariah yang relatif kecil dibandingkan dengan total aset bank umum, yaitu sebesar 2,28 persen,’’ ungkap Pramasudi dalam sambutannya saat pembukaan acara Maluku Halal Food Festival di Lapangan Merdeka Ambon, Minggu (29/10).

Dikatakan, sektor lainnya juga belum tampak perkembangan yang signifikan. Potensi pariwisata di Provinsi Maluku juga sangat besar, namun hingga sekarang pertumbuhan wisata halal belum dikembangkan dengan maksimal. ‘’Tetangga terdekat kita, Provinsi Maluku Utara pada awal tahun 2017 telah mendapatkan perhatian oleh mancanegara untuk mengembangkan sektor wisata halal. Seyogyanya Provinsi Maluku juga sudah memulai mengembangkan wisata halal guna mendorong peningkatan ekonomi masyarakat Maluku melalui sektor wisata,’’ terangnya.

Dikatakan, masyarakat Maluku patut bersyukur atas kembali aktifnya Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Maluku pada tahun 2017 ini. ‘’Tepat 24 Oktober 2017 yang lalu, telah dikukuhkan Kepengurusan MES Wilayah Maluku. Selanjutnya dengan hadirnya

MES di Provinsi Maluku, diharapkan setiap penggiat ekonomi syariah dan instansi terkait dapat bahu-membahu mengedukasi masyarakat dan mensyiarkan gaya hidup syariah,’’ jelasnya.

Menurut dia, kegaitan Pekan Ekonomi Syariah 2017 merupakan kolaborasi antara MES, BI, OJK dan IAIN Ambon yang dilakukan di Provinsi Maluku untuk mensyiarkan Ekonomi Syariah. Bank Indonesia selaku otoritas moneter akan senantiasa berperan sebagai regulator dan akselerator untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah dalam mendukung pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional. ‘’Melalui pilar 3F pada gaya hidup syariah (food, fashion, finance), Maluku Halal Food Festival 2017 mencoba memberikan wadah bagi masyarakat untuk lebih mengenal 3 hal tersebut. Dengan tema besar ‘Food’ kali ini, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di sektor riil khususnya UMKM yang bergerak pada bidang kuliner halal,’’ beber dia.

Disamping itu, lanjut Pramasudi, kegiatan ini juga bertujuan untuk memetakan lokasi-lokasi kuliner halal untuk memudahkan wisatawan muslim mendapatkan informasi dimana tempat-tempat makanan yang terjamin kehalalannya sehingga dapat mendorong perekonomian dari sektor pariwisata. ‘’Kami akan terus mendukung dalam mengembangkan ekonomi syariah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan Maluku pada khususnya dengan terus bersinergi
dengan lembaga-lembaga lainnya dalam aspek edukasi, sosialisasi, dan langkah nyata dalam menjadikan perekonomian syariah sebagai pilihan gaya hidup masyarakat,’’ pungkas dia.

Halal Food Festival 2017 di dalamnya terdiri dari berbagai event pendukung. Diantaranya sosialisasi keuangan syariah, fashion show cilik, demo alat masak, musik religi dan photography on the street. Ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pekan Ekonomi Syariah yang dilaksanakan 24 – 29 Oktober 2017.

“Kami bersyukur karena bisa melibatkan UKM-UKM kecil di Maluku untuk bisa diikutsertakan dalam Maluku Halal Food Festival 2017. Dengan demikian diharapakan bisa menstimulasi penggiat UKM yang kebanyakan dimotori oleh pemuda-pemudi di Maluku untuk mengembangkan perekonomian di Maluku,” imbuh ketua panitia, Iskandar Slamat yang juga salah satu pengurus Ambones Youth Moesleem Community (AYMC).

PELANTIKAN MES
Sebelumnya, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan umat melalui optimalisasi pengelolaan dan penggunaan Wakaf Tunai/Produktif serta Zakat, Infaq dan Shodaqoh di Pronvinsi Maluku, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Maluku, Bank Indonesia, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), IAIN Ambon, Universitas Darussalam Ambon, Ambonese Youth Moslem Community (AYMC), dan Pengurus HMJ Ekonomi Syariah IAIN Ambon melaksanakan kegiatan Seminar Nasional Ekonomi Syariah sekaligus Pengukuhan Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Maluku oleh TIM MES Pusat, yakni Ir Edy Setiadi, M.Sc, Ketua Komite Khusus Pengurus Pusat MES yang juga Advisor Senior Strategic Commitee dan Pusat Riset OJK.

Melalui Seminar Nasional Ekonomi Syariah ini diharapkan mampu membuka wawasan para peserta (ulama, akademisi, organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, penggiat ekonomi syariah, pelaku usaha dan mahasiswa), tentang Wakaf Tunai/Produktif serta Zakat, Infaq dan Shodaqoh sebagai salah satu potensi ummat yang dapat dioptimalkan dalam membangun perekonomian.

Kepala OJP Provinsi Maluku, Bambang Hermanto mengatakan, MES dibentuk sebagai wadah pemersatu sumber daya di berbagai bidang dalam membangun sinergi antar pemangku kepentingan untuk menciptakan penerapan ekonomi syariah di berbagai bidang. “Kolaborasi antar instansi dan organisasi ini, kami yakini sebagai langkah awal yang mampu menjadi pijakan kuat dalam upaya membumikan ekonomi syariah di Negeri Raja-Raja. Tidak mudah memang, namun sinergi ini akan memicu langkah-langkah besar lainnya di kemudian hari, dalam upaya mencapai satu kondisi, dimana ekonomi Islam telah menjadi katalisator dalam pembangunan perekonomian Indonesia, yang membuktikan bahwa konsep ekonomi Islam adalah rahmat bagi semua,” kata Bambang. (IWU)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!