Kota Ambon Diguncang Lebih Dari 90 Kali Gempa – Ambon Ekspres
Berita Utama

Kota Ambon Diguncang Lebih Dari 90 Kali Gempa

SAHDAN FABANYO/AMEKS PANTAU : Petugas BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Ambon, sementara melakukan pantauan terhadap kejadian gempa di ruangan observasi. Tercatat sejak Selasa (31/10) hingga Rabu (1/11) terjadi lebih dari 90 kejadian gempa.

AMEKS ONLINE, AMBON.—Masyara– kat Kota Ambon dan sekitarnya di Provinsi Maluku dikejutkan terjadi guncangan gempa pada Selasa (31/10). Tercatat rentetan gempa bumi tektonik terjadi sejak pukul 21.30 WIT. Hingga Rabu (1/11) pukul 12.21 WIT, tercatat sebanyak 90 kali terjadi getaran gempa.

Namun seluruh kejadian gempa, tidak berpotensi terjadinya tsunami.
Warga diminta tidak termakan informasi atau berita hoax bahwa akan ada bahaya tsunami Hasil monitoring Stasiun Geofisika Kelas I Ambon, gempa pertama yang terjadi terdiri dari 3 kali gempa awalan (foreshock), 1 kali gempa utama dan 86 kali gempa susulan hingga Rabu (1/1).

Gempa utama diperkirakan terjadi pukul 20.51 WIT dengan magnitudo 6,2 Skala Richter (SR). Pusat gempa di 38 kilometer Barat Daya Kota Ambon atau 3,69 Lintang Selatan (LS) dan 127,85 Bujur Timur (BT). Gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dalam, akibat aktivitas – aktivitas Sesar naik ke Selatan Seram. Atau sesuai analisis menunjukkan seluruh gempa yang terjadi memiliki mekanisme sumber sesar naik atau patahan.

Kasie Data dan Infromasi BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Ambon, A Azhar Rusdin mengatakan, dari 90 kali gempa yang melanda Kota Ambon dan sekitarnya, hanya dirasakan 11 kali gempa. Artinya, gempa lainnya dalam skala kecil dan kurang dirasakan masyarakat. “Hingga pukul 12.21 WIT hari ini (kemarin) sudah 90 kali terjadi gempa. Dan gempa terakhir tadi itu pukul 12.21 WIT itu skalanya kecil dengan kekuatan 2,9 SR. Dan memang untuk gempa ini tidak bisa diprediksi, tetapi ada kemungkinan terjadi gempa susulan tapi skalanya itu tetap kecil. Dan penyebab gempa ini akibat patahan atau sesar naik di Selatan Pulau Ambon,” tandas Azhar kepada awak media di Ruang Observasi, Stasiun Geofisika Kelas I Karpan Ambon, Rabu (91/11).

Menurutnya, tidak ada tanda-tanda terjadi tsunami dari kejadian gempa. Namun, pihak BMKG akan terus melakukan pantauan dan berkoordinasi dengan Pemkot Ambon dan sejumlah mitra lainnya dalam menyampaikan informasi terkait perkembangan gempa yang terjadi. ‘’Jadi, dari seluruh gempa itu tidak berpotensi tsunami. Kalau gejala terjadinya tsunami itu gempanya skala besar atau berkekuatan magnitudo diatas 7 SR. Dan dengan kedalaman kurang dari 100 kilometer. Kemudian bidang patahan bergerak naik turun,” terangnya.

Disinggung soal alat pendeteksi gempa, Azhar mengaku, Kota Ambon memiliki 2 sensor pendeteksi gempa yang terletak di wilayah Karang Panjang (Karpan), Kecamatan Sirimau. Jika terjadi gempa maka akan langsung terdeteksi. “Di Ambon, kita punya 2 sensor pendeteksi gempa. Keduanya terletak di Karpan. Kalau terjadi gempa langsung terdeteksi. Jadi masyarakat jangan terlalu termakan informasi yang ada di media sosial. Karena banyak informasi atau berita hoax yang sengaja dimainkan oleh oknum yang tidak betanggung jawab,” pesannya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Enrico Matitaputty menjelaskan, rentetan gempa yang terjadi membuat membuat sebagian masyarakat Kota Ambon panik. Banyak yang termakan isu bahwa akan terjadi tsunami. “Gempa itu tidak bisa diprediksi. Untuk itu masyarakat harus tetap tenang dan hanya menerima informasi dari pihak yang berkompeten seperti BMKG atau melalui BPBD. Karena selaku mitra, menjadi kewajiban kita untuk menginformasikan kepada masyarakat,” tandas Enrico.

