Orno Yakin Kantongi Rekomendasi PDIP – Ambon Ekspres
Politik

Orno Yakin Kantongi Rekomendasi PDIP

AMEKS ONLINE, AMBON.—Bakal calon Gubernur Maluku, Barnabas N Orno mengharapkan agar masyarakat Maluku tidak dibingungkan dengan informasi yang tidak benar terkait Pilgub Maluku. Menurut dia, saat ini banyak informasi berkembang bila dirinya ada deal dengan bakal calon gubernur tertentu untuk berpasangan sebagai wakil.

“Sampai saat ini saya masih berproses sebagai bakal calon Gubernur Maluku, bukan sebagai bakal calon Wakil Gubernur Maluku. Saya masih bersama dengan Habiba Pelu, kader PKB,” ungkap Orno kepada wartawan via selulernya, Selasa (31/10).

Menurut Bupati Maluku Barat Daya (MBD) dua periode ini, dirinya bersama calon wakilnya, Habiba Pelu tetap berproses dan masih memegang surat tugas dari Partai PKB dengan perpanjangan waktu yang diberikan.

”Perkembangan politik saat ini sangat dinamis. Karena itu diperlukan waktu untuk berproses. Dan sampai saat, saya dan ibu Pelu terus membangun komunikasi dengan partai-partai politik yang ada, terutama partai yang selama ini mengusung saya menjadi bupati, baik itu PDIP, Partai Demokrat maupun PKPI yang juga ikut mendukung saya di MBD,” pungkasnya.

Orno mengatakan, tiket berupa surat tugas yang telah diperpanjang oleh PKB membuat dirinya sangat optimis akan mendapatkan rekomendasi PDIP. Hal itu pula yang mengakibatkan dirinya diundang bersama Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI-P Maluku, Everth Kermite oleh Sekjen DPP PDIP pada 28 Oktober lalu. ”Pertemuan kami dengan sekjen itu berlansung dalam semangat kekeluargaan. Saya seperti anak dan DPP yang diwakil sekjen seperti ibu. Karena itu saya sangat yakin akan mendapatkan rekomendasi PDIP. Ini semua tidak lepas dari doa dan dukungan masyarakat Maluku kepada saya dan ibu Pelu,” kisahnya.

Dikatakan, PDIP terutama Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, pastinya punya pertimbangan yang matang dalam memberikan rekomendasi. PDIP tentu akan memprioritaskan kader. ”Lihat saja pilkada-pilkada lain, PDIP tetap memprioritaskan kader. Soal yang ini komitmen ibu Mega tidak perlu diragukan lagi. Karena itu, saya sangat optimis bisa merebut rekomendasi PDIP,” kata dia.

Selain PDIP, Onro juga katakan bahwa dia intens membangun komunikasi dengan Partai Demokrat yang punya enam kursi di DPRD Maluku. ”Saya orang yang komitmen. Demokrat yang ikut mendukung saya di Pilkada MBD selama ini selalu bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan di MBD. Karena itu, saya juga punya peluang untuk direkomendasikan oleh Partai Demokrat. Demikian pula dengan PKPI. Sehingga lobi-lobi politik terus dilakukan oleh pihaknya kepada partai-partai politik tersebut,” tandasnya.

Karena itu, dia mengharapkan agar masyarakat Maluku terus memberikan dukungan, terutama lewat doa agar Orno-Pelu bisa tampil menjadi kontestan di Pilgub Maluku. ”Doa masyarakat Maluku sangat saya harapkan. Karena yang pasti semua ini bisa terjadi karena kehendak Yang Maha Kuasa. Jangan termakan dengan informasi yang dimainkan seolah-oleh saya sudah berproses sebagai bakal calon Gubernur Maluku. Kan sampai saat ini, PDIP maupun Demokrat belum mengeluarkan rekomendasi,” ulang dia.

