Guru Bejat Cabuli Murid di SBT, Korban Akhirnya Meninggal – Ambon Ekspres
Kriminal

Guru Bejat Cabuli Murid di SBT, Korban Akhirnya Meninggal

AMEKS ONLINE, AMBON.—Citra pendidik benar-benar tercoreng akibat ulah Ismail Kasongat (53). Oknum guru SD di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) ini diciduk polisi karena diduga berbuat cabul. Ironisnya, korban cabul oknum guru ini akhirnya meregang nyawa.

Kekerasan seksual terhadap korban yang juga murid pelaku dan masih berusia 12 tahun ini terjadi pada Selasa (24/10) pekan lalu di Dusun Kellu, Desa Keffing, Kecamatan Seram Timur. Pelaku baru ditangkap pada Jumat (27/10).

Informasi Ambon Ekspres dari pihak kepolisian menyebutkan, selain dicabuli, bocah malang juga diduga sebagai tumbal pesugihan pelaku. Pasalnya, setelah dicabuli, gadis malang ini mengalami kesurupan dan mendadak sakit.
Korban sempat dirawat beberapa hari di Puskesmas Geser. Namun takdir berkata lain, korban akhirnya meninggal dunia pada Senin (30/10) sekira pukul 11.45 WIT.

Sebelum meninggal, korban mengaku kepada bibinya semua tindakan pelaku. Pengakuan ini kemudian disampaikan kepada polisi yang kemudian berproses dan menangkap pelaku. ’’Pengakuan bibinya mengutip perkataan korban saat itu bahwa pak guru Ismail Kasongat membawa korban ke salah satu rumah kosong. Lalu dia membuka celana korban dan melakukan semacam ritual dan mencabuli korban,’’ tutur Kapolres SBT AKBP F Xaverius Enriady kepada wartawan, kemarin.

Dikatakan, saat ini kasus tersebut masih diselidiki polisi. Pelaku juga sudah ditahan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. ”Kasusnya sudah diselidiki di Polsek Geser. Masih dicari lagi saksi-saksi lain. Yang bersangkutan sudah diamankan. Tidak ada pemerkosaan, hanya dicabuli,” tambah Enriady.
Informasi diperkosa dan korban meninggal dunia juga sempat memantik perhatian Netizen. Kasus yang menyeret nama oknum guru ini ramai diperbincangan di sosial media (sosmed).

Mengetahui putri mereka menjadi korban cabul, orang tua korban yang berdomisili di Bula langsung menyambangi Polsek Geser pada Selasa (24/10) sekira pkuul 14.27 WIT. Mereka juga membawa korban untuk mendapat perawatan medis di Puskesmas Geser.

Polisi memastikan, ada beberapa saksi yang mendengar pernyataan korban secara langsung. Saat pihak keluarga mengadu ke polisi, pelaku juga tidak langsung di amankan. Beberapa hari setelah kejadian, barulah pelaku diamankan.

Kapolsek Geser Iptu M Asri Renmaur yang dikonfirmasi tidak menampik hal itu. Dia mengaku, pelaku baru diamankan pada Jumat (27/10) dan resmi ditahan pada Sabtu (28/10).

Dikatakan, dihadapan polisi, oknum guru ini sudah mengakui perbuatannya. Dia kini telah menyandang status tersangka dan meringkuk dalam tahanan Polsek Geser. ‘’Pelaku sudah mengakui perbuatannya, sehingga langsung kita tetapkan tersangka. Jadi korban ini bukan diperkosa, tetapi dicabuli karena hasil visum korban hanya ada bekas dicabuli saja. Kalau disetubuhi pastinya ada ada bekas sobek, tetapi tidak ada. Hanya ada goresan di kelamin korban,” tutur Renmaur.

Dirinya memastikan, tersangka akan ditindak tegas dan diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. ”Tersangka dijerat pasal 82 ayat 1 dan 2 UU Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014. Tersangka juga kita jerat dengan pasal 290 KUPIdana dengan ancaman 20 tahun hukuman penjara,” tutupnya. (ERM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!