Buru Bakal Miliki Bendungan Raksasa – Ambon Ekspres
Daerah

Buru Bakal Miliki Bendungan Raksasa

Ilustrasi Net

AMEKS ONLINE, AMBON.—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air bakal membangun bendungan raksasa di Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru. Proyek pembangunan bendungan itu merupakan proyek strategis nasional yang menelan biaya triliunan rupiah yang berasal dari APBN.

Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku, Haryono Utomo dalam paparannya saat rapat bersama dengan Gubernur Said Assagaff dan sejumlah pihak terkait termasuk tim dari Kementerian PUPR mengatakan, pembangunan bendungan Waeapo ini, merupakan satu dari sekian proyek strategis nasional yang dibangun di Provinsi Maluku. Bendungan ini akan menjadi sarana infrastruktur pengendalian banjir dan penyedia air baku serta air irigasi. “Pembangunan bendungan Waeapo merupakan salah satu dari proyek strategis nasional yang ditetapkan berdasarkan Perpres Nomor 58 tahun 2017, tentang percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional. Manfaat dari bendungan ini, selain dari pengendalian banjir, juga sebagai sumber pembangkit listrik tenaga air di Kabupaten Buru,” kata dia saat rapat koordinasi yang berlangsung di ruangan VVIP Bandara Internasional Pattimura Ambon, kemarin.

Menurut dia, dengan adanya bendungan ini, maka ketersediaan air bersih untuk masyarakat di Pulau Buru akan terjamin. “Tipe bendungan ini, merupakan random batu, tinggi bendungan 55 meter, kapasitas, sekitar 57,5 juta meter kubik, air baku domestik sekitar 0.25 meter perdetik. Kemudian volume tampungan banjir sendiri sekitar 35,6 juta meter kubik, sementara untuk PLTA sebesar 6,0 megawatt, irigasinya sekitar 10.000 hektar. Dan ini sangat membantu masyarakat di Kabupaten Buru,” jelas dia.

Gubernur Maluku Said Assagaff mengatakan, pembangunan bendungan Waeapo merupakan proyek terbesar yang pernah ada di Provinsi Maluku. “Ini proyek terbesar dan baru pertama kali di Maluku. Proyek ini dengan anggaran sekitar Rp 2.159 miliar atau sekitar Rp 2,1 triliun. Akan dibangun paling lambat sebelum akhir tahun 2017 ini. Jangka waktu pembangunan sendiri ditargetkan akan selesai sekitar 2022 mendatang,” tuturnya.

Assagaff menegaskan, tidak ada alasan bagi siapapun yang tidak memberikan dukungan dalam rangka menyukseskan pembangunan proyek tersebut. “Semua segera kita selesaikan, termasuk persoalan pembebasan lahan. Semua pihak harus dilibatkan dan proyek ini harus bangun sesuai dengan targetnya karena ini masuk dalam proyek strategis nasional. Apalagi proyek ini berdasarkan peraturan presiden. Saya minta semua pihak harus menyukseskan pembangunan proyek ini, karena ini untuk kepentingan masyarakat,” tegas dia.

Bupati Buru, Ramli Umasugi mengatakan, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Buru sangat mendukung proyek pembangunan bendungan Waeapo. Menurut dia, jika ada masyarakat yang tidak setuju atas pembangunan tersebut, hanya segelintir orang saja. “Prinsipnya pemerintah kabupaten dan masyarakat sangat mendukung dam memberikan apresiasi atas pembangunan bendungan ini. Kalau ada masyarakat yang tidak setuju itu hanya sebagian kecil namun sudah kami selesaikan. Memang mereka takut lahan mereka tidak diganti rugi, tapi ternyata diganti rugi dan persoalannya selesai. Silahkan tim turun ke sana (Buru), untuk melihat dan meninjau lokasi pembangunan,” papar Umasugi. (AHA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!