Kakek 68 Tahun Cabuli Bocah 7 Tahun – Ambon Ekspres
Kriminal

Kakek 68 Tahun Cabuli Bocah 7 Tahun

AMEKS ONLINE, AMBON.–Lawmbesi Temarwut, akhirnya mengaku telah mencabuli bocah 7 tahun yang tidak lain merupakan cucunya sendiri. Kakek bejat berusia 68 tahun ini sudah diamankan pihak berwajib. Dia kini meringkuk dalam tahanan Polres Ambon dan Pp Lease.
Dia mengakui perbuatan tidak bermoralnya itu lantaran telah lama ditinggal pergi istrinya. Kebutuhan biologisnya juga selama ini tidak terpenuhi.

Pria lima anak ini mengaku hasratnya untuk melakukan hubungan suami istri, tidak pernah terpenuhi. Kondisi ini membuat dia terpaksa menyalurkannya dengan mencabuli anak kecil itu. “Istri beta (saya) ada di Ternate. Istri pergi sehabis Idul Fitri, dan sampai saat ini tidak kembali. Beta ditangkap polisi di rumah korban. Beta nafsu ketika lihat dia (korban),’’ tutur pelaku kepada Ambon Ekspres saat ditemui di Rutan Polres Ambon, Jumat (3/11).

Lawmbesi mengaku, pencabulan terhadap gadis kecil itu terjadi saat buang hajat. Pelaku yang melihat korban kemudian mengikutinya. Ketika korban sampai dan duduk untuk buang air, tiba-tiba pelaku duduk disamping korban dan melancarkan aksinya. “Beta waktu itu duduk di dekat korban dan lakukan itu. Beta pake jari. Mungkin beta pung kuku kanal jadi berdarah,” turut kakek bejat ini.

Pelaku mengaku menyesal dengan perbuatan yang dia lakukan terhadap anak gadis dari keponakanya itu. ”Beta menyesal. Keluarga sudah dengan beta. Beta anak-anak juga sudah tau. Beta anak lima orang,” akui pria ini.

Kepala Unit PPA Satreskrim Bripka Orpha Jambormias mengatakan, pihaknya telah menetapkan pelaku sebagai tersangka. Dia diamankan pada Kamis (2/11) sore. Tersangka dijerat pasal 82 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. “Kami sudah tahan pelaku. Kita jerat dengan pasal 82 UU Nomor 35 tahun 2014. Ancaman hukumannya di atas 15 tahun tahun penjara,” ucapnya.

Dia memastikan, penyelidikan medis terhadap korban sudah dilakukan. Hasilnya, korban hanya dicabuli, dan tidak sampai pada persetubuhan. “Korban sudah divisum. Tidak sampai perkosa, hanya cabul,” tutur Jambormias.

Seperti diketahui, perbuatan cabul ini dialami korban di Kampung Rinjani, Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Ada darah mengalir dari alat vitalnya. Diduga pelaku seorang buruh bangunan bernama Lawmbesi Temarwut, warga setempat. Kasus ini sudah diadukan ke polisi.

Mengetahui darah segar yang mengalir dari selengkangan akibat perbuatan pelaku, ibu kandung korban langsung menyambangi Pos Sentar Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolres Pulau Ambon guna mengadukan apa yang dilakukan pelaku terhadap putrinya itu. Kasus ini dilaporkan sehari setelah kejadian dialami gadis kecil ini, Rabu (1/11). (ERM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!