BERPELUANG
Sementara itu terpisah Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Maluku, Everth Kermite mengakui, Orno punya peluang untuk mendapatkan rekomendasi PDIP. ”Memang saya diundang khusus oleh pak Hasto (sekjen) untuk membicarakan tentang Pilgub Maluku, dan saat itu saya menyampaikan apa adanya,” kata dia.

Yang pasti, lanjut Kermite, PDIP akan tetap memberikan rekomendasi kepada kadernya untuk bertarung di Pilgub Maluku. Terkait kans Orno di PDIP, informasi yang sama juga diperoleh koran ini dari sumber di DPD PDIP lainnya. ”Kalau pak Komarudin Wattubun itu sudah menyetujui, pak Abas dan ibu Pelu. Hanya perlu ada sedikit preasure saja ke Sekjen DPP PDIP, untuk selanjutnya ke ibu Mega,” kata sumber itu.

DIPREDIKSI DAPAT WAGUB
Strategi politik PDIP untuk Pilgub Maluku 2018, diprediksi bakal berakhir pada posisi calon wakil gubernur. Tidak ada kader potensial sebagai calon gubernur dan koalisi parpol yang mulai mengerucut, menjadi kendalanya.

Ada lima kader yang dinilai oleh PDIP punya potensi diusung, sebagai calon gubernur, yakni Komarudin Watubun, Herman Koedoeboen, Bitzael Temmar, Barnabas Orno dan Tagop Soulisa. Tak lama mencuat ke publik, nama Komarudin pun tenggelam, meski sempat diwacanakan berpasangan dengan kader Demokrat, Michael Wattimena.

Herman juga tak luput dari diskursus PDIP khususnya, dan publik Maluku. Bahkan, beberapa pengamat menilai, Herman sangat berpeluang karena memiliki modal politik, dan elektabilitasnya masih relatif tinggi. Namun, peluang itu kian sempit, dan Herman dengan pasangannya, Abdullah Vanath akhirnya menempuh jalur independen atau perseorangan.

Orno dan Tagop, merupakan dua kader lainnya yang digadang-gadang. Modal Orno yang berpasangan dengan Habiba Pelu, kata analisis politik, M. Jais Patty, adalah Surat Tugas dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Namun, lanjut dia, PDIP punya pertimbangan lain, karena peluang menang Orno dan Pelu tidak signifikan. Apalagi, jika PKB konsisten terhadap jatah wagub. “Kalau yang diusung sebagai calon gubernur adalah kader, maka Orno satu-satunya yang paling mungkin. Berarti PDIP harus terima umpan dari PKB. Kalau tidak menerima PKB sebagai cawagub, maka resikonya PKB bisa lepas,” kata Jais saat dihubungi Ambon Ekspres, Selasa (31/10).

Sementara peluang Tagop, lanjut Jais, justru lebih kecil. Alasannya, hingga saat ini, Tagop belum mendapat jaminan dari parpol lainnya, untuk menambah 7 kursi PDIP guna memenuhi persyaratan pendaftaran yakni 20 persen dari 45 kursi DPRD Maluku atau 9 kursi.

Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang diincar Bupati Buru Selatan, itu justru merekomendasi Murad Ismail. Selain itu, elektabilitas Tagop berdasarkan hasil survei beberapa lembaga masih sangat rendah. “Nah, ketinggalan pak Tagop adalah sampai sekarang dia belum mendapatkan jaminan dari parpol lain. Jangankan rekomendasi, surat dari partai seperti PKB untuk Orno, pun tidak. Olehnya itu, jangankan PDIP, partai lain juga sulit memberikan rekomendasi,” papar Direktur Research Connection (Resco) itu.

Permasalahan lain yang membuat PDIP sulit merekomendasi kader sendiri sebagai calon gubernur, adalah mencari teman parpol koalisi. Koalisi parpol untuk Pilgub Maluku sudah mulai terbentuk.

