Kondisi Gempa di Ambon Kondusif – Ambon Ekspres
Berita Utama

Kondisi Gempa di Ambon Kondusif

JUMPA PERS Wali Kota Ambon Richard Louhanapessy bersama BMKG terkait situasi gempa yang sedang mengguncang kota Ambon, Sabtu (4/11).FOTO:SAHDAN FABANYO

Walikota Ancam Polisikan Penyebar Hoax

AMEKS ONLINE, AMBON.—Hasil monitoring Stasiun Geofisika BMKG Ambon, kondisi gempa bumi yang melanda Pulau Ambon dan sekitarnya telah kondusif atau stabil. Pusat gempa cenderung berimigrasi menjauh dari Kota Ambon.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kelas I Ambon, Abraham F Mustamu mengatakan, secara umum setelah terjadi gempa utama maka gempa susulan kekuatannya akan lebih rendah.

Hasil monitoring, kata dia, ada tiga gempa pendahuluan yang terjadi dan disusul gempa utama (mainshock) berkekuatan 6,2 SR pukul 20.51 WIT pada 31 Oktober 2017. Kemudian disusul ratusan gempa susulan (aftershock), yang masih dirasakan sampai Sabtu (4/11) pukul 08.00 WIT.

Artinya, kata dia, sejak gempa utama diketahui, maka kekuatan gempa selanjutnya lebih menurun. Maka secara teknis, kondisi Pulau Ambon dalam keadaan kondusif. “Kalau gempa utama sudah diidentifikasi kekuataannya 6,2 SR, maka gempa susulan tidak bisa sama dengan gempa utama. Artinya, energinya menurun sampai habis atau stabil. Tetapi bukan berarti tidak akan terjadi gempa. Dinamika di bumi ini tetap ada. Prinsipnya, terakumulasi energinya terlepas mencari keseimbangan baru. Jadi cenderung menjauhi Ambon. Jadi bisa saya katakan, dari sisi teknisnya kegempaan sudah kondusif,” tegas Mustamu dalam jumpa pers yang dihadiri Walikota Ambon dan BPBD Kota Ambon di Pasific Hotel, Sabtu (4/11).

Diakuinya, hasil monitoring telah menjelaskan bahwa gempa yang terjadi sangat mengagetkan dan sempat membuat masyarakat panik. Dimana sejak gempa awal terjadi, dalam waktu 24 jam telah terjadi 114 gempa yang teranalisis. Kemudian disusul 24 gempa dan berlanjut hingga hari ketiga sebanyak 8 kali gempa bumi. Dan terakhir disusul 3 gempa pukul 08.00 WIT, Sabtu (4/11).

Dirinya menghimbau agar masyarakat tidak terpengaruh dengan informasi hoax dan sebagainya. Karena menurutnya, gejala tsunami bisa terjadi jika terjadi gempa yang kekuatannya diatas 7 SR. Kemudian gempa tersebut terjadi di laut dengan kedalam kurang dari 100 km dan bidang patahan bergerak naik atau turun. “Jadi secara teknis, kita bisa lihat bahwa gempa beberapa hari berikut ini cenderung sudah stabil. Itu sudah fenomena alam. Karena dia bergetar sampai menjadi stabil. Dan saya mau ingatkan, bahwa gempa bumi ini tidak dapat diprediksi. Terkait tsunami, itu punya karakteristik dan tipe tersendiri. Dan jika ada isu tsunami, harus dicek berapa kekuatannya, terjadi di laut atau darat, dan sebagainya, agar tidak termakan berita palsu (hoax),” sarannya.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menjelaskan, peristiwa gempa beberapa hari lalu, masyarakat dirugikan dengan informasi atau berita hoax yang sengaja dimainkan orang yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, ini merupakan pengalaman awal bagi seluruh masyarakat yang mengalami kejadian tersebut.

Prev1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!