Menurutnya, banyak terjadi kerusakan akibat gempa tersebut. Seperti sejumlah bangunan dan fasilitas umum. Akan tetapi, timnya saat ini sementara melakukan pendataan, sambil menunggu pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan assessment di lokasi gempa. “Ada beberapa mall, Bandara Pattimura kemudian Sekolah Luar Biasa (SLB) Batumerah dan SD 2 Poka yang mengalami kerusakan serta fasilitas umum lainnya. Besok tim BNPB akan lakukan assessment di lokasi. Setelah itu baru kita bisa mengetahui berapa besar total kerugian dan kerusakan akibat gempa,” ujarnya.

Enrico menambahkan, saat ini belum ada tanggap darurat yang dilakukan pihak BPBD Kota Ambon. Belum ada laporan dari masyarakat ke camat maupun lurah setempat soal kerusakan dan sebagainya. Namun pihaknya masih terus melakukan pendataan. “Kita sudah koordinasikan dengan camat dan lurah, tetapi tidak ada laporan dari masyarakat, maka saya pikir aman. Dan untuk potensi rusak parah itu tidak ada. Namun untuk sekolah kita sudah koordinasikan dengan Ditjen Dikdasmen di Kemendiknas dan sementara masih berupaya mengumpulkan data,” tuturnya.

Ketua Komisi I DPRD Ambon, Zeth Pormes menambahkan, pihak BMKG maupun BPBD Kota Ambon perlu meningkatkan program penanggulangan bencana kepada masyarakat. Baik melalui desa/negeri maupun lingkungan sekolah sehingga pengetahuan warga terhadap bencana bisa maksimal dalam mengantisipasi setiap bencana.

“Maluku, khususnya Kota Ambon ini rawan bencana. Kita harap kedepan, pemerintah kota lewat BPBD Kota Ambon dan BMKG bisa melakukan rapat koordinasi dengan melibatkan stakeholder lainnya untuk mensosialisasikan program tanggap bencana kepada masyarakat. Jangan sampai bencana sudah terjadi baru mulai perbaikan. Tetapi perlu ada langkah persuasif sehingga masyarakat tidak termakan berita hoax hingga panik. Dan ini harus menjadi tanggung jawab seluruh pihak termasuk kita di DPRD,” saran Politisi asal Golkar ini.

BELASAN RUMAH RUSAK
Selain puluhan bangunan milik pemerintah dan swasta serta fasilitas umum lainnya, hasil pantauan BPBD Maluku juga menemukan adanya belasan rumah milik masyarakat yang rusak akibat gempa. Belasan rumah tersebut masuk dalam ketegori rusak ringan, sedang hingga berat yang berlokasi di Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah. “Berdasarkan laporan yang kita terima kerusakan akibat gempa bumi semalam sampai siang ini (kemarin), ada 15 rumah milik warga di Desa Allang, Leihitu Barat, yang mengalami kerusakan baik rusak berat, sedang dan rusak ringan,” papar Kepala BPBD Maluku, Salampessy.

Menurutnya, sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan pendataan guna memastikan jumlah kerusakan akibat gempa tersebut. Dimana tidak hanya terjadi di Pulau Ambon, melainkan seluruh wilayah di Maluku. “Seluruh tim kita, baik provinsi maupun kabupaten/kota, terlebih Kota Ambon dan Maluku Tengah, sementara masih terus melakukan pendataan di seluruh wilayah kerja. Jika mereka sudah selesai melaksanakan tugasnya baru akan kita sampaikan secara detail. Tetapi untuk sementara itulah kerusakan-kerusakan yang telah kami terima,” tuturnya.

Dia menegaskan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa gempa bumi yang menggunjang sebagai besar wilayah di Maluku, terlebih kota Ambon. Dan berdasarkan laporan sementara yang diterima pihaknya dari seluruh BPBD di Maluku, tidak ada kerusakan maupun korban jiwa dalam musibah itu. “Sudah kami terima laporan, tidak ada kerusakan. Kerusakan itu hanya ada di Kota Ambon dan Maluku Tengah, yakni Leihitu dan Leihitu Barat,” tandasnya.

Karo Humas Setda Maluku, Mohammad Junaries meminta, kepada seluruh masyarakat agar bila terjadi gempa bumi, silahkan keluar dari rumah, tapi bukan berarti berlarian seperti yang terjadi di Kota Ambon kemarin. “Boleh keluar rumah tapi kemudian jangan panik. Tidak mudah percaya atas segala bentuk informasi yang ada, selain informasi resmi dari pemerintah atau pihak terkait, baik itu BMKG, BPBD maupun instansi terkait lainnya, yang punya tanggungjawab atas hal tersebut,” kata dia.

Junaries juga membantah, dengan atas tuduhan dari sejumlah masyarakat jika pemerintah lamban dalam menenangkan masyarakat, ketika terjadi gempa. “Pemerintah sudah berupaya untuk menghimbau dan memberkan pencerahan kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tidak panik. Pemerintah sudah melakukan semua hal pasca gempa pertama kedua dan ketiga. Polisi juga menghimbau masyarakat. Itu bagian dari tugas mereka karena juga bagian dari pemerintah dalam hal bencana,” pungkasnya. (ISL/AHA)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!