Pertamina Upayakan Pedistribusian BBM di Maluku Merata – Ambon Ekspres
Ekonomi

Pertamina Upayakan Pedistribusian BBM di Maluku Merata

KETGAM: Kunjungan Komisi VII DPR RI di PT Pertamina Regional VIII, Terminal BBM, Wayame Kota Ambon, Rabu(1/11).

AMEKS ONLINE, AMBON.-Dalam kunjungan Komisi VII DPR RI di PT Pertamina Regional VIII, Pertamina diminta agar pendistribusian BBM di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang ada di Provinsi Maluku.

Ketua Komisi VII DPR RI, Herman Khaeron mengatakan, kalau melihat dari sisi geografis Maluku terdiri dari banyak pulau, tentu tidak mudah bagi Pertamina untuk melakukan distribusi secara merata dan dengan kapasitas yang dimiliki oleh MOR VIII ini.
“Tetapi ini yang memang harus dilakukan karena bagaimana pun Pertamina hadir untuk memenuhi kebuthhan bagi seluruh masyarakat utamanya di Maluku. Jadi terserah strateginya bagaimana yang terpenting bisa melayani kebutuhan masyarakat, walaupun dengan letak geogafis yamg memang cukup sulit dgn pulau sangat banyak dan ukurannya kecil tetapi bisa saja dibuatkan zona-zona untuk melayani masyarakat,” ujarnya.

Kemudian, sambungnya, yang terpenting adalah bagaimana Pertamina bisa survive dalam situasi apapun. Karena pertamina jangan hanya ditugasi tapi rugi. Inikan juga terkolerasi dengan berbagai ruang yang menjadi kebijakan secara nasional.

“Jangan sampai ada pihak swasta yang diberikan kesempatan tapi tanggungjawab yang lebih highcost diberikan ke Pertamina, maka akan rugi Pertaminya. Oleh sebab itu, BUMN yang bisa mengatasi hal tersebut agar tetap survive dan harus didudukan sesuai porsi yang tertentu,” tuturnya.

General Manager Marketing Operation Regional VIII PT Pertamina, Made Adi Putra menjelaskan, untuk BBM satu harga di Maluku tahun 2017, sudah di Desa Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

“Memang baru di SBB. Rencananya di tahun 2018 akan dilakukan di Pulau Buru dan Pulau Aru,” katanya kepada koran ini.

Sedangkan soal MBD, sambung Made, kalau lihat dari alokasi atau penjualan perbulan masih kecil, paling maksimal 100 kiloliter, untuk premium dan solar.
“Sehingga kelayakan untuk mendirikan depo BBM disitu, belum layak. Namun kedepannya, kita ada pembangunan SPBU di Pulau Tiakur dan Pulau Wetar,” sambungnya.

Ada selain program BBM satu harga, Pertamina juga menjalankan program Rencana Pembangunan Jaringan (RPJ) dan itu terbuka sudah di kita juga ada program RPJ yang sudah mulai berjalan di Seram Bagian Timur dan Maluku Barat Daya.

“Di 2018 kami bersama pemerintah daerah akan melihat titik-titik mana yang bisa dikembangkan dan dijalankan untuk membentu pemenuhan kebutuhan BBM di Maluku,” tutupnya. (IWU)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!