BMW : Partai Demokrat Dibuat Untuk Kader – Ambon Ekspres
Politik

BMW : Partai Demokrat Dibuat Untuk Kader

Michael Wattimena

AMEKS ONLINE, AMBON.—Pengurus DPP Partai Demokrat, Michael Wattimena mengkritisi Said Assagaff terkait keyakinannya mendapatkan rekomendasi Partai Demokrat untuk maju dalam Pilgub Maluku 2018. Dia bahkan menyarankan agar Assagaff yang juga petahana di Pilgub Maluku 2018 tidak berlaku laiknya ‘Punguk Rindukan Bulan’

untuk mendapat rekomendasi partai berlambang mercy itu. ”Pak Assagaff jangan jadi seperti ‘Punguk Rindukan Bulan’ lah. Partai Demokrat ini jangan dianggap sepele. Partai ini dibuat untuk kader. Bukan untuk mereka yang oportunis yang karena kepentingan untuk maju di pilkada saja, lalu kemudian tidak lagi peduli dengan partai,” kata politisi yang biasa disapa Bung Michael Wattimena (BMW) ini via selulernya, kemarin.

Menurut BMW, yang juga bakal calon Gubernur Maluku ini, belum ada keputusan Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat untuk mengeluarkan rekomendasi di Pilgub Maluku. ”Rapat tanggal 10 Oktober lalu itu hanya memutuskan beberapa provinsi saja. Sisanya itu masih dalam proses, baik melalui survei maupun penjajakan komunikasi oleh majelis tinggi dengan calon-calon lainnya,” tambah dia.

BMW menilai, pernyataan Assagaff tidak sesuai dengan apa yang sedang digumuli di DPP Partai Demokrat saat ini. ”Ya, kalau BMW tidak maju atau sudah mengundurkan diri, mungkin itu bisa terjadi. Tapi saya sebagai kader masih berproses. Masih melakukan lobi-lobi untuk mendapatkan partai pendukung tambahan. Saatnya nanti itu diumumkan dan secara resmi gambar pasangan akan dipasang di bolldboard dan spanduk-spanduk,” urainya.

BMW menekankan bahwa Partai Demokrat tetap mengutamakan kader dan pernyataan Assagaff itu akan menimbulkan keresahan dan kegelisahan di internal Partai Demokrat. Pasalnya, lanjut anggota DPR RI ini, momen pilgub adalah ajang konsolidasi partai untuk memasuki pemilu 2019 yang sudah semakin dekat. ”Ini momen untuk memanaskan mesin partai. Siapa lagi yang bisa berjuang memajukan partai kalau bukan kadernya sendiri. Yang pasti, masing-masing akan berdiri untuk kepentingan partainya. Tidak mungkin pak Said yang adalah Ketua DPD Partai Golkar berjuang untuk Demokrat kan ? Jadi tolong jangan mensederhanakan Partai Demokrat seperti itu,” sebut dia.

Ditambahkan, jika kader Demokrat yang diusung dan menang di Pilkada 2018, maka otomatis dan inhern berkesinambungan untuk perjuangan menuju kemenangan di pemilihan legislatif baik di tingkat daerah sampai ke pusat, bahkan berkesinambungan juga untuk upaya pemenangan pemilihan presidan dan wakil presiden. ”Yang memutuskan rekomendasi itu kan Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat. Hingga kini majelis tinggi belum berapat lagi. Kok pak Assagaff sudah berkoar-koar bahwa sudah mendapatkan rekomendasi ? Kan yang tau rumah tangga kita adalah kita sendiri,” tandas dia.

Ketua Komisi Pemenangan Pemilu (KPP) DPD Demokrat Maluku, Max Marcel Sahusilawane membenarkan hal itu. ”Ya, jadi kewenangan untuk mengeluarkan rekomendasi itu sudah tidak ada lagi di DPD. Ada di majelis tinggi DPP Partai Demokrat dengan tentunya mempertimbangkan masukan-masukan yang telah disampaikan DPD saat presentase beberapa waktu lalu di DPP,’’ terangnya.

BMW menuturkan, dua hari lalu, dirinya baru saja bertemu dengan Sekjen DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan untuk menyerahkan hasil survei dirinya dan tidak ada sama sekali tergambar kalau Partai Demokrat sudah mengeluarkan rekomendasi untuk Pilgub Maluku. ”Jadi, kecuali kalau BMW sudah mundur. Selagi BMW masih bersikap ikut bertarung maka itu sangat mustahil,’’ tandas dia.

Pilgub Maluku, lanjut BMW, masih menyisahkan dua bulan lebih untuk persyaratan mendapatkan rekomendasi. Karena itu, dirinya tetap optimis bisa menjadi salah satu kontestan. ”Lobi-lobi masih terus kita lakukan. Kalau sudah pas, kita akan hubungkan itu lewat media sosialisasi. Masyarakat juga akan tahu akhirnya,” pungkas dia.

Sebelumnya diberitakan koran ini, Assagaff menegaskan bahwa rekomendasi dari Partai Demokrat sudah pasti akan dia peroleh. “Untuk PKS dan Demokrat, saya tinggal menunggu. Pada rapat-rapat tingkat atas (pimpinan dan DPP), kan sudah diputuskan rekomendasi kepada saya. Mau itu PKS atau Demokrat, sudah diputuskan untuk saya,” ujar Assagaff kepada wartawan di IAIN Imam Rijali Ambon, Jumat (3/11).

Namun, Assagaff belum mengetahui kepastian penyerahan rekomendasi. “Tanggal 5 (November) besok, belum tahu. Wartawan harus berdoa saja jika benar informasi itu. Kita tunggu, tapi untuk diputuskan sudah ke saya, terimanya yang belum,” timpalnya.(KIE)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!