Partai Golkar dengan 6 kursi merekomendasi petahana Said Assagaff dan pasangan wakilnya, Anderias Rentanubun. Akan menyusul rekomendasi PKS yang juga memiliki 6 kursi, kepada pasangan ini.

Assagaff dan Andre juga mengejar Demokrat, parpol dengan 6 kursi. Bahkan, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Timur (Maluku, Papua, Papua Barat) DPP Partai Golkar, Aziz Samual mengaku, Demokrat hampir pasti berkoalisi dengan Golkar dan PKS. “Demokrat sudah fix, PKS sudah fix. SK-nya sudah ditanda tangani. Tinggal penyerahan,” kata Samual setelah menyerahkan rekomendasi Golkar ke Assagaff dan RentanubunAndre di ruangannya di kantor DPP Golkar, Jumat (27/10).

Sedangkan empat parpol yang telah memastikan dukungan ke Murad, yakni PKPI (3 kursi), Nasdem (4 kursi), Hanura (4 kursi) dan PAN (1 kursi). “Rekomendasi telah dikeluarkan ke Irjen Murad Ismail,”kata Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno kepada Ambon Ekspres via WhatsApp, Senin (30/10).

Menurut Jais, PDIP hanya bisa berharap koalisi dengan PKB. Ini karena partai Gerindra telah mendukung Murad, Demokrat cenderung ke Assagaff dan PPP diantara kedua kandidat ini.
“Kalau usung kader, otomatis mereka (PDIP) harus memastikan partai lainnya, kalau tidak menggenggam PKB dari sekarang. Sementara Demokrat bisa ke Said Assagaff,”katanya.

WAGUB, PILIHAN AMAN
Olehnya itu, lanjut dia, merelakan kader sebagai calon wakil gubernur adalah pilihan aman bagi PDIP. Jika itu yang menjadi keputusan PDIP, Murad berpeluang diusung. “Karena MI (Murad Ismail) sudah betul-betul serius untuk 01 (cagub). Dengan demikian, ini memang harus dilakukan kalau memang PDIP tidak ada kader lagi yang dijual untuk 01 (calon gubernur),” paparnya.

Untuk mengimbangi penetrasi Anderias Rentanubun di Tenggara Raya, menurut dia, Orno adalah figur tepat disandingkan dengan Murad. “Tapi, apakah Orno bisa menerima, sementara ia maju sebagi balon cagub,” ungkapnya.

Sebelumnya, pengamat politik Universitas Pattimura (Unpatti), Paulus Koritelu mengatakan, figur ideal yang bisa digandeng Murad adalah Barnabas Orno. Tentu, ini sangat tergantung dari sikap politik PDIP dalam rangka menentukan siapa kader terbaiknya di posisi wakil, jika tak bisa untuk calon gubernur. “Alternatifnya itu bisa ada orang PDIP lainnya, misalnya, Mercy Barends atau bisa menunggu sampai bola muntah dari situasi Abas Orno yang mungkin lari, kalau misalnya tidak bisa rekomendasi dari parpol lainnya. Karena PKB hanya memiliki 3 kursi,” paparnya.

Lebih dikatakan, Orno bisa mendongkrak elektabilitas Murad. Ini merupakan salah satu syarat pertimbangan mutlak, sebab elektabilitas Murad belum signifikan, yakni 10.9 persen berdasarkan hasil survei Konsultan Citra Indonesia (KCI)-Lingkaran Survei Indonesia (LSI) akhir September lalu.

Dari sisi kewilayahan atau geopolitik, juga mendukung. Basis Orno bisa mengimbangi Anderias maupun Herman, jika lolos, di Tenggara Raya. Terutama di MBD. “Kalau Murad-Abas cukup kuat. Bukan saja dari segi agama, tapi dari perwujudan dari sentimen Tneggara Raya yang mungkin bisa lari ke dia, dan sangat mempuni bersaing dengan pak Anderias Rentanubun yang kemungkinan berpasangan dengan Said Assagaff,” jelasnya. (KIE/TAB)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!