Remon Menanti Diadili – Ambon Ekspres
Hukum

Remon Menanti Diadili

AMEKS ONLINE, AMBON.–Tiga kali mangkir dari panggilan untuk tahap II, Remon akhirnya dijemput paksa penyidik Dinas Kehutanan Maluku. Dia langsung diserahkan ke penuntut umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Seram Bagian Barat (SBB) untuk dilaksanakan tahap II, Kamis (9/11).

Selanjutnya penuntut umum dalam perkara penyerobotan kawasan hutan produksi dan konservasi itu menyusun surat dakwaan untuk kemudian dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Masohi guna disidangkan.

“Sudah tahap II, selanjutnya JPU dalam perkara ini bekepentingan untuk menyusun surat dakwaan untuk dilimpahkan ke pengadilan secepatnya. Tersangka siap diadili untuk mempertanggungjawabkan dugaan perbuatan pidananya didepan majelis hakim nantinya,” ungkap Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada koran ini, Jumat (10/11).

Samy menjelaskan, tim PPNS Dinas Kehutanan Maluku melakukan penjemputan terhadap kakak kandung mantan Bupati SBB ini di kediamannya di Piru. Mereka diback up tim Korwas Ditreskrimsus Polda Maluku yang dipimpin, Kompol Marcus Tahya dan 1 regu Sabhara Polres SBB yang dipimpin Kasat Sabhara, AKP J De Fretes. “Berdasarkan informasi yang saya dapat, saat dijemput di kediamannya, tersangka tidak melakukan perlawanan dan langsung menyerahkan diri. Setelah, itu dia dibawa ke Kejari SBB untuk dilaksanakan tahap II, dan langsung ditahan di Lapas Piru dengan surat perintah penahanan terhadap di tingkat penuntutan Nomor : Print 477/S.1.17/Epp.1/11/2017 tanggal 9 November 2017 oleh Plh Kejari SBB, Djino Talakua. Remon di tahan di Lapas Piru terhitung 20 hari kedepan,” jelas Samy.

Penasehat hukum Remon, Anthony Hatane yang dikonfirmasi koran ini mengaku, pihaknya menghormati proses hukum yang tengah berjalan, sehingga tidak melakukan perlawanan. “Silakan, itu kewenangan mereka, dan kami tentunya patuh terhadap proses hukum yang ada. Tersangka dan keluarganya juga tidak melakukan perlawanan. Nanti kita upayakan penangguhan penahanan dan peralihan penahanan. Kalau upaya itu juga menemui titik buntu, kita akan ikuti prosesnya hingga persidangan,” kata Hatane di Pengadilan Negeri Ambon kemarin.

Penyidik Dinas Kehutanan Maluku mengambil langkah menjemput paksa Remon karena lebih dari tiga kali dia mangkir dari panggilan untuk pelimpahan tahap II. Remon sempat juga menjadi DPO. Pelariannya berakhir, setelah diciduk pada Selasa (15/8) di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat. Remon ditangkap sekitar pukul 23.00 WIB oleh penyidik PPNS Dinas Kehutanan Provinsi Maluku dan personil Ditreskrimsus Polda Maluku.

Untuk diketahui, kasus yang menyeret Remon berawal saat personil Dishut Maluku bersama Ditreskrimsus Polda Maluku melakukan operasi gabungan menindaklanjuti pembukaan ruas jalan di kawasan Ariate Waisala, Kabupaten SBB tahun anggaran 2013. Tim menemukan penyerobotan hutan produksi dan kawasan konservasi di Gunung Sahuwai tanpa izin dari Menteri Kehutanan untuk proyek yang dikerjakan PT Karya Ruata.(